Semoga penjelasan gampang di bawah ini, bisa anda mengerti dg baik.

*Kedudukan wanita di dalam Islam.   *

a) Firman Allah s.w.t yang bermaksud:

"Wahai segenap manusia! Sesungguhnya Kami telah jadikan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami telah jadikan kamu
berbangsa-bangsa dan berpuak-puak supaya kamu saling kenal mengenali."
(al-Hujerat: 13)

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, baik dari lelaki dan perempuan,
dan ia beriman, maka mereka itu akan masuk syurga dan mereka tidak akan
dianiayai sedikitpun." (an-Nisa' 124)

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, baik dari lelaki dan perempuan,
dan ia beriman, maka mereka itu akan masuk syurga, mereka di dalamnya diberi
rezeki dengan tidak terhitung." (al-Mu'minun: 41)

"Dan orang-orang mukmin lelaki dan orang-orang mukmin wanita, sebahagiannya
menjadi pembantu kepada sebahagian yang lain …" (at-Taubah: 71)

Berikut merupakan beberapa contoh dari Firman Allah s.w.t dan banyak lagi
sebenarnya dalil-dalil yang terdapat di dalam al-Quran.

b) Hadis-hadis nabi Muhammad s.a.w yang bermaksud:

"Bahawa sesungguhnya orang-orang perempuan itu saudara bagi orang-orang
lelaki." (Hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzy dari Siti Aisyah r.a)

"Sesungguhnya daripada kesempurnaan orang-orang mukmin lelaki pada imannya
ialah mereka yang baik budi pekertinya dan lebih sopan pada isterinya."
(Hadis riwayat Tirmidzy dan Hakim dari Siti Aisyah r.a)

"Sebesar-besar kewajipan atas seorang lelaki itu adalah kepada ibunya"
(Hadis riwayat Hakim dari Siti Aisyah r.a)

"Syurga itu dibawah tapak kaki ibu" (Hadis riwayat Ahmad al-Qadhy dan
al-Khathieb dari Siti Aisyah r.a)

"Mencari ilmu itu menjadi kewajipan kepada setiap orang muslim lelaki dan
perempuan" (Hadis riwayat Ibnu 'Ady dan al-Baihaqy dari Anas r.a)

"Telah didapati - oleh Nabi s.a.w - bahawa seorang perempuan yang mati
terbunuh di dalam satu peperangan Rasulullah s.a.w, maka baginda melarang
membunuh perempuan dan anak-anak dalam peperangan." (Hadis riwayat Abu Daud
dari Ibu Umar r.a)

Kita sering melupakan bahwa Allôh swt memuliakan kaum Hawa dengan memberinya
kedudukan tinggi bila menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allôh, bukan
sebagai hamba kaum Adam. Namun paham feminisme dari Barat menghapus "Allôh"
dari pemikirannya dan menggantinya dengan "pria". Sehingga kelompok feminis
memaksakan diri untuk mencari kemuliaan dengan mensejajarkan dirinya dengan
pria.

Ini adalah asumsi yang keliru. Sebab dengan menjadikan lelaki sebagai
patokan kemuliaan kaum wanita  akan merasa tidak sempurna sebelum menjadi
laki-laki, yang telah dijadikan sebagai tujuannya. Saat Islam mewajibkan
pemimpin ummat dipegang oleh laki-laki, maka perempuan menuntut kewajiban
yang sama. Ketika laki-laki keluar rumah mencari nafkah untuk keluarganya,
kaum perempuan menginginkan tugas yang sama.

Feminisme menganggap bahwa tuntutan tersebut adalah kemerdekaan kaum
perempuan, yakni menganggap rendah pengabdian sebagai ibu rumah tangga
terhadap keluarganya dan memuliakan wanita karier yang bekerja di pabrik
untuk mengabdi kepada mesin. Semua ini dilakukannya hanya untuk meniru
laki-laki, yang telah menjadi inspirasi standar hidupnya.

Sedikit sekali kaum Muslim yang memahami bahwa Allôh swt mengatur keadilan
dalam kemuliaan laki-laki dan perempuan menurut kodratnya, bukan menurut
kesamaan aktivitasnya. Suatu ketika ada perempuan yang menghadap kepada
Rosul dan mengeluhkan sedikitnya kesempatan wanita untuk ikut beramal
sholeh. Kaum pria bisa naik haji (tanpa disertai muhrim) dan berjihad
(berperang) dengan pahala syahid, sedangkan kaum wanita hanya di rumah untuk
menjaga harta dan anak-anaknya.

Rosulullah saw ternyata menjanjikan mereka pahala yang lebih mudah
meraihnya, bahwa apa-apa yang ditunaikan dari kewajiban istri pahalanya
sederajat dengan apa yang dilakukan suaminya dengan amal haji dan jihadnya
tadi. Sungguh mudah dan mulia kesederajatan bila diatur menurut fitrohnya.
Fitroh tersebut Allôh swt yang mengatur, bukan ulama bukan pula pemerintah.
Semuanya baru kita mengerti kalau mendalami ilmu agama.

Meski kaum Muslimin sering berbeda pendapat dalam berbagai macam masalah
furu' (cabang), namun tidak ada perbedaan dalam memahami kewajiban laki-laki
sebagai pemimpin dalam semua sholat. Ini telah dipahami selama 1400 tahun
sejak diturunkannya Al Qur'an. Sayangnya kenapa hal ini masih tidak dipahami
oleh penganut Liberalisme?

Seorang yang memimpin sholat memang diutamakan mereka yang fasih bacaannya,
banyak hafalannya, yang lebih dulu masuk Islam, dan-kalau ada-yang
laki-laki. Meski begitu kriteria tersebut tidak menentukan kadar kemuliaan
mereka di hadapan Tuhan. Sebab Allôh swt sendiri menentukan bahwa kemuliaan
itu tidak diukur dari hal-hal fisik:

"...Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah
orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al Hujurât: 13)"

Sekarang setelah pertama kalinya dalam sejarah penganut sekte Liberal
melihat laki-laki memimpin sholat (dan pada kenyataannya hampir dalam segala
hal dalam kehidupan) kemudian mereka menggerutu, "ini tidak adil." Mereka
membela diri dengan mengajukan contoh sosok Maryam yang disucikan oleh Allôh
swt. Padahal kalaupun dipelajari lebih mendalam, kesucian seorang Maryam
tidak menjadikannya seorang nabi. Justru Isa al-Masih anaknyalah yang
diangkat menjadi rosul atas bani Israil.

Di sisi lain hanyalah perempuan yang bisa menjadi seorang ibu, dimana posisi
ibu sangatlah dimuliakan oleh Islam. Rosulullah saw mengajarkan bahwa surga
berada di bawah telapak kaki ibu. Dan apapun yang diusahakan laki-laki,
mereka tidak akan pernah bisa menjadi seorang ibu. Kenapa hal ini tidak
dianggap "tidak adil"?

Ketika ditanyakan kepada nabi Muhammad saw siapakah yang patut dimuliakan,
beliau menjawab "Ibumu" tiga kali sebelum mengatakan "ayahmu" yang hanya
sekali. Jadi pengorbanan seorang ayah tidak bisa mendudukkan kemuliaannya
setara dengan pengorbanan ibu. Bukankah ini seharusnya diperhatikan oleh
kaum feminis yang memperjuangkan gender.

Sekali lagi memang isu gender dalam bungkus feminisme tidak benar-benar
memihak kaum wanita. Paham ini hanyalah sebuah senjata yang digunakan untuk
menohok kaum Muslimin dengan meruntuhkan keyakinannya kepada ajaran Islam.
Dengan meragukan keadilan Al Qur'an yang menunjuk laki-laki sebagai
pemimpin, maka diharapkan iman ummat Islam menjadi lemah terhadap kitab
sucinya.

Ketika wanita ingin diperlakukan serupa (dianggap sebagai laki-laki), maka
yang terjadi hanyalah kita menjadi korban meniru-niru. Wanita punya cara
yang khas untuk menunjukkan kemuliaannya-jangan ikut-ikutan merendahkan
martabat wanita dengan meniru-niru kerusakan Barat-menjadi istri yang
sholihah, menyiapkan kelahiran generasi penerus ummat, membimbing
keluarganya dengan penuh kasih sayang, dan masih banyak lagi adalah tugas
berat yang dinjanjikan surga yang boleh dimasuki dari pintu mana saja oleh
wanita sholeh yang diridhoi suaminya. Sabda Rosul, "Seorang perempuan yang
mati, sedangkan suaminya meridhoinya, maka istri itu akan masuk surga (HR Al
Hakim dan At Tirmidzi)

Jikalau semua itu diremehkan, lambat laun kita akan melihat anak-anak kita
menjadi orang asing di rumah sendiri. Adat istiadatnya tidak lagi menurun
dari ayah-ibunya, melainkan dari televisi yang penuh kekerasan dan
kerusakan, dari teman-teman yang entah bagaimana moralnya. Ibu hanyalah
sosok perempuan di rumah, tapi sudah kehilangan karakter keibuannya. Peran
ibu sudah digantikan mesin, karena sang ibu pergi untuk melayani mesin (atau
orang lain).

Wanita adalah tiang negara, bila rusak wanita maka runtuhlah bangunan
negara. Mungkin salah satu penyebab kebobrokan negara Indonesia ini adalah
hal ini, dimana wanita tidak lagi dimuliakan oleh kaum pria sedangkan kaum
wanita melecehkan kehormatannya sendiri. Cukuplah negara-negara Barat yang
terjerumus ke lubang maksiat akibat kebudayaan "serba bebas"nya. Kita ummat
Islam yang berjumlah mayoritas hendaknya mengembalikan kemuliaan Islam
dengan menunaikan tanggung jawab kita masing-masing, sesuai kodratnya
sebagai muslimin dan muslimah.

Sabda Nabi saw, "Barang siapa mempunyai dua anak perempuan dan diasuh dengan
baik, maka mereka akan menyebabkan (orang tua)nya masuk surga (HR Bukhori)."
Jangan sia-siakan keluarga kita, sebab "Cukup berdosa orang yang
menyia-nyiakan tanggung jawab keluarga (HR Abu Dawud)."

NAH SEKARANG BANDINGKAN BAGAIMANA AGAMA ORANG SEBELAH MEMPERLAKUKAN MANUSIA
BERJENIS WANITA :

*Kedudukan wanita di dalam agama Yahudi dan Nasrani.*

Bukti dari kitab Bible "perjanjian lama":

"Katakanlah ini kepada semua bani Israel: Apabila bunting seorang perempuan
lalu melahirkan anak lelaki, maka najislah ia tujuh hari lamanya, seturutnya
hari haid yang biasa …." (Imamat Fasal XII ayat 2)

"Tetapi jika melahirkan anak perempuan, maka dua kali tujuh hari lamanya
najislah ia(14 hari), seperti haidnya yang biasa, kemudian hendaklah ia
tinggal lagi enam puluh enam hari lamanya dalam darah taharahnya." (Imamat
Fasal XII ayat 5)

Ayat-ayat dalam Bible "Perjanjian Baru" yang berkenaan dengan kaum
perempuan.

 "Tetapi aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang bercerai dengan isterinya,
kecuali sebab zina, ialah menjadi sebab perempuan itu berbuat zina, dan
barangsiapa yang kahwin dengan perempuan yang diceraikan itu, maka diapun
melakukan zina" (Matius Fasal V ayat 22)

"Hai segala isteri, hendaklah kamu tunduk kepada suamimu seperti kepada
Tuhan. Kerana suami itu kepala isterinya seperti Almasih pun kepala siding,
maka juga yang memeliharakan tubuh. Maka sebab itu, seperti siding itu
tunduk kepada Almasih, demikianpun hendaknya segala iseri tunduk kepada
suaminya dalam tiap-tiap perkara." (Epesus V ayat 22-24)

*Apa pula pendapat tokoh-tokoh Kritian dan Yahudi terhadap wanita:*

Martin Luther, seorang penganjur besar Protestan, yang telah sengaja
membongkar habis-habisan segala macam bid'ah dan khurafat di dalam agama
Katholik, masih menasihatkan dan berpesan agar kaum wanita dijauhkan
daripada pendidikan, dengan alasan tidak gunanya bagi wanita diberikan
pendidikan.

Di dasar patung Raja Henry VII, Raja Inggeris ada tertulis dengan huruf
besar iaitu: "Dilarang keras wanita dan orang yang sama taraf dengannya
menerima pendidikan dan mengetahui isinya yang berfaedah"

Sehingga tahun 1850, di England dan Boston, masih terdapat undang-undang
yang sebegini: "Perempuan tidak dibolehkan bertindak maju, suami diberikan
hak memukul anak daranya dengan tongkat sebesar ampu jari, sedang perempuan
tidak ada hak sedikitpun, hingga pada pakaian dan titik peluhnya sendiri."

John Damascene menyatakan: "Perempuan adalah anak dari kedustaan, penunggu
Neraka, musuh keselamatan. Kerananya Adam terusir dari Syurga."

Kata Bernhard: "Perempuan itu adalah anggota dari syaitan"

Kata Antony: "Perempuan itu adalah asal mulanya dari tangan syaitan kemudian
suaranya adalah dari siulan ular."

            Kedudukan kaum wanita dalam masyarakat Yahudi paling tepat dapat
digambarkan oleh ucapan-ucapan yang diucapkan oleh mereka di dalam
sembahyangnya pada tiap-tiap pagi: "Terpujilah Tuhan Rabbul 'Alamin, yang
telah menciptakan aku tidak menjadi wanita". Dan golongan wanita Yahudi di
dalam sembahyangnya mengucapkan: "Terpujilah Tuhan Rabbul 'Alamin, bahawa
Dia menjadikan aku mengikut kehendakNya."

Dari beberapa ayat di dalam bible, baik dari Perjanjian lama dan Perjanjian
Baru, tokoh-tokoh besar Kristien, para pemimpin gereja dan doa golongan
Yahudi sudah cukup untuk membuktikan tanggapan mereka terhadap kaum wanita
begitu jelek dan hina sekali. Bukti ini memadai untuk antum semua membuat
penilaian dan kesimpulan terhadap agama Kristian dan Yahudi. Adakah kita
masih mahu berkiblatkan telunjuk mereka lagi?

*Kedudukan wanita di dalam masyarakat bangsa-bangsa di seluruh dunia.*

Bangsa Rome:

Di antara abad ke II sebelum masihi, kaum wanita yang dipandang bersalah di
tanah Roma, telah diperlakukan dan dizalimi oleh kaum lelaki dengan hukuman
yang amat menyakitkan. Contoh perbuatan kejam itu adalah:
a.      Badannya dituangkan dengan air panas sampai mati.
b.      Tangan dan kakinya masing-masing diikat dengan seekor kuda, setelah
itu kuda-kuda tersebut lari dengan pantasnya sehingga terputus-putus anggota
badannya.
c.       Dibakar di atas nyalaan api yang bernyala-nyala, hingga daging dan
tulangnya jatuh sedikit demi sedikit sampai hancur.

Bangsa Perancis:

Di beberapa daerah Perancis sejak dahulu sampai sekarang masih didapati
banyak adat kebiasaan bahawa jika seorang perempuan melahirkan anak lelaku,
ia boleh makan daging dibakar dengan anggur dan gula. Sekiranya perempuan
itu melahirkan anak perempuan, cukuplah baginya makan bubur sahaja.

Bangsa Inggeris:

Tuan Herbert Spencer, seorang ahli ilmu pengetahuan pernah menulis:
"Perempuan itu terus menjadi manusia yang rendah kecerdasannya …"


-MUSLIM VOICE-


On Fri, Aug 1, 2008 at 11:09 AM, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>  Itu kan dulu, sudah kuno tuh
>
> Lha Islam kok malah masih mempertahankan kungkungan terhadap perempuan
>
> Gimana tuh kok susah dikoreksi dan diingatkan?
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* muslim in suffer <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [EMAIL PROTECTED] ; hidayahnet <[EMAIL PROTECTED]> ;
> [EMAIL PROTECTED]
> *Cc:* H. M. Nur Abdurrahman <[EMAIL PROTECTED]> ; riri cute<[EMAIL 
> PROTECTED]>; Ahmadi
> Agung <[EMAIL PROTECTED]> ; Jingjing Arab <[EMAIL PROTECTED]> ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; cah ayoe<[EMAIL PROTECTED]>; Haryanto
> (PSDM) <[EMAIL PROTECTED]> ; as as <[EMAIL PROTECTED]> ; Budi P<[EMAIL 
> PROTECTED]>
> *Sent:* Friday, August 01, 2008 11:07 AM
> *Subject:* FEMINISME
>
>  http://musliminsuffer.blogspot.com/
>
> *bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem
> **In the Name of Allah, the Compassionate, the Merciful
>
>
> *=== News Update ===
>
>  *FEMINISME*
>
> Konon, feminisme berasal dari bahasa Yunani *femina* atau* feminus.* Kedua
> kata ini merupakan gabungan dari duat kata:* fe *yang berarti "iman" dan *
> mina* atau *minus* yang berarti "kurang". Jadi, *femina* berarti kurang
> iman. Tentu saja ini sangat memojokkan kaum perempuan.
>
> Pandangan hidup Barat yang bias Kristen memang menyatakan demikian. Bahkan,
> pada zaman dahulu kaum perempuan di Barat diperdebatkan posisinya: apakah
> dia manusia atau hanya "setengah" manusia. Dalam Kristen dinyatakan
> perempuan adalah "sumber dosa". Alasannya? Karena telah menjerumuskan Adam
> ketika makan buah pengetahuan (buah pengetahuan). Sehingga mereka harus
> diusir dari surga (Taman Eden). Islam memandang bahwa kesalahan memakan buah
> khuldi adalah kesalahan kolektif. Namun drama kosmologi ini diakhir ketika
> Adam dan Hawa memohon ampun dan diampuni oleh Allah.
>
> Istilah eksekusi terkejam sepanjang sejarah yang disebut dengan "Inkuisisi"
> (*Inquitition,* Arab: *mahakim al-taftisy*) mayoritas korbannya perempuan.
> Bahkan, pihak gereja telah menyediakan berbagai alat penyiksa yang sangat
> mengerikan. Dari penarik usus dari dubur hingga penggerus vagina. Karena
> mereka meyakini perempuan tidak patut dihargai karena telah menjadi "biang
> masalah" dan "pangkal dosa". Dengan demikian, kaum perempuan terpojok dan
> dipojokkan. Dimana-mana mereka termarjinalkan dan –sengaja—dimarjinalkan. Read
> the rest of this entry 
> »<http://musliminsuffer.wordpress.com/2008/08/01/feminisme/#more-3028>
>
> ===
>
>
> -muslim voice-
> ________________________________________
> *BECAUSE YOU HAVE THE RIGHT TO KNOW*
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke