pindahin aja STIA ke nusakambangan atau pulau buru
gitu ajak koq repot siy!
Kronologis Bentrokan Pinangranti
Friday, 01 August 2008
Bentrokan
warga Kampung Pulo Pinang Ranti dengan mahasiswa STI Arastamar (Setia)
bukanlah kasus pertama. Warga juga sering menemukan kondom dan celana
dalam. Berikut pantauan www.hidayatullah.com
Hidayatullah.com--Siang
kemarin, (31/07), warga Kampung Pulo Pinang Ranti Jakarta Timur
menggelar konfrensi pers terkait dengan peristiwa bentrokan malam Sabtu
dan Ahad lalu. Bentrokan tersebut melibatkan warga Kampung Pulo di satu
pihak dengan penghuni kampus Sekolah Tinggi Injili Arastamar (Setia)
yang berlokasi di Kampung Pulo. Konfrensi Pers yang dilaksanakan di
gedung Karang Taruna itu dihadiri oleh Ketua Rw. 04 Kampung Pulo
beserta beberapa tokoh masyarakat dengan disaksikan ratusan warga.
Menurut
keterangan Rusman Hadi, juru bicara warga dalam konfrensi pers itu,
bentrokan beberapa malam yang lalu itu bukanlah kejadian pertama.
Bentrokan pertama sudah terjadi sejak tahun 1991, saat itu warga
melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan kampus Setia.
Tahun
1993 kembali terjadi aksi penolakan dari warga terhadap keberadaan
kampus Setia. Selanjutnya bentrokan ketiga terjadi tahun 1995, diawali
dengan aksi penolakan warga terhadap pembangunan asrama Setia kemudian
terjadi aksi pemukulan oleh preman sewaan kampus Setia terhadap salah
seorang warga. Bentrokan ketiga ini kembali diikuti oleh bentrokan
keempat masih pada tahun yang sama dengan alasan yang sama pula.
Adapun
mengenai bentrokan tanggal 25 Juli lalu, menurut Risman dipicu oleh
tertangkapnya seorang mahasiswa Setia bernama Julius Colii oleh seorang
warga bernama Budi. Mahasiswa itu sedang melakukan percobaan pencurian
mesin pompa milik Samiranto, warga Kampung Pulo Rt. 02 Rw. 04. pada
pukul 22.45. Peristiwa pencurian oleh mahasiswa Setia ini bukan yang
pertamakalinya. Menurut Risman, tanggal 07 November 2007 lalu juga
pernah terjadi usaha pencurian sepeda motor milik Sugino, salah seorang
warga dan anggota kelpolisian Tebet oleh Saverianus, mahasiswa Setia.
Setelah
tertangkap Julius kemudian diserahkan warga kepada Ketua Rw. 04, Sapri.
Kemudian Sapri menghubungi Polsek Makassar yang segera mengamankan
Julius ke Kantor Polsek untuk dimintai keterangan. Setelah Julius
diamankan polisi warga yang telah berkumpul bermaksud membubarkan diri.
Namun belum sempat membubarkan diri, tiba-tiba terdengar teriakan dari
seorang penghuni kampus Setia bernama Alex, Awas kalau terjadi apa-apa
terhadap Bapak saya, maka saya akan panggil anak-anak Belor (sebutan
untuk warga perusuh), ujar anak dari Joni, salah satu dosen Setia,
ini.. mendengar teriakan bernada provokasi itu warga kembali berkumpul
untuk menanyakan maksud teriakan Alex tadi. Disamping teriakan itu
kemudian datang laporan dari salah seorang warga bernama Robi bahwa
rumahnya dilempari batu oleh penghuni kampus Setia. Kejadian itu
membuat warga protes. Mereka kemudian berduyun-duyun mendatangi kampus
Setia dengan maksud meminta pertanggung jawaban dari perbuatan salah
seorang penghuninya yang telah merusak rumah salah seorang warga.
Namun
begitu sampai di depan kampus Setia, warga disambut dengan lemparan
batu dan balok kayu berpaku. Untuk mengantisipasi bentrokan fisik,
warga kemudian memanggil pihak kepolisian guna mengamankan wilayah
mereka.
Setelah
polisi datang, mereka kemudian bernegosiasi dengan pihak Kampus Setia
dan meminta untuk diizinkan masuk ke dalam kampus (Mess). Namun
permintaan polisi ini ditolak oleh mahasiswa Setia. Penolakan mahasiswa
Setia ini memicu terjadinya ketegangan.
Apalagi
muncul oknum mahasiswa yang mengaku-ngaku sebagai anggota kepolisian
namun ketika diminta Kartu Tanda Anggota tidak dapat menunjukannya.
Mereka malah mengancam warga dengan senjata tajam, lemparan batu dan
serpihan kaca. Aksi penghuni kampus Setia ini mengakibatkan kerusakan
rumah warga dan melukai salah seorang warga. Namun peristiwa ini tidak
berlanjut dan suasana perlahan mulai membaik dengan penjagaan ketat
aparat kepolisian.
Suasana
kondusif itu berubah tegang pada pukul 21.00, ketika sebagian warga
sedang melakukan pengajian di masjid Baiturrahim yang berjarak kurang
lebih 50 meter dari kampus Setia.
Tiba-tiba
seorang mahasiswa Setia melempar masjid dengan batu bata. Setelah
melakukan pelemparan pelaku berlari menuju asrama putri. Kelakuan
mahasiswa itu mengundang reaksi warga. Mereka kembali berkumpul dan
menuju asrama putri untuk meminta pertanggung jawaban. Namun kedatangan
warga kali ini kembali disambut dengan lemparan batu, serpihan kaca dan
ketapel. Ditambah dengan anak panah besi. Peristiwa ini mengakibatkan 6
warga dan 3 polisi terluka.
Keesokan
harinya, Ahad, 27 Juli 2008, dilakukan pengevakuasian penghuni kampus
Setia. Proses evakuasi berlangsung bertahap. Mahasiswa yang berada di
asrama putri dievakuasi terlebih dulu ke asrama putri, setelah itu baru
dievakuasi ke luar Kampung Pulo. Proses evakuasi ini berlangsung aman
dan damai dengan dibantu oleh warga sekitar, Itu mebuktikan bahwa
warga kampung sini cinta damai, ujar Risman.
Kondom dan Celana Dalam
Setelah
membeberkan kronologis kejadian itu, Risman kemudian mengatakan bahwa
penolakan warga terhadap keberadaan kampus Setia tidak didasari
sedikitpun oleh unsur SARA.
Yang menjadi alasan warga adalah karena keberadaan kampus Setia telah merusak
ketenangan warga.
Misalnya,
bulan Mei 2008 lalu terjadi bentrokan antar penghuni kampus asal Flores
dan Nias. Disamping itu warga juga seringkali diresahkan oleh prilaku
mahasiswa yang tidak terpuji, selain usaha pencurian seperti yang telah
diceritakan di atas, warga juga seringkali menemukam kondom dan celana
dalam di sepanjang jalan sepi di samping Kampung Pulo tempat mahasiswa
Setia biasa jalan-jalan. Bentrokan itu juga tegas Risman tidak ada
hubungannya dengan minoritas dan mayoritas.
Buktinya ada juga warga yang berlainan agama dengan mayoritas warga sini yang
ikut menandatangani surat pernyataan, ujarnya.
Rabu (30/7) di beberapa jalan masuk itu berisi tuntutan ditutupnya sekolah
tersbut, atau dipindahkan ke lokasi lain.
Menurut warga, mereka merasa lebih tenang senang seluruh mahasiswa di evakuasi
keluar dari lokasi. [dwi/www.hidayatullah.com]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/