Bid'ah-bid'ah Yang Menjadi Sunnah
Oleh : Mochammad Moealliem 

Akhir-akhir ini sering kita mendengar orang mengatakan sesuatu dengan kata 
bid'ah, meskipun sebenarnya bid'ah telah ada sejak dulu, namun hal itu begitu 
menjadi kata yang populer bahkan menjadi hal yang tanpa teliti dipakai untuk 
membabibuta hukum, atas dasar pengetahuan yang sempit serta potensi taqlid buta 
atas fatwa-fatwa yang tidak bermutu.

Diantara pembaca mungkin sudah ada yang marah dengan paragraf diatas, namun 
perlu pembaca ketahui bahwa jika anda marah, itu berarti anda masih belum 
lengkap dalam membaca, apalagi baru membaca judul aja anda langsung merasa 
lebih baik dan mengatakan orang lain salah, itu adalah prinsip iblis "ana 
khoirun minhu" aku lebih baik darinya.

Baiklah untuk mengurangi keterbatasan pemikiran mereka yang suka berkata 
bid'ah, ada baiknya kita lihat realita, namun setidaknya kita harus tahu apa 
devinisi bid'ah. Bid'ah adalah barang baru yang tidak ada contohnya, anda bisa 
telusuri dikamus lisanul arab pada huruf ain, kata bada'a. Dalam terma 
keagamaan bid'ah adalah membuat proyek baru yang tidak pernah ada dasar pada 
aturan yang telah sempurna.

Menurut ibnul Atsir bid'ah ada dua, bid'ah hidayah (huda) atau bid'ah dlolalah, 
hal demikian bisa dipilah dengan cara memperhatikan kaidah bahwa, bid'ah-bid'ah 
yang tidak bertentangan dengan Alqur'an dan Hadith maka masuk pada bid'ah 
hasanah, sementara jika bertentangan akan masuk bid'ah dlolalah.

Contohnya bid'ah hasanah, kodifikasi Alqur'an, pemberian titik-titik pada ayat 
Al qur'an, pemberian Harokat pada ayat Al qur'an, semua itu bisa dikatakan 
bid'ah, akan tetapi bid'ah mempunyai kewajiban mengikuti hukum taklifi, jadi 
bid'ah bisa masuk wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Contoh diatas adalah 
bid'ah yang wajib dilakukan, sebab jika tidak maka akan membahayakan.

Bid'ah yang haram, contohnya mengaku nabi setelah nabi Muhammad, membuat waktu 
haji diluar waktu yang ada, dan hal itu bisa anda lihat dan pikir bahwa hal itu 
jelas bertentangan dengan Alqur'an dan Hadith.

Bid'ah yang sunnah, contohnya melakukan dzikir dengan hitungan tertentu, 
misalnya membaca istigfar 100 kali setiap ba'da sholat dan sebagainya, meskipun 
nabi sendiri juga pernah melakukan pembatasan dengan hitungan, hanya saja 
berbeda dengan yang dilakukan beberapa orang. Atau berdzikir dengan tasbih, 
zaman nabi belum ada tasbih, tapi nabi menghitungnya dengan batu kerikil, dan 
hal demikian penulis masih pernah mengikuti dan melakukan berdzikir dengan 
hitungan dengan batu.

Dulu berperang dengan pedang, naik kuda, sekarang ada bid'ah dalam perang 
dengan tank, dengan peluru, dengan bom, dengan rudal, bukankah orang-orang yang 
berjihad zaman ini sudah termasuk ahli bid'ah?

Bisakah bid'ah menjadi sunnah? Menurut penulis bisa, sunnah kan bisa diciptakan 
siapa saja, ada sunnatullah, ada sunnatu rosul, ada sunnatu khulafaurrosidun, 
ada pula sunnahnya ulama, ada juga sunnah penulis. Apakah pembaca keberatan 
jika penulis bisa menciptakan sunnah? Nabi aja nggak keberatan kok jika umatnya 
membuat sunnah, dengan catatan sunnahnya itu bukan sunnah sebagai hukum, namun 
sunnah sebagai istilah terhadap apa yang dilakukan seseorang secara kontinue. 
Maka bid'ah itu adalah ide baru seseorang atau sunnah seseorang, jadi secara 
otomatis bid'ah itu sama dengan sunnah seseorang, hanya nanti akan dipilah baik 
dan buruk, dan setiap bid'ah yang baik akan dapat pahala, serta pahala orang 
yang mengikutinya, sementara yang buruk akan mendapat dosa, serta dosa dari 
orang-orang yang mengikuti.

Penulis telah menyiapkan landasan yang perlu anda pelajari, jika pemahaman anda 
ingin lebih dalam bisa anda lihat dan pelototi sendiri pada kitab-kitab hadith 
yang saya sebut dibawah ini.

HR ( Hadith Riwayat : ) Muslim, 1691, 4830. Sunan nasai 2507. Ibnu majah, 199, 
200, 201, 202, 203. Musand 18367, 18381, 18404, 18406. Sunan dzarimi 521, 523. 
Shohih ibnu hibban 3377

Masih banyak sebenarnya, dalam perpustakaan dikomputer penulis baru menemukan 
sekitar 50an, dan hadithnya panjang-panjang mungkin akan melelahkan jika 
membaca semuanya, tapi setidaknya akan penulis sampaikan sedikit sebagai bukti, 
bahwa apa yang dilakukan seseorang adalah sunnahnya, apa yang dilakukan Allah 
adalah sunnatullah, apa yang dilakukan nabi adalah sunnah nabi. Sunnah Allah 
dan nabi tentu saja baik, akan tetapi sunnah seseorang selain Allah dan Nabi, 
bisa baik dan bisa buruk, jika baik dan anda mengikuti maka anda dapat pahala, 
pun pencipta perbuatan itu mendapat pahala, akan tetapi jika sunnahnya buruk 
dan anda mengikuti, anda dapat dosa dan penciptanya pun kebagian.

Hadith riwayat imam Muslim nomor 1691 ( inti dalil berwarna merah )
   
  klik disini jika font arabnya tidak terbaca
  http://muallimku.blogspot.com/2008/08/bidah-bidah-yang-menjadi-sunnah.html 

1691 - ÍóÏøóËóäöí ãõÍóãøóÏõ Èúäõ ÇáúãõËóäøóì ÇáúÚóäóÒöíøõ ÃóÎúÈóÑóäóÇ ãõÍóãøóÏõ 
Èúäõ ÌóÚúÝóÑò ÍóÏøóËóäóÇ ÔõÚúÈóÉõ Úóäú Úóæúäö Èúäö ÃóÈöí ÌõÍóíúÝóÉó Úóäú 
ÇáúãõäúÐöÑö Èúäö ÌóÑöíÑò Úóäú ÃóÈöíåö ÞóÇáó ßõäøóÇ ÚöäúÏó ÑóÓõæáö Çááøóåö 
Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó Ýöí ÕóÏúÑö ÇáäøóåóÇÑö ÞóÇáó ÝóÌóÇÁóåõ Þóæúãñ 
ÍõÝóÇÉñ ÚõÑóÇÉñ ãõÌúÊóÇÈöí ÇáäøöãóÇÑö Ãóæú ÇáúÚóÈóÇÁö ãõÊóÞóáøöÏöí ÇáÓøõíõæÝö 
ÚóÇãøóÊõåõãú ãöäú ãõÖóÑó Èóáú ßõáøõåõãú ãöäú ãõÖóÑó ÝóÊóãóÚøóÑó æóÌúåõ ÑóÓõæáö 
Çááøóåö Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó áöãóÇ ÑóÃóì Èöåöãú ãöäú ÇáúÝóÇÞóÉö 
ÝóÏóÎóáó Ëõãøó ÎóÑóÌó ÝóÃóãóÑó ÈöáóÇáðÇ ÝóÃóÐøóäó æóÃóÞóÇãó ÝóÕóáøóì Ëõãøó 
ÎóØóÈó ÝóÞóÇáó { íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáäøóÇÓõ ÇÊøóÞõæÇ ÑóÈøóßõãú ÇáøóÐöí ÎóáóÞóßõãú 
ãöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò Åöáóì ÂÎöÑö ÇáúÂíóÉö Åöäøó Çááøóåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú 
ÑóÞöíÈðÇ } æóÇáúÂíóÉó ÇáøóÊöí Ýöí ÇáúÍóÔúÑö { ÇÊøóÞõæÇ Çááøóåó æóáúÊóäúÙõÑú 
äóÝúÓñ ãóÇ ÞóÏøóãóÊú áöÛóÏò æóÇÊøóÞõæÇ Çááøóåó }

ÊóÕóÏøóÞó ÑóÌõáñ ãöäú ÏöíäóÇÑöåö ãöäú ÏöÑúåóãöåö ãöäú ËóæúÈöåö ãöäú ÕóÇÚö 
ÈõÑøöåö ãöäú ÕóÇÚö ÊóãúÑöåö ÍóÊøóì ÞóÇáó æóáóæú ÈöÔöÞøö ÊóãúÑóÉò ÞóÇáó ÝóÌóÇÁó 
ÑóÌõáñ ãöäú ÇáúÃóäúÕóÇÑö ÈöÕõÑøóÉò ßóÇÏóÊú ßóÝøõåõ ÊóÚúÌöÒõ ÚóäúåóÇ Èóáú ÞóÏú 
ÚóÌóÒóÊú ÞóÇáó Ëõãøó ÊóÊóÇÈóÚó ÇáäøóÇÓõ ÍóÊøóì ÑóÃóíúÊõ ßóæúãóíúäö ãöäú ØóÚóÇãò 
æóËöíóÇÈò ÍóÊøóì ÑóÃóíúÊõ æóÌúåó ÑóÓõæáö Çááøóåö Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö 
æóÓóáøóãó íóÊóåóáøóáõ ßóÃóäøóåõ ãõÐúåóÈóÉñ ÝóÞóÇáó ÑóÓõæáõ Çááøóåö Õóáøóì 
Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó ãóäú Óóäøó Ýöí ÇáúÅöÓúáóÇãö ÓõäøóÉð ÍóÓóäóÉð Ýóáóåõ 
ÃóÌúÑõåóÇ æóÃóÌúÑõ ãóäú Úóãöáó ÈöåóÇ ÈóÚúÏóåõ ãöäú ÛóíúÑö Ãóäú íóäúÞõÕó ãöäú 
ÃõÌõæÑöåöãú ÔóíúÁñ æóãóäú Óóäøó Ýöí ÇáúÅöÓúáóÇãö ÓõäøóÉð ÓóíøöÆóÉð ßóÇäó 
Úóáóíúåö æöÒúÑõåóÇ æóæöÒúÑõ ãóäú Úóãöáó ÈöåóÇ ãöäú ÈóÚúÏöåö ãöäú ÛóíúÑö Ãóäú 
íóäúÞõÕó ãöäú ÃóæúÒóÇÑöåöãú ÔóíúÁñ

Kalau menurut terjemahan saya, man sanna…dst. Barang siapa membuat kebiasaan 
dalam Islam sebuah kebiasaan yang baik, baginya pahala plus pahala tambahan 
dari orang-orang yang melakukan hal serupa setelahnya tanpa mengurangi pahala 
mereka (orang-orang yang melakukan sesudahnya), dan barang siapa membuat 
kebiasaan dalam Islam kebiasaan yang buruk, maka baginya dosa plus dosa 
tambahan dari orang-orang yang melakukan sesudahnya, tanpa mengurangi dosa 
pelaku setelahnya sedikitpun.

Contoh sunnah buruk, dalam pengethuan penulis tentang tafsir, menusia yang 
melakukan pembunuhan pertama adalah qobil, maka sesuai hadith ini qobil berdosa 
dan selalu mendapat dosa ketika ada orang melakukan pembunuhan, maka semakin 
banyak yang melakukan pembunuhan, qobil semakin banyak mendapat dosa. Sementara 
dosa orang yang melakukan tidak berkurang.

Contoh sunnah baik, mengarang tafsir, mengarang fiqh, maka mereka mendapat 
pahala, dan setiap ada yang melakukan akan semakin banyak pahala mereka, contoh 
lain sholat tarawih, hal itu temasuk juga bid'ah, sebab zaman nabi tidak 
teratur seperti itu, soal rokaatnya berapa setiap madzhab boleh memilih, mau 8 
rokaat, 20 rokaat, atau 36 rokaat, di Indonesia orang Muhammadiyah memakai 8 
rokaat, orang NU memakai 20 rokaat, dan sejarah sejak sahabat masjidil haram 
memakai 20 rokaat, hingga beberapa waktu terakhir sampai sekarang berganti 
memakai 8 rokaat, dan yang 36 rokaat penulis belum menemukan pengikutnya.

Demikianlah bid'ah-bid'ah yang menjadi sunnah seseorang, jadi janganlah membabi 
buta, dan berkata setiap bid'ah pasti dlolalah, kalau setiap bid'ah dlolalah 
apakah anda yakin bahwa anda bukan ahli bid'ah, sekolah bid'ah, kuliyah bid'ah, 
apalagi berpartai tentunya lebih bid'ah, tapi semoga saja seperti apapun 
kecintaan anda pada sebuah partai, tidak menjadikan anda beranggapan bahwa 
partai anda itu sebagai agama Islam.

Partai besar pertama dalam Islam menurut penulis adalah partai pendukung Ali 
bin abu tholib yaitu partai Syiah, sebagian dari mereka ada yang tergelincir 
bahwa selain madzhab partainya adalah bukan Islam, Oposisi pertama dalam Islam 
adalah Khawarij yang akan selalu menentang pemerintahan sebelum mereka mengusai 
pemerintahan itu, maka jika ada yang ingin membubarkan NKRI mungkin termasuk 
mengikuti sunnahnya khawarij, Ahlu sunnah waljamaah adalah mereka yang tidak 
berpartai namun tetap menghargai keputusan pemerintahan alias masih menggunakan 
hak pilihnya.

Kemudian lahir partai baru pendukung keluarga Saud, yaitu partai wahabiyah kata 
bebarapa orang ini pengikut sunnahnya khawarij atau bisa disebut khawarij al 
jadidah. Hal demikian bias dilihat betapa wahabiyah akan sangat bermusuhan 
dengan syiah, terlihat seperti menyimpan luka sejarah.

Di Temur Tengah tampak sekali kutub-kutub yang tak akan menyatu dengan diwakili 
oleh Negara-negara arab, Syiah oleh Iran, Wahabi Oleh Saudi, sementara non blok 
oleh Mesir. Bahkan Indonesia menurut penulis punya sikap sangat tepat, semua 
bias hidup tanpa tanpa tekanan partai tertentu serta madzhab yang tertentu, 
rasanya Indonesia pengikut sunnah rosulillah disaat mengendalikan madinah. 
Bahwa perlindungan bukan hanya untuk satu agama, akan tetapi untuk semua 
manusia, dengan catatan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan untuk mengatur 
suatu negara.

Alliem
Cairo, Sabtu 02 Agustus 2008
Kutulis Untuk Bid'ah Hasanah




  Mochammad Moealliem
  http://www.muallimku.blogspot.com or 
http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/
Virtual Islamic Education klik disini
 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke