Dulu, ketika Siti baru diangkat jadi Menteri, saya agak underestimate pada 
figur yang kurang dikenal ini. Tetapi sekarang terbukti, Siti termasuk salah 
satu dari amat sedikit menteri kabinet SBY yang cukup radikal dan berani....

Selamat, bu Menteri!


> From: korandigital <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Saturday, August 2, 2008, 9:18 AM
> Jumat, 01 Agustus 2008 00:01 WIB
> Menkes Tolak Hegemoni Asing

> MAGELANG (MI): Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah
> Supari menyerukan melawan antihegemoni asing melalui bidang
> kesehatan. Karena, kesehatan dinilai sebagai pintu paling
> berbahaya bagi orang asing untuk menguasai suatu bangsa. 
> 
> "Untuk menghancurkan negara dan bangsa, tidak perlu
> menggunakan bom, bisa dengan menyebarkan virus berbahaya.
> Hal itu dapat memusnahkan kehidupan warganya, terutama anak
> muda dan bayi di bawah usia lima tahun," kata Menkes
> pada lokakarya dan konferensi Dewan Kesehatan Rakyat se-Jawa
> Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Magelang, Rabu
> (30/7). 
> 
> Terkait dengan hal itu, Menkes menyebut tiga negara yang
> hancur karena kaum muda dan balitanya menderita karena
> terserang HIV/AIDS. "Maka itu, saya datang ke Magelang
> untuk merangkul seluruh rakyat agar menjadi lebih
> terberdaya," ujarnya. 
> 
> Dengan semakin berdaya, rakyat dapat melindungi diri mereka
> dari hegemoni asing melalui program Desa Siaga. Karena, misi
> Desa Siaga tidak sekadar menyehatkan masyarakat secara
> fisik. Akan tetapi, Desa Siaga juga bertujuan menyehatkan
> perasaan kebangsaan yang sehat, bermartabat, dan berdaulat. 
> 
> "Jadi kita jangan mau diatur orang asing. Jangan mau
> dibodohi karena kita sudah terlalu lama dibodohi," kata
> Menkes. Ia meminta program Desa Siaga digalakan dan akan
> mendorong masyarakat perdesaan menjadi lebih mandiri,
> bermartabat, dan dapat melindungi diri sendiri. 
> 
> Menurut Menkes, selama ini hegemoni asing terhadap bangsa
> Indonesia teramat jahat. Salah satunya dengan adanya US
> Naval Medical Research Unit Number Two (Namru-2) yang telah
> mengintervensi kesehatan bangsa Indonesia. 
> 
> "Padahal ujung-ujungnya Namru-2 lebih banyak
> mudaratnya daripada manfaatnya bagi kesehatan rakyat kita.
> Karena itu, dari awal saya menyerukan supaya Namru-2 diusir
> saja dari bumi Indonesia," tegasnya. 
> 
> Terkait dengan itu, Depkes telah menolak permintaan sampel
> spesimen atau sampel seperti darah untuk penelitian Namru-2.
> "Namun untuk pengusiran Namru-2, selanjutnya masih
> dalam proses administrasi di pihak Departemen Luar Negeri
> (Deplu). Mengenai proses itu, saya sendiri tidak tahu,"
> katanya.(TS/H-2)
> 
> http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MjAyODc=
> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
> Groups "Koran Digital".


      

Kirim email ke