Abu Bakar Ba'asyir : 
Pemerintah Dzolim Jika Menghukum Mati Amrozi Cs 
Wednesday, 30 July 2008

Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Baasyir menilai
pemerintah Indonesia sangat dzolim jika jadi mengeksekusi mati para 
pelaku bom bali I. Hal ini dikarenakan pemerintah memberikan hukuman 
yang tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukan Amrozi Cs.
Pemerintah dianggap hanya melihat kasus tersebut secara kasat mata.

Dimas:
Abubakar Baasyir, Kakeknya si Pitung ini sungguh-sungguh kyai idiot : 
Dalam Islam siapa yang membunuh satu nyawa manusia, sama dengan 
membunuh semua umat manusia. Lha berapa yang dibunuh sama Amrozy Cs? 
Kan Islam yang ngenalin hukum qisas, utang nyawa dibayar nyawa? Lupa, 
Kong Basyir, atau pura-pura pikun? Minum obat, Kong!
       
Padahal menurutnya, pada kasus Bom Bali I semestinya dilihat siapa
sebenarnya yang memiliki bom yang meledak pada waktu itu.
"Semua ahli bom baik dalam maupun luar negeri menyatakan bom yang
meledak dan sampai membunuh banyak orang itu sebenarnya bukan bom
biasa tapi mikronuklir, " katanya dalam sebuah video yang
dipublikasikan lewat internet di situs youtube.com. Video tersebut
tercatat dirilis Sabtu (26/7) oleh seseorang yang menggunakan 
username rofiq1924.
 
Dimas: Imajinasinya melambung amat, segala urusan mikronmuklir; 
memangnya Kong Baasyir tahu mikro nuklir apa?

Abu Bakar Baasyir meragukan bahwa Amrozi Cs dapat membuat bom yang
memiliki daya ledak sebesar itu. Seraya mengutip pernyataan ahli bom
dari Australia yang mengatakan bahwa kalau ada orang yang percaya
bahwa Amrozi bisa membuat bom seperti itu bukan orang bodoh, tetapi 
idiot.

Dimas:
Imam Samudra sendiri sudah mengakui sebagai pelaku Bom Bali, dan dia 
bangga melakukannya. Penyesalan yang dikemukakannya karena ada korban 
dari Indonesia. Lha, pelakunya sudah ngaku membunuh banyak orang, kok 
didiamkan, berarti pemerintah Indonesianya yang dzalim dong, Kong!

Ustadz yang pernah ditahan di dalam penjara karena kasus imigrasi
ini mengaku pernah berdebat dengan pihak kepolisian. "Kalau polisi
percaya Amrozi bisa membuat bom seistimewa seperti itu mestinya 
bukan ditahan tetapi menjadi penasehat militer, dijadikan dosen di 
sekolah militer mengajari untuk membuat bom tersebut," ujarnya.

Abu Bakar Baasyir sepakat jika Amrozi Cs dihukum karena 
kesalahannya melakukan pengeboman yang mengakibatkan kerusakan dan 
luka-luka. Namun, ia tetap tidak percaya jika bom milik Amrozi bisa 
membunuh orang. Abu Bakar Baasyir mencurigai bom yang meledak itu 
milik CIA.

Dimas: Baasyir ini paling hobi nuding-nuding Amerika, dalam rangka 
mengangkat popularitasnya sendiri. Supaya kesannya gagah, musuhan 
sama Amerika, lho!! Phuah...!!
Percaya kagak percaya urusan kowe, Kong. Kalau sudah terbukti di 
pengadilan, ya, vonis. Eksekusi. Habis perkara!!

Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo ini khawatir jika pemerintah 
Indonesia yang tidak takut Allah tapi takut pada George W. Bush ini
nekad mengeksekusi mati Amrozi Cs akan mengakibatkan bala' (bencana
besar) yang ditimpakan oleh Allah SWT. 

Dimas: Heii, Kong Pikun, Amerika, Israel, Cina, Korea, Jepang,  kagak 
takut Allah, kok baek-baek aja. Rakyatnya pada makmur. Indonesia yang 
raja dzikir per kapita, terpuruk aja. Melek, dong!

Menurutnya, Amrozi Cs bukanlah teroris namun justru kontra 
teroris. Mereka merupakan mujahid yang membela Islam dan kaum 
musliminin dari teror AS dan kawan-kawannya, hanya saja langkah 
mereka melakukan pengeboman itu keliru. 

Dimas: Suka-suka lu Kong. Mau kontra teroris, lu aja yang bikin 
istilah. Prekk... Yang penting, trio bomber radikal bisa ko'it 
secepatnya, menghadap Yang Maha Adil, untuk perdamaian Indonesia.

"Kalau tetap nekad mengeksekusi, jangan orang Islam yang ditunjuk
jadi regu tembak eksekusi," ujarnya menasehati Kapolri. Ia
mengkhawatirkan jika orang Islam yang melakukan eksekusi akan
mengakibatkannya murtad karena membunuh seorang pejuang Islam. "Tapi
saya anjurkan mundur saja, jangan nekad mengeksekusi. Saya khawatir
ada bala' dari Allah kalau tetap nekad. Saya sudah memperingatkan! "
pungkasnya.

Dimas : Nasehati diri sendiri aja, Kong. 
Udah bau tanah, jangan menyesatkan pikiran umat. 
Kapolri kok dinasehati; 
Siapa sii luuuu...


Dimas.


Kirim email ke