---------- Forwarded message ----------
From: khamid istakhori <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/7/29
Subject: (Pers Release) GOLPUT : PEMILU 2009 BUKAN PEMILU RAKYAT
To:
mohon maaf bila ada double posting :



*PERS RELEASE*



* " PEMILU 2009 BUKAN PEMILU RAKYAT "*

* " GOLPUT = GERAKAN PERLAWANAN POLITIK RAKYAT ! "*

*  *

*  *

*  *

Golput pada pemilu 2009 menjadi ancaman bagi elit politik! Bayangan
ketakutan yang merebak dihampir semua partai politik besar di Indonesia
terhadap GOLPUT pada pemilu 2009 nanti. Statemen para petinggi partai dan
aparat pemerintah seperti dilansir berbagai media menunjukkan ketertakutan
itu. Misalnya saja Megawati menyatakan orang golput tidak boleh jadi warga
negara Indonesia. Juga, Ketua KPU Abdul Hafiz: 'Golput tidak pernah
melahirkan pemimpin yang baik' (Detik.com <http://detik.com/>, 17/7/08).
Terlihat, para pejabat panik dengat fenomena golput. Mestinya, mereka sadar
bahwa kepercayaan rakyat pada proses demokrasi prosedural tersebut terus
turun.



Ketua MPR dari PKS Ketua MPR Hidayat Nurwahid: 'Golput akan menjadi sangat
kontraproduktif. Sebab, Pemilu menghadirkan anggaran dan sumber daya yang
sangat besar' (Detik.com, 24/7/08). yang menjadi pertimbangan para elit
politik adalah anggaran untuk pemilu yang besar, anggaran tersebut lebih
besar dari pada untuk membiayai gizi buruk yang menimpa anak-anak balita di
seantero republik ini, anggaran tersebut bukannya untuk membantu rakyat
miskin mengurangi beban hidupnya. Akan tetapi akan dihamburkan diantara
mereka partai politik untuk pamer jargon dan adu mencari simpati rakyat.



Kenapa mereka sangat takut terhadap ancaman golput pada pemilu 2009 nanti,
lihatlah hasil pemenang pemilu 2004 dimana golput adalah pemenangnya. Jumlah
pendukung golput *34.509.246*, terdiri dari pemilih terdaftar yang tidak
datang ke TPS 23.551.321, ditambah suara tidak sah 10.957.925. Persentasenya
23,34 persen terhadap total pemilih terdaftar. Jumlah ini lebih besar dari
perolehan parpol pemenang pemilu, seperti Partai Golkar 24.480.757 (16,54
persen), PDI-P 21.026.629 (14,21 persen), dan PKB 11.989.564 (8,10 persen).
Jumlah pemilih terdaftar untuk pemilu legislatif 5 Juli 2004 adalah
148.000.369, sesuai keputusan KPU No 23/2004. Menurut perhitungan manual
yang dilakukan KPU 23 April-4 Mei 2004, jumlah pemilih yang menggunakan
haknya 124.449.038 (83 persen), suara yang sah 113.498.755, dan suara tidak
sah 10.957.925 (8,81 persen). Golput adalah bentuk nyata dari perlawanan
rakyat terhadap model demokrasi yang hanya dikuasai oleh segelintir partai
politik, dan golput akan menjadi satu kekuatan rakyat indonesia terhadap
mesin politik busuk kaum pemilik modal dan antek kapitalis. Karena rakyat
indonesia melihat bahwa pemilu 2009 adalah bukan pemilu rakyat maka golput
adalah jawaban dari bentuk perlawanan rakyat indonesia terhadap rezim yang
mengaku demokratis dan dihasilkan dari pemilu yang anti rakyat.



Dari tiga kali pemilu setelah tergulingnya rezim otoriter militer suharto.
Partai politik menjadi penerus dari kesinambungan agenda neoliberalisme di
Indonesia. Mereka elit politik baik eksekutif dan legislatif seperti
berlomba menunjukan pada tuannya kapitalis bahwa merekalah antek yang paling
hebat, sehingga dengan mudahnya akan mampu mengelabui rakyat Indonesia agar
tidak tahu bahwa bangsa ini sedang dijerumuskan kedalam jurang penjajahan
bentuk baru. Terbongkarnya anggota DPR yang korup, aparat JAKSA yang menjadi
sutradara kasus suap, pemerintah yang menjadi kepanjangan tangan dari para
pemilik modal dan terus menggerogoti agar semua aset milik bangsa ini dijual
dan menjadi milik swasta. Betapa makin sengsaranya kaum buruh dengan
lahirnya kebijakan tentang sistem kerja kontrak dan outsourcing dan
dibarengi dengan kebijakan upah murah.



Bagi Kaum Buruh Indonesia, Setidaknya Sikap Golput menemukan momentumnya
pada pemilu 2009 nanti ketika pada saat itulah puncak kekecewaan dan
kemarahan tertumpah karena semua rezim yang lahir pasca runtuhnya Orde Baru
ternyata tidak memberikan jawaban yang lebih baik atas terpuruknya kondisi
bangsa. Sistem Kerja Kontrak, Outsourcing, Politik Upah Murah, PHK massal,
Undang-undang perburuhan yang lebih tunduk pada pesanan kapitalisme Global
bernama IMF, Word Bank dan rentenir internasional lainnya seakan menjadi
alasan yang sangat tepat bagi buruh untuk untuk menyatakan bahwa PEMILU 2009
bukan pemilu Rakyat,  bukan solusi atas  problem rakyat dan hanya merupakan
konsolidasi politik kaum borjuasi, elit politik penipu rakyat,  maka sikap
GOLPUT dalam pemilu 2009 adalah pilihan yang tepat.



Tetapi sebuah pertanyaan kemudian muncul beriringan dengan lahirnya sikap
tersebut, Benarkah Golput akan menjadi efektif ketika tidak dilakukan secara
terorganisir ? Atau justru munculnya yang gugatan dari banyak pihak yang
menuduh Golput sebagai sikap yang tidak bertanggungjawab. Sebagaimana
dinyatakan dalam Resolusi Kongres II KASBI di Malang Jawa Timur Januari 2008
silam tentang Sikap KASBI pada pemilu 2009 : Bahwa pemilu 2009 adalah bukan
pemilu rakyat karena dari partai politik yang ada adalah partai borjuis atau
para pemilik modal, maka rakyat hanya akan dijadikan alat untuk mencapai
kekuasaan oleh pemilik modal. Maka tidak ada KONTRAK POLITIK dan calo /
Broker Politik dalam Organisasi Massa serta mengajak gerakan rakyat lainnya
untuk membangun front Politik Organisasi Rakyat dalam mengusung Calon
Independen yang lahir dari gerakan rakyat dan mengusung program Anti
Neoliberalisme. Maka, Sikap Golput teroraginisr sebagai awal membangun
kekuatan dan proses de-legitimasi terhadap proses pemilu 2009 menjadi sangat
strategis.



Atas hal tersebut diatas, maka KASBI dan LBH jakarta menyatakan sikap tegas
sebagai berikut :



*1.     **Bahwa Pemilu 2009  bukan pemilu Rakyat, maka kami menolak segala
tahapan pemilu 2009 dan menyatakan bahwa pada pemilu 2009 kami akan menjadi
GOLPUT.*

*  *

*2.     **Bahwa GOLPUT sebagai sikap  politik adalah  bentuk perlawanan kami
terhadap rezim  hasil pemilu yang nyata2 menindas rakyat perlawanan terhadap
pemilu 2009 yang hanya akan melahirkan pemerintahan yang pro modal.*

*  *

*3.     **Mengajak seluruh  elemen rakyat, Buruh dan Serikat Buruh dan
kekuatan pro demokrasi lainnya untuk membangun front politik dan menyatakan
perlawanan melalui GOLPUT yang terorganisir sebagai bentuk perlawanan
politik rakyat.*

*  *

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai upaya seruan membangun
persatuan rakyat untuk melakukan perlawanan politik kepada kekuatan penindas
rakyat yang hari ini ada di pemerintahan dan perlemaen.



Hidup Rakyat tertindas !!!



Jakarta, 29 Juli 2009



*Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI)*

*Lembaga bantuan Hukum (LBH Jakarta)*

*
*





--
*FRONT PEMBEBASAN NASIONAL (FPN)*

Email: [EMAIL PROTECTED]
Sekber: Jl. Pori Raya No. 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Tlp/Fax: 021-4757881


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke