Saya jadi ingat kisah ekspansi tentara Mongol yang ketika itu behasil meluaskan
wilayahnya ke barat hingga ke eropa timur, tetapi ketika mereka ingin meluaskan
wilayahnya ke selatan, ke kepulauan Nusantara, tentara Mongol berhasil dipukul
mundur oleh tentara Majapahit. Kepulauan Nusantara pun gagal dikuasai
kemaharajaan Mongol pada waktu itu.
http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=15237
Olimpiade Fisika, RI Runner Up Dunia
JAKARTA - Para pelajar Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan di
arena internasional. Tim yang berlaga di ajang Olimpiade Fisika Internasional
(IPhO, International Physics Olympic) ke-39 di Hanoi, Vietnam, berhasil
menduduki peringkat kedua dunia di antara 82 negara peserta.
Tim Indonesia membawa pulang dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Indonesia
hanya kalah dari Tiongkok yang kali ini keluar sebagai juara umum. Beberapa
tahun terakhir, Indonesia dan Tiongkok memang selalu bersaing dalam ajang ini.
Pada 2006, Tiongkok harus mengakui keunggulan Indonesia yang kala itu keluar
sebagai juara umum. Saat itu perolehan medali antara Indonesia dan Tiongkok
sama. Tapi, Indonesia unggul karena salah seorang anggota tim, Jonathan Pradana
Mailoa, dinyatakan sebagai yang terbaik di ajang tersebut.
Pada 2007 giliran Tiongkok yang menjadi juara umum, sedangkan Indonesia harus
puas di posisi ketiga. Kali ini, lagi-lagi kedua negara bersaing menjadi yang
terbaik. ''Ini sudah sesuai target. Sejak awal kami hanya menargetkan mendapat
dua emas,'' ujar Yohanes Surya.
Rombongan pelajar cerdas itu tiba di tanah air tadi malam. Mereka mendarat di
Bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat Singapore Airlines. Kedatangan mereka
disambut Dirjen Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) Diknas Suyanto dan
pendiri Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) Prof Yohanes Surya.
IPhO adalah even terbesar di bidang olimpiade fisika dunia untuk siswa
pendidikan menengah. Dalam lomba kemarin, IPhO diikuti 82 negara dengan total
376 peserta. Yohanes Surya pernah mengatakan bahwa level soal di IPhO setara
dengan soal S-2 Fisika.
Menurut Lia Lidya, public relation TOFI, soal teori yang diperlombakan tahun
ini sangat sulit sehingga sebagian besar siswa tidak berhasil menyelesaikan
tes. Sebenarnya, Kevin Winata (pemenang lihat grafis) nyaris meraih penghargaan
the best experiment dengan skor 19,75 dari skor maksimum 20. Tapi, setelah sesi
moderasi, salah satu siswa Taiwan meraih poin sedikit lebih tinggi dari Kevin.
Yang juga membuat prestasi tersebut istimewa, tahun ini kali pertama Yohanes
Surya tak mendampingi langsung anak didiknya. Menurut Lia, Yohanes masih sibuk
mengurus Asian Science Camp yang digelar di Bali 3-9 Agustus mendatang.
Akhirnya, tim yang berlaga pada 20-29 Juli itu didampingi Hendra Kwee PhD, yang
juga alumnus TOFI 1997 dan Yudistira Virgus, alumnus TOFI 2004.
''Hasil ini sangat membanggakan. Ini menunjukkan kalau kualitas siswa di
Indonesia, terutama di bidang fisika, termasuk yang paling maju di dunia,''
kata Dirjen Dikdasmen Suyanto. (ano/nw)
[Non-text portions of this message have been removed]