habib itu kan imigran dari arab yang pengen hidup enak tanpa kerja 
dengan sengaja mengkultuskan diri sebagai turunan nabi.
kesalahannya orang indonesia sendiri yang mau disuruh nyembah - 
nyembah habib..

lihat saja sampai pusat habibnya dipindahin ke indonesia karena 
indonesia paling kondusif untuk dijadikan sapi perah para habib itu.

--- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Habib yang ada kaitannya dengan kelompok Sayid sering disebut-
sebut. Siapakah mereka?
> 
> Sumber:
> 
> http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7b10184825-siapakah-haba039ib-
atau-habib-.htm
> 
> 
> 
> 
> Assalamualaikum
> 
> Pak Ustadz saya mohon anda bisa memberikan penjelasan tentang gelar 
habib atau haba'ib.
> 
> 1. Benarkah Haba'ib atau habib (Saripah = untuk wanita) itu 
merupakan keturunan Rasulullah seperti yang selama ini pernah saya 
dengar?
> 
> 2. Masyarakat di daerah saya sangat mengkultuskan seorang haba'ib. 
Mereka menaruh hormat sekali pada orang yang bergelar haba'ib. 
Misalnya tidak boleh berbicara yang tidak baik, bahkan membantah pada 
haba'ib, nanti bisa kualat. Atau berebut mencium tangan atau 
memeluknya agar mendapatkan barokah.
> 
> 3. Mereka juga percaya bahwa seorang habib itu telah dijamin surga 
oleh Allah SWT. Benarkah demikian?
> 
> Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih atas perhatian anda. Semoga 
Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Amin
> 
> Wassalamualaikum
> 
> Yana
> 
> Jawaban
> Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
> 
> Dari semua informasi tentang habib yang anda sebutkan, yang sudah 
pasti salah dan batil adalah yang terakhir, yaitu kepastian bahwa 
setiap habib pasti masuk surga.
> 
> Kepercayaan ini batil dan sanat fatal kalau sampai dijadikan 
keyakinan. Karena dalam aqidah ahlusunnah wal jamaah, yang makshum 
dan pasti masuk surga hanya nabi dan rasul saja. Karena para nabi dan 
rasul mendapat wahyu dari Allah SWT serta penjagaan ilahiyah, yang 
akan menjadi pengonntrol apabila akan melakukan kesalahan.
> 
> Sedangkan keluarga nabi baik isteri beliau maupun anak dan 
menantunya tidak mendapat wahyu, maka tidak mendapatkan penjagaan 
ilahiyah. Maka mereka tidak makshum. Dan karena tidak makshum, maka 
tidak ada jaminan untuk masuk surga.
> 
> Kecuali Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu yang secara pribadi, 
bukan anak keturunannya, telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW sebagai 
salah satu dari 10 orang shahabat yang dib eri kabar gembira akan 
masuk surga.
> 
> Menghormati Ahlul Bait
> 
> Menghormati dan memuliakan ahlul bait, memang tidak salah bahkan 
diperintahkan oleh Al-Quran.
> 
> Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan 
bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan 
dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-
Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari 
kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. 
Al-Ahzab: 33)
> 
> Namun yang menjadi masalah, siapakah yang dimaksud dengan ahlul 
bait? Apakah isteri-isteri nabi ataukah Ali, Fatimah, Hasan, Husein 
dan anak keturunannya?
> 
> Kalau kita baca ayat di atas, lafadz ayat itu ditujukan kepada 
isteri-isteri nabi SAW. Mereka diminta untuk menetap di dalam rumah, 
tidak berhias, shalat, zakat dan mentaati Allah dan Rasul-Nya.
> 
> Lalu apakah para habaib itu termasuk ahlul bait? 
> 
> Ada sekian banyak versi jawaban. Ada yang membenarkan dan ada juga 
yang menolaknya.
> 
> Buat mereka yang membenarkan, maka para habaib dan syarifah itu 
kemudian diperlakukan sedemikian rupa, yang intinya ingin memberikan 
penghormatan. Bahkan terkadang sampai terlewat lalu mengklaim 
merekasebagai makshum dijamin masuk surga.
> 
> Kalau sekedar menghormati dalam arti mencium tangan dan 
memuliakannya dengan memberi hadiah, rasanya masih bisa ditolelir. 
Karena untuk budaya sebagian masyarakat tertentu, mencium tangan 
orang dimuliakan memang sering kita lihat. Lagian tidak ada nash yang 
melarang kita mencium tangan orang yang kita muliakan dan kita cintai.
> 
> Akan tetapi kalau sudah sampai mengkultuskan habaib dan syarifah, 
seolah-olah mereka itu tidak mungkin melakukan dosa dan pasti masuk 
surga, maka cara berpikir seperti ini sesat dan menyesatkan. Dan para 
habaib sendiri juga menentang cara berpikir seperti ini.
> 
> Habaib dan Betawi
> 
> Budaya memuliakan para habaib akan lebih terasa di kalangan betawi. 
Sampai bekas minum mereka pun dianggap ada keberkahkahannya. 
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
> 
> Penyebabnya sederhana saja. Sejak dahulu orang betawi punya pola 
hidup yang agak berbeda dengan suku lain. Mereka sangat dekat dengan 
ajaran Islam dan para pengajar agama. Kebetulan di masa lalu, para 
pengajar agama adalah para habaib itu. Masjid Kwitang dan madrasah 
Jamiat Khair Tenabang adalah situs yang bisa disebut sebagai sumber 
pengajaran agama Islam bagi orang betawi. Dan keduanya dipimpin oleh 
para habaib.
> 
> Jadi ketika orang betawi mencium tangan habib bolak-balik, mereka 
sedang menghormati guru mereka. Karena berkat guru itulah mereka jadi 
kenal agama Islam. Dan ajaran menghormati guru memang sangat kuat dan 
lekat.
> 
> Pola pandang seperti ini sebenarnya sah-sah saja. Di mana-mana 
murid memang harus hormat dan memuliakan gurunya.
> 
> Yang jadi masalah adalah kesalah-kaprahan orang di zaman sekarang 
yang memandang semua habib pasti orang berilmu dan berhak menjadi 
guru. Yang benar adalah bahwa sebagian dari habaib itu memang ada 
yang punya ilmu agama yang luas dan mendalam, tetapi sebagian 
besarnya justru tidak pernah belajar agama. Mereka adalah orang bodoh 
yang tidak punya ilmu tapi mengandalkan kehabiban dan keawaman umat 
saja. Akibatnya, banyak umat yang terkecoh dengan masalah ini.
> 
> Maka bila seorang habib memang ahli dalam ilmu syariah, katakanlah 
doktor di bidang ilmu syariah, atau ilmu hadits, atau ilmu tafsir, 
punya karya yang banyak, wajar bila kita hormati beliau dan kita 
muliakan. Ekspresi rasa hormat pun tidak harus dengan cara-cara yang 
aneh, seperti minum dari gelas bekas minumnya. Atau mencium tangannya 
bolak-balik. Tapi hormatilah mereka sebagaimana umumnya kita 
menghormati para ustadz, guru dan ahli agama.
> 
> Habib di Wikipedia 
> 
> 
> Kalau kita buka wikipedia, kita akan menemukan informasi bahwa 
Indonesia merupakan negeri muslim terbanyak yang terdapat habib yaitu 
sebanyak 2 juta, sedangkan yang masih hidup 1, 2 juta. Sementara di 
seluruh dunia tercatat 20 juta habib (muhibbin) yang terbagi 114 
marga.
> 
> Hanya keturunan laki-laki saja yang berhak menyandang gelar habib. 
Organisasi yang melakukan pencatatan para habib ini adalah ar-
Rabithah yang semula berpusat di Hadramaut, tempat di mana 80 
keluarga habib semula berhijrah dari kota Mekah.
> 
> Sekarang ar-Rabithah telah memindahkan pusat kegiatannya di Tanah 
Abang, Jakarta, karena Indonesia, negara yang terbanyak memiliki para 
habib. Salah satu di antara pengurusnya adalah Habib Rizik Syihab, 
pimpinan FPI (Front Pembela Islam).
> 
> Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi 
wabarakatuh, 
> 
> Ahmad Sarwat, Lc
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke