Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah , padahal 
mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama 
mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah 
yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.. QS9:13

 Perjanjian "Dihianati", Kedamaian Muslim Moro Hanya Ilusi

Hidayatullah.com—Kedamaian kaum Muslim di enam provinsi otonom di wilayah 
selatan Mindanao, nampaknya masih terus tak ada kejelasan.  Setelah
hari Ahad (3/8), pemerintah dan kaum Muslim Moro menyepakati perjanjian
masalah wilayah dan hak otonomi Muslim, tiba-tiba, Mahkamah Agung
Filipina, hari Senin (4/8), membatalkan penandatanganan perjanjian
tersebut. 
Semula perjanjian damai ini disepakati sebagai upaya pemerintah untuk 
mengakhiri perseteruan berdarah di daerah tersebut.  
Perjanjian yang disepakati bulan lalu itu  berisi perluasan enam provinsi 
otonom mayoritas Muslim di wilayah selatan Mindanao.  
Rencananya,
pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) akan
menandatangani perjanjian tersebut, Selasa (5/8) besok di Malaysia. Akan 
tetapi, rencana itu menimbulkan protes dari kelompok mayoritas.
MILF
telah melakukan “perlawanan” selama puluhan tahun di kawasan ini.
Seorang juru bicara presiden Jesus Dureza mengatakan tidak akan ada
penandatangan hari Selasa, walaupun penghentian itu dilaporkan
sementara.
Sejumlah
masalah masih harus diselesaikan, walaupun perjanjian itu dianggap
sebagai terobosan untuk menghentikan konflik yang telah menelan sekitar
seratus ribu orang.
Midaz
Marquez, juru bicara lembaga peradilan tersebut mengatakan, Mahkamah
Agung memutuskan untuk menunda setelah sejumlah politisi kelompok
mayoritas di Provinsi Cotabato Utara menentang penandatanganan tersebut
karena pemerintah tidak menjelaskan isi perjanjian. Politisi kotaZamboanga, 
misalnya, mengajukan petisi serupa.  
Kelima
belas hakim Mahkamah Agung secara bulat memerintahkan kelompok politisi
mayoritas dan pemerintah untuk menjelaskan argumen mereka pada tanggal
15 Agustus mendatang. Sementara itu, Jaksa Agung diminta untuk
menyerahkan salinan perjanjian tersebut.  
"Mahkamah
akan mencari permasalahan sesungguhnya sebelum menjatuhkan keputusan.
Jadi, kami saat ini memilih bersikap status quo," ungkap Marquez dalam
konferensi pers.  
Selama ini, Muslim Moro sering dipojokkan  melakukan
pelatihan dan selalu dihubungkan dengan Al-Qaidah atau Jamaah
Islamiyah, meski, mereka berkali-kali melakukan bantahan. 
Sebagaimana
diketahui, kaum Muslim Moro telah berperang selama 469 tahun untuk
menjaga keimanan dan identitas mereka serta merebut kemerdekaan mereka
yang terampas. Kaum Muslim di bagian Selatan Filipinadengan mayoritas
pemeluk Islam ini sejak 1972 menuntut kemerdekaan dan ingin menentukan
sendiri nasibnya. Namun, pemerintah setempat menjawabnya dengan
senjata.  Sudah
ratusan masjid hancur oleh serangan militer, ribuan kaum Muslim jadi
korban. Menurut catatan, lebih dari 120.000 umat Islam telah menjadi
korban. Dengan pembatalan sepihak ini, janji damai bagi umat Islam
untuk mendapatkan “tanah air Bangsa Moro” yang damai, mungkin hanyalah
sebuah ilusi. [cha, berbagi sumber/www.hidayatullah.com]


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke