Protes Keputusan Pemerintah, Warga Hindu Blokade Muslim Kashmir
Selasa,  5 Agu 08 12:12 WIB


Sebuah desa utama di wilayah Kashmir yang dihuni warga Muslim
terancam kekurangan bahan makanan akibat blokade yang dilakukan warga
Hindu di kawasan Jammu, selatan India. Warga Hindu di Jammu,
menghentikan truk-truk yang membawa berbagai bahan makanan di sepanjang
jalan utama menuju Kashmir, satu-satunya jalan penghubung antara
wilayah Kashmir dengan wilayah India.
Akibatnya, menurut Rafi Ahmad-pejabat Kamar Dagang dan Industri
Kashmir-ratusan truk yang membawa buah-buahan dari wilayah Kashmir juga
tidak bisa keluar dan antri di sepanjang jalan selama berhari-hari.
Para petani mengeluhkan produksi buah-buahan mereka yang seharusnya
dipasarkan ke New Delhi, menumpuk dan akhirnya rusak akibat blokade
tersebut.
Warga Hindu Jammu melakukan blokade sebagai protes atas keputusan
pemerintah negara bagian itu yang mencabut perintah agar disediakan
sebidang tanah di Kashmir, untuk membangun tempat penginapan bagi para
peziarah Hindu yang setiap tahun berkunjung ke Kashmir.
Kasus tanah itu sempat memicu aksi protes warga Muslim. Mereka khawatir
pemberian tanah itu sebagai agenda tersembunyi untuk menempatkan warga
Hindu di wilayah yang didominasi Muslim itu.
Pemerintah India merespon keluhan warga Muslim Kashmir dengan janji
akan mengakhiri blokade tersebut. Pejabat pemerintah Kashmir, S.S.
Kapur mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat blokade itu
dan akan meminta bantuan dari aparat keamanan untuk memulihkan kembali
kelancaran di jalan-jalang penghubung antara India-Kashmir agar
kendaraan-kendaraan yang membawa persediaan bahan makanan bisa lewat
dengan bebas.
Sementara itu, toko-toko, sekolah dan kantor-kantor di Srinagar dan
kota-kota lainnya di Kashmir, tutup akibat berlangsungnya aksi unjuk
rasa yang memprotes serangan terhadap warga Muslim di Jammu. Terkait
aksi protes itu, polisi memberlakukan tahanan rumah terhadap pemuka
Muslim Syed Ali Geelani, yang menggalang aksi solidaritas bagi warga
Muslim yang menjadi korban serangan kalangan Hindu ekstrim di Jammu.
Kelompok-kelompok Hindu ekstrim itu mengancam dan menyerang rumah-rumah
warga Muslim, sebagian rumah bahkan dibakar. Mereka juga menyerang dan
merusak sejumlah gedung-gedung pemerintahan. Akibat aksi-aksi kekerasan
ini, militer India mengerahkan personelnya ke Jammu. Polisi India
memberlakukan jam malam, tapi aturan jam malam itu juga tidak
dipedulikan kelompok-kelompok Hindu yang marah.
Tokoh-tokoh Muslim mengkritik polisi India yang dianggap tidak serius
menerapkan peraturan jam malam. "Jam malam di Jammu cuma kebijakan
palsu, karena kelompok-kelompok Hindu fanatik masih bebas melakukan
kekerasan terhadap warga Muslim, " kata pemuka Muslim, Yasin Malik.
(ln/iol)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke