http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8416


*TNI AL LATIHAN SAPU RANJAU DI SELAT MADURA*

Surabaya - *Komando Armada RI Kawasan Timur** (Koarmatim) *menggelar
kegiatan dengan sandi "Latihan Penyapuan Ranjau II/08" di Selat Madura
hingga 8 Agustus mendatang.

"Latihan ini digelar guna menjamin keamanan Alur Pelayaran Barat Surabaya
(APBS) hingga perairan Ujung Pangkah, Gresik dari bahaya ranjau dan bahan
peledak lainnya," kata Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful
dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Surabaya, Sabtu.

Daerah latihan meliputi Pangkalan Surabaya, APBS, Laut Jawa, Ujung Pangkah
dan Gresik. Berdasarkan peta pelayaran internasional dari Dinas Hidrografi
TNI-AL, di perairan tersebut diduga masih terdapat sejumlah ranjau laut.

"Ranjau yang ada di Selat Madura ini merupakan peninggalan Perang Dunia II
yang disebar oleh Sekutu. Ranjau itu pada umumnya sudah terbenam lumpur
sampai kedalaman tiga meter di bawah dasar laut. Ranjau-ranjau tersebut
sebagian besar sudah diledakkan oleh Satgas Saber (sapu bersih) Koarmatim,"
katanya.

Menurut dia, umumnya, ranjau-ranjau sisa Perang Dunia II tersebut sistem
pemicu ranjaunya sudah tidak berfungsi, namum bahan peledaknya masih sangat
berbahaya karena bahan peledak bersifat stabil dan tidak rusak oleh waktu.
Jika terkena tumbukan pada saat pamancangan tiang untuk jembatan atau
penjangkaran di laut, dapat meledak.

"Berdasarkan data yang ada, Satuan Kapal Penyapu Ranjau (Satran) Koarmatim
yang menggelar Operasi Saber Ranjau di Selat Madura pada tahun 2005 berhasil
meledakkan 24 ranjau dan sebelumnya berhasil meledakan 56 buah ranjau,"
katanya.

Personel yang terlibat dalam kegiatan latihan kali ini terdiri atas satu tim
Satuan Pasukan Katak (Satpaska) Koarmatim, satu tim penyelam Koarmatim, satu
tim Hidros TNI AL, kapal penyapu ranjau, KRI Pulau Rupat-724, Dinas
Kesehatan dan Lantamal V Surabaya.

Materi latihan meliputi, pencarian dan penentuan titik ranjau dan pemasangan
batas, pemasangan alat deteksi dan kalibrasi alat, pengamatan, deteksi,
demolisi, dan pelepasan alat.

Dengan latihan ini, diharapkan dapat tercapai kerjasama antar unsur terkait
dalam operasi tindakan penjinakan ranjau dan keamanan perairan APBS hingga
Ujung Pangkah, Gresik dari bahaya ranjau dan bahan peledak lainnya,"
ujarnya.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke