*Drs. KH Hasyim Afandi*
*Tiada Maaf Bagi Koruptor*
*Senin*, 30 Juni 2008 lalu Komisi Pemilihan Umum Daerah Temanggung
mengesahkan penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah Temanggung. Hasilnya,
pasangan Hasyim Afandi-Budiarto memenangkan kompetisi demokrasi lokal di
Temanggung.
Kalau tidak ada aral melintang, pasangan Bupati dan Wakil Bupati
terpilih ini akan dilantik 28 Juli 2008 mendatang. Hasyim dan Budiarto akan
menjalankan mandat memimpin Temanggung hingga 2013.
"Program awal saya dalam 100 hari adalah rekonsiliasi dan konsolidasi
birokrasi. Semua pejabat akan saya nol-kan dari unsur-unsur blok. Tidak ada
bloknya Pak Sarjono, Pak Totok dan Pak Irfan. Yang ada hanya satu, yakni
blok kerakyatan. Semua pejabat Pemda Temanggung harus bekerja untuk
rakyat,"kata Hasyim meyakinkan.
Saat musim kampanye lalu, Hasyim Afandi sudah banyak berbicara mengenai
masa depan Temanggung beserta program-programnya. Bagaimana pendapat Hasyim
setelah ia terpilih menjadi Bupati Temanggung 2008-2013?
Berikut petikan wawancara eksklusif *Agung Dwi Hartanto* dari *Stanplat
* Hasyim Afandi 4 Juli 2008 lalu di kediamannya, Danurejo Kedu.
*Apa kesan yang Anda rasakan dengan hasil Pilkada kali ini?*
Semua kandidat punya tujuan baik untuk kemajuan Temanggung. Kemenangan
saya tidak mutlak. Ini sebagai bukti bahwa Temanggung bukan milik saya dan
para pendukung saya, melainkan milik kita semua. Karena itu saya mengajak
segenap potensi yang ada untuk mewujudkan kemajuan dan kebaikan itu.
Kepada semua pihak; para birokrat di jajaran Pemda Temanggung, termasuk
Pak Bambang Sukarno, Pak Irfan, Pak Fuad, Pak Setyo Adji saya ajak
bersama-sama membangun Temanggung.
*Langkah awal setelah Anda dilantik?*
Seratus hari pertama dengan program awal rekonsiliasi, konsolidasi dan
wawasan pembangunan. Saya juga akan menciptakan suasana nyaman untuk bekerja
membangun Temanggung. Koordinasi menjadi kata kunci. Selain itu, kita harus
menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih dengan model* *keterbukaan,
partisipasi, dan pertanggungjawaban bersama.
*Apa yang Anda lihat secara umum dari persoalan Temanggung? Bagaimana
solusinya?*
*Pertama*, masalah SDM. Ini menjadi penentu utama. Jawabannya
rekonsiliasi. Dengan rekonsiliasi, berbagai SDM yang berserak dapat kita
himpun.
*Kedua*, masalah dana. Untuk itu kita butuh mitra. Mitra itu bisa
berupa investor atau badan swasta yang lain. Kita terlalu kecil dan lemah
untuk mengandalkan diri sendiri.
*Ketiga*, metode kerja. Kita tidak akan menerapkan menejemen lama.
Dalam manajemen lama bupati terdahulu sering terjadi bagi-bagi wewenang.
Seolah-olah dengan begitu masalah metode kerja selesai. Bupati, jangan hanya
berfungsi sebagai komandan, melainkan bersama-sama bergerak dengan
bawahannya. Kebersamaan di sini tidak harus "bersama-sama" tapi bekerjasama
dalam bentuk jalinan yang kokoh di antara semua lini.
Masalah lain adalah lingkungan hidup. Kita bisa lihat Sumbing Sindoro
itu kritis. Tiap musim penghujan banjir dalam satu tahun itu membawa kurang
lebih 6 ribu ton tanah subur. Bisa bayangkan 20 tahun yang akan datang,
sumber air itu akan kering. Kalau itu terjadi maka sawah-sawah yang ada di
bawah akan juga kering. Yang tadinya bisa panen dua kali hanya bisa panen
sekali. Duapuluh tahun itu bukan waktu yang lama. Kalau tidak segera
diatasi, kondisi temanggung bisa kering kerontang.
*Bagaimana dengan daerah Temanggung yang masih tertinggal?*
Gambarannya, kami akan membawa Temanggung ibarat sebuah konvoi. Kita
akan menuju titik tujuan bersama 700.000 jiwa lebih rakyat Temanggung. Ini
sebuah konvoi besar. Karena perjalanan sangat jauh, harus pakai perbekalan,
peralatan dan kendaraan.
Perjalanan konvoi ini bukan ditentukan oleh mereka yang sudah bisa
berjalan cepat, melainkan yang berjalan paling lambat, paling belakang. Nah,
kemajuan Temanggung bukan ditentukan oleh daerah yang sudah maju, melainkan
oleh daerah-daerah yang belum maju, terutama Temanggung utara.
Daerah tertinggal akan kita jadikan prioritas, tentu tanpa bermaksud
mengesampingkan daerah lain. Prioritas ini tujuannya untuk mendapatkan porsi
lebih dengan mempermudah akses pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Ini
tidak gampang. Mungkin sampai 2010 pekerjaan ini belum selesai penuh.
Pendidikan ini adalah kunci bagi daerah tertinggal ini. Konflik-konflik
di daerah sebenarnya bukan dipicu oleh perbedaan golongan, agama dan
sebagainya, melainkan oleh rendahnya pendidikan yang memungkinkan orang
analisis yang dangkal, kesadaran, keterbukaan, dan wawasan luas.
*Membangun kesadaran adalah hal yang paling sulit dilakukan. Caranya?*
Keterbukaan dan komunikasi. Jangan pelit dengan informasi di jaman
keterbukaan sekarang ini. Apapun harus disampaikan supaya rakyat tahu
persoalan. Masalah Temanggung adalah masalah bersama. Nanti bagian Humas
atau Informasi dan Komunikasi akan menjadi garda depan dalam hal ini. Harus
diingat, membangun kesadaran itu tidak cukup lima tahun. Namun harus kita
mulai sekarang. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Perjalanan seberapapun
jauhnya dimulai dari langkah pertama bukan?
* Hasyim Afandi: Lahir di kampung Besaran Parakan 1 Juli 1946. Lulus
dari Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Kalijaga Yogya, 1971. Pernah menjabat
sebagai YMT Kasubsi Lembaga Dakwah (1978.Pj Kasie Penais (1979), Kasi Penais
(1980), Pjs Kasie Urais 1986), Kasie URais (1989), Kasubag TU (1991).
Setahun kemudian menjabat sebagai Kakandepag Kabupaten Magelang merangkap
menjadi YMT Kakandepag Kabupaten Purworejo.Dosen di UNNU Temanggung. Anggota
FKP DPRD Kabupaten Temanggung periode 1987-1989. Bupati Magelang 1999-2004.
Ketua MUI Temanggung 2006-2011. Penasehat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia
Temanggung (2006-2011). Bupati Temanggung 2008-2013. *
*Anda optimis dengan target visi-misi tersebut untuk lima tahun ke
depan?*
Misi saya bersatu untuk maju dan sejahtera. Sampai kapan suatu
masyarakat itu mencapi titik kemajuan? Tidak ada titiknya. Maju adalah
sebuah dinamisasi. Maju bukan kata benda, melainkan kata sifat. Demikian
pula dengan sejahtera. Artinya kebutuhan jasmani dan rohani tercukupi.
Sampai kapan tercukupi? Oleh karena itu apakah visi-misi akan tecapai dalam
5 tahun ke depan? Jawaban saya, "ini sebuah proses".
*Tapi setidaknya ada indikator untuk melihat kemajuan kan
*
Indikatornya pendapatan masyarakat naik. Kalau sekarang pendapatan per
kapita Rp 250 ribu per bulan, bisa dinaikkan. Hitungan saya, dalam 5 tahun
ke depan pendapatan 700 ribu rakyat Temanggung mencapai rata-rata Rp 480
ribu perbulan. Katakan saja, untuk mencapai Rp 500 ribu itu kita harus
memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 71%.
Nah, salah satu caranya, kita akan sinergi dengan strategi
mengurangi *cost
*(biaya) hidup. Misalkan sekolah yang gratis atau setidaknya biaya murah.
Jika *cost *ini turun, pendapatan naik, efeknya positif; artinya
kesejahteraan tercapai. Oleh sebab itu Temanggung harus terbuka dan
'tersenyum' untuk menarik para pemodal. Tapi syaratnya harus kerja keras dan
anti korupsi.
*Menarik, Anda Seorang Bupati berani teriak lantang korupsi. Bagaimana
sih cara memberantasnya?*
Ya. Ini adalah komitmen program 100 hari saya dan wakil. Caranya
bermacam-macam. Pertama akan saya lakukan dengan pesan. Bahasa sindiran yang
akan saya pakai bagi pejabat di lingkungan Pemda kira-kira begini; "hai,
hati-hati dengan korupsi. Serapat-rapatnya menutup korupsi pasti
*konangan *juga.
Apa yang kita dapatkan dan kita makan itu memiliki konsekuensi di akherat
kelak. Kalau yang dimakan haram, neraka tempatnya."
Tapi tak cukup dengan itu. Manajemen pengelolaan birokrasi modern harus
dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat. Karena itu nanti Wakil Bupati
akan saya beri sepertiga kewenangan untuk pengawasan bersama dengan Badan
Pengawas Daerah dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Lebih penting dari itu, harus ada keteladanan. Kami akan menciptakan
budaya malu korupsi. Di sini peranan sang atasan sangat penting. Budaya malu
korupsi ini akan menjadi kemajuan penting dalam pemberantasan korupsi. Kalau
orang sudah tak malu korupsi apa beda kita dengan binatang? Yang membedakan
kita dengan binatang adalah rasa malu.
Bagi saya, penyebab utama korupsi itu bukan kesulitan ekonomi,
melainkan moral. Kalau moral sudah terdegradasi orang lantas tidak punya
malu. Akibatnya, nilai humanismenya anjlok.
*Siap menindak tegas anak buah yang korupsi?*
Jelas. Saya akan serahkan ke penegak hukum. Jangan harap saya akan
menolong. Tiada maaf bagi koruptor.
*Sekarang ini masyarakat gampang mengkritik terhadap pejabat. Anda siap
dengan kritik-kritik mereka? *
Jangan menunggu akhir jabatan. Kritik dan saran sampaikan kepada saya
saat ketemu di manapun. Saya ini didorong maju menjadi Bupati tiada tujuan
materi, melainkan cita-cita untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat
Temanggung. Sejauh kritik itu membangun dan tidak *wts*, alias *waton
suloyo, *saya terbuka menerimanya
hehe
. Jadi, saat ada yang melenceng dalam
tujuan itu, saya sangat senang jika ditegur.
*Saat Maju pencalonan banyak yang mendukung Anda. Bahkan banyak biaya
kampanye hasil sumbangan. Apakah tidak akan ada balas budi untuk para
pendukung baik dari Partai Pengusung maupun relawan?*
Richard Nixon, pernah bilang saat dia menjadi presiden Amerika Serikat;
*my loyalty to party ends where my loyalty to country begins*. (Loyalitasku
untuk partai sudah berakhir, saatnya loyalitasku untuk negara-*red*).* *
Saya akan seperti itu. Kalau sudah menjadi bupati itu otomatis menjadi
milik rakyat yang mendapat amanat untuk mengurus rakyat, bukan mengurus
pendukungnya sendiri. Sejak awal saya nyatakan, tidak ada kontrak politik
tertentu baik kepada partai, golongan maupun tim sukses. Sampai sekarang
tidak ada yang meminta upah. Mereka bekerja dan menyumbang biaya kampanye
dengan ketulusan, bukan dengan kontrak politik atau kontrak bisnis. Sekali
lagi, tujuan saya hanya untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Temanggung.
Doakan
..
*Terimakasih. Selamat bekerja.* (Sumber, tabloid Stanplat Temanggung,
Juli 2008)
*HASYIM AFANDI, BUPATI TEMANGGUNG, Harus Jadi Orang Generalis**
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ragam/hasyim-afandi-bupati-temanggung-harus-jadi-orang-gene-3.html
*
Wednesday, 06
August 2008 [image: Image]BUKU menjadi sumber referensi Hasyim Afandi
memimpin Kabupaten Temanggung." Sebagai pemimpin, saya diharuskan menjadi
seorang generalis,"ucapnya.
Temanggung, Jawa Tengah punya bupati baru. Dialah Hasyim Afandi yang pernah
menjadi Bupati Magelang.Bersama pasangannya, Budiarto, dia meraih kemenangan
dalam pilkada langsung yang pertama digelar di kabupaten penghasil tembakau
terbesar ini.
Setelah menjadi pemimpin Temanggung, Hasyim mengaku membutuhkan banyak buku
sebagai referensi kebijakan,pengetahuan umum,dan politik yang
memadai.Semuanya untuk menunjang kinerjanya sebagai pemimpin
birokrasi,rakyat,dan menjadi administratur publik yang baik.
"Sebagai pemimpin,saya diharuskan untuk menjadi seorang generalis.Pemimpin
itu bukan orang yang spesialis. Saya harus mengetahui setiap persoalan yang
ada di masyarakat,kemudian merumuskannya menjadi sebuah kebijakan,"ujarnya.
Alhasil,untuk menjadi seorang generalis, jebolan IAIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta pada 1971 ini sangat membutuhkan bacaan umum yang memuat banyak
pengetahuan.
Wajar jika Hasyim merasa berat memanggul beban amanah yang diberikan
masyarakatTemanggung kepadanya.Apalagi banyak orang menganggapnya bisa
membawa keajaiban di Temanggung. Bagi mereka, begitu Hasyim terpilih maka
jalan-jalan desa yang berlubang segera diganti dengan aspal mulus. Ataupun
saluran irigasi yang bocor di sana-sini, segera bisa mengairi sawah kembali.
"Saya ini diharapkan banyak orang untuk bisa membuat mukjizat di Temanggung.
Sepertinya, dalam satu atau dua hari setelah saya memimpin perubahan besar
akan terjadi. Semua jalan bisa teraspal mulus, irigasi bisa lancar
kembali,kesejahteraan bisa terwujud,"tuturnya.
Padahal, sambung dia, dengan topangan ekonomi pertanian seperti di
Temanggung ini,sangat sulit untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan
cepat.Dengan keadaan basis ekonomi pertanian sekarang ini,Hasyim menyebut
perlunya pertumbuhan ekonomi 7,1% untuk bisa hidup dalam standar kebutuhan
hidup layak (KHL). "Ini bahkan angka yang mustahil, karena pertumbuhan
ekonomi paling bagus dengan basis ekonomi pertanian paling tinggi
7%,"ujarnya.
Hasyim menegaskan, posisinya berada pada realitas. Sebaliknya, hal yang
menjadi harapan masyarakat tadi bisa jadi hanya terjadi di tataran ide."Ini
beban berat,dan harus bekerja keras. Saya harus menghadapi banyak orang yang
over expectation terhadap saya,"ucapnya serius.
Menjadi bupati di masa sesudah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) menjadi
beban yang mahaberat. Hasyim menegaskan, saat ini rakyat sedang berada dalam
kondisi sulit. Artinya,kondisi mereka pascakenaikan harga BBM sangat sulit.
"Sebagai pimpinan saya wajib berusaha mengurangi beban rakyat,"katanya.
Caranya? Hasyim memprioritaskan pengurangan pada live cost.
Pertama, anggaran pendidikan harus dinaikkan, dari sekarang 11, 5% secara
bertahap harus menjadi 20%.Otomatis ini bisa mengurangi beban orangtua dalam
menyekolahkan anaknya. Dengan biaya sekolah yang terjangkau, maka sekolah
dari SD,SMP,sampai SMA tidak lagi menjadi beban.Dengan begitu, orangtua bisa
memikirkan kebutuhan lain. Kedua, biaya kesehatan. Masyarakat harus bisa
berobat dengan murah karena kesehatan adalah salah satu hak dasar rakyat.
"Saya pikir pendidikan dan kesehatan adalah layanan dasar yang harus dapat
diakses masyarakat. Jika dua hal ini terpenuhi, paling tidak beban rakyat
akan berkurang," ucapnya yakin. Sedangkan dalam bidang pertanian, Hasyim
mengibaratkan membangun Temanggung tanpa memperhatikan sektor pertanian sama
seperti nakhoda yang tidak melihat arah.
Kabupaten ini hidup dari pertanian, yaitu pada saat yang sama kabupaten ini
juga mengalami masalah besar dalam dunia pertanian. Pertama infrastruktur
pertanian.Irigasi di Temanggung tidak mungkin bisa diperbaiki dengan dana
APBD. "Bisa saja dana alokasi khusus dari pemerintah pusat,saya akan
berusaha mendapatkannya," janji Hasyim.
Berikutnya, sambung Hasyim, harus ada integrated farming, pertanian yang
terintegrasi dengan dunia bisnis. Dengan konsep ini, secara bertahap harus
dikembangkan agroindustri kemudian agrobisnis. Hasil pertanian harus
mendapat added value.
"Kegiatan pertanian harus dilakukan secara on farm dan off farm harus
berjalan secara simultan,"tandasnya. Usai hiruk-pikuk pilkada, Hasyim
menegaskan, dirinya sudah milik masyarakat Temanggung. Dia mengutip kalimat
Presiden AS Richard Nixon, "My loyality to party end,my loyality to country
begin". "Saya ingin seperti itu,"tegasnya.
Pengalaman Pimpin Magelang Jadi Modal Berharga
MENJADIbupati bagi Hasyim Afandi bukan kali pertama saja. Jabatan bupati di
Temanggung periode 20082013 seakan mengulangi jabatan yang sama di
Kabupaten Magelang empat tahun lalu. Kala itu, Hasyim menjadi bupati
Magelang pada periode 19992004.
Profil dan performa Hasyim Afandi inilah yang diyakini banyak menyedot
simpati masyarakat Temanggung saat pilkada beberapa waktu kemarin.
"Masyarakat melihat, waktu Pak Hasyim memimpin Magelang. Beliau tidak pernah
melakukan hal-hal yang merugikan rakyat. Dia berhasil memimpin dengan bersih
dan bertanggung jawab. Profilnya merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat
Temanggung sekarang," ujar Dien Samsudin, sekretaris tim suksesnya waktu
itu.
Di waktu luangnya, Hasyim menghabiskannya untuk membaca. Minat dan
perhatiannya pada buku besar. Di rumahnya, ada ribuan koleksi, hampir semua
jenis buku, mulai pengetahuan umum, agama bahkan kitab-kitab khasanah
pemikiran islam klasik. Hasyim membuat tempat khusus untuk koleksinya ini,
semacam perpustakaan mini.
"Membaca itu kewajiban karena menambah pengetahuan adalah pekerjaan yang
tidak pernah berhenti," ujar Hasyim seraya menyebut Karen Amstrong dan Ihya
Ulumudin sebagai penulis buku favorit. Tapi saat ditanya buku apa yang
paling sering dibaca? Jawabannya ensiklopedi. Menurutnya, buku jenis ini
adalah referensi yang solid. Pengetahuan yang didapat dari ensiklopedia
adalah pengetahuan yang baku.
"Definisi dan pengetahuan yang jelas. Ini yang saya butuhkan," ujarnya.
Sebelum memulai kerjanya, Hasyim akan mengawalinya dengan konsolidasi
aparatur, baik konsolidasi secara fisik maupun wawasan. Menurutnya, hal ini
sangat penting untuk menyamakan jajaran birokrasi terhadap arah pembangunan
Temanggung ke depan.
Konkretnya, sambung Hasyim, adalah dengan mengubah kultur birokrasi di
Temanggung. Secara umum dia melihat ada kultur yang salah pada birokrasi.
"Idealnya, kesetiaan seorang birokrat bukan pada atasannya. Saya ingin
menekankan kesetiaan birokrasi ada pada idealisme dan profesionalisme,"
tuturnya. (mn latief)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/