http://serbaserbikehidupan.blogspot.com/2008/08/why-bike-to-work.html

“Semula mereka memang menganggapnya aneh. Tapi karena rekan-rekan kerja saya 
itu mengenal saya sebagai orang yang punya kegemaran yang rada nyeleneh, 
lama-lama mereka pun ga ambil peduli.”
Demikian penuturan Pak Wargo, salah satu ‘pioneer’ bike to work di Semarang. 
Mengaku telah menjadi praktisi bike to work semenjak tahun 2005, pada tahun 
yang sama tatkala komunitas bike to work Indonesia mulai terbentuk di Jakarta, 
Pak Wargo mengemukakan alasan pertama dia berpikiran untuk naik sepeda ke 
kantor adalah demi kesehatan. Jarak rumah ke kantor yang lumayan jauh – kurang 
lebih 35 kilometer, sehingga kurang lebih dia menempuh jarak 70 kilometer 
setiap hari naik sepeda – Pak Wargo anggap sebagai suatu tantangan.
“Saya sengaja menghindari melewati tanjakan di daerah Kedungmundu, itu sebab 
dari Klipang saya ambil jalur ke jalan Majapahit, kemudian langsung lurus terus 
ke Barat, sampai Mangkang. Saya butuh waktu kurang lebih satu jam 15 menit 
untuk menempuh jarak 35 kilometer itu.”
Pak Wargo menjelaskan rute yang biasa dia lewati, sekitar tiga sampai empat 
kali seminggu. Hari Sabtu dan Minggu dia pilih sebagai hari istirahat 
bersepeda, untuk memulihkan tenaga.
*****
Untuk menjaga kesehatan memang merupakan salah satu alasan yang dipakai oleh 
para anggota bike to work (komunitas pekerja bersepeda) Semarang. Banyak orang 
mengatakan mereka tidak memiliki waktu luang untuk melakukan olahraga, yang 
merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjaga kesehatan, sehingga bersepeda 
menuju tempat kerja bisa dianggap sebagai salah satu solusi praktis. Seseorang 
hanya perlu bangun lebih pagi agar bisa berangkat bekerja lebih awal.
Semenjak harga BBM naik, bersepeda ke tempat kerja pun merupakan salah satu 
solusi tepat. Seperti apa yang dikemukakan oleh Pak Wargo yang mencintai mobil 
VW yang terkenal sangat boros dalam penggunaan bahan bakar. Dia harus 
mengeluarkan uang kurang lebih Rp. 300.000,00 per minggu untuk membeli bahan 
bakar. Bisa dihitung berapa ratus ribu yang bisa dia hemat dalam waktu satu 
bulan semenjak dia memutuskan untuk bersepeda ke tempat kerja. Paling-paling 
dia hanya butuh membeli sarapan tambahan setiap pagi.
Tidak hanya masyarakat Indonesia yang terpukul dengan naiknya harga BBM. Konon 
di Amerika pun sepeda sebagai alat transportasi mulai digemari kembali, sebagai 
salah satu cara untuk mengurangi penggunaan bahan bakar, juga untuk menghemat 
pengeluaran.
Namun selain kedua alasan di atas, satu hal yang paling penting dari kebiasaan 
bersepeda ke tempat kerja adalah mengurangi gas emisi yang dikeluarkan dari 
knalpot kendaraan bermotor. Semakin banyak orang meninggalkan kendaraan 
bermotor dan beralih ke sepeda (kembali), akan semakin besar pula dampaknya 
dalam upaya kita mengurangi pemanasan global. Harapan untuk mengurangi polusi 
udara tentu akan lebih cepat tercapai jika lebih banyak orang bersepeda ke 
kantor. Terlebih lagi jika dilanjutkan dengan menggunakan sepeda sebagai alat 
transportasi utama untuk pergi kemana-mana, tidak hanya untuk ke kantor.
PT56 22.54 040808

Minds are like parachutes, they only function when they are open.   (Sir James 
Dewar)
visit my blogs please, at the following sites
http://afemaleguest.blog.co.uk
http://afeministblog.blogspot.com
http://afemaleguest.multiply.com

THANK YOU
Best regards,
Nana



      

Kirim email ke