Maju terus tentara-tentara Islam. Jangan gentar, jangan raguBerangkatlah
300.000 sukarelawan untuk bebaskan MindanaoBebaskan Mindanao sekarang
jugaAlloohu
Akbarhttp://www.republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/3537Pertempuran
Tunda Penarikan Gerilyawan Muslim dari Desa-desa Filipina KOTA COTABATO --
Pertempuran sporadis antara pasukan Filipina dan gerilyawan Muslim menunda
kelompok itu mundur dari beberapa desa yang didudukinya di satu provinsi
selatan, kata seorang perwira militer, Sabtu.Brigjen Reynaldo Sealana
mengatakan para gerilyawan sedang bersiap-siap untuk meninggalkan Cotabato
Utara ketika mereka terlibat baku tembak dengan milisi pemerintah di desa
Dunguan, yang dituju sebagai pintu keluar gerilyawan ke provinsi
Mindanao."Ketika milisi melihat gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro (MILF ,
mereka mengira mereka akan diserang jadi terjadi baku tembak," katanya.Tidak
ada korban dilaporkan dalam baku tembak itu.Ratusan gerilyawan MILF bulan
lalu menduduki sembilan desa di tiga kota Cotabato Utara, 930km selatan
manila, membuat lebih dari 1.500 keluarga mengungsi.Pihak berwenang mengatakan
aksi gerilyawan meningkat setelah Mahkamah Agung, Senin melarang penandatangan
satu perjanjian tanah air Muslim antara MILF dan pemerintah Filipina yang akan
memperluas wilayah otonomi Muslim yang sudah ada.Sealana, ketua bersama satu
komisi gabungan yang melaksanakan gencatan senjata antara MILF dan pemerintah
Filipina, mengatakan gerilyawan meminta agar tentara mundur dari desa Dunguan
untuk memungkinkan mereka pergi."Saya memberitahu mereka saya dapat melakukan
hal itu untuk menunjukkan kepercayaan yang baik, jadi kami akan meminta militer
mundur," katanya. "Kami sedang melakukan perundingan dengan berbagai pihak
sekarang untuk merampungkan penarikan pasukan MILF dari Cotabato
Utara)."Sealana mengatakan ia mengharapkan penarikan gerilyawan itu akan
rampung Sabtu "untuk menunjukkan bahwa ketegangan
mereda dan penduduk dapat pulang ke rumah mereka." Penandatangan perjanjian
daerah kekuasaan leluhur akan merupakan satu langkah penting menuju pemulaian
kembali perundingan perdamaian resmi antara pemerintah Filipina dan MILF, yang
telah macet sejak Desember tahun lalu.Berdasarkan perjanjian itu, Filipina akan
menyelenggarakan satu plebisit tahun 2009 untuk memperluas Wilayah Otonomi
Mindanao Muslim yang sudah ada terdiri atas enam provinsi termasuk tambahan
lebih dari 700 desa.Usul itu juga menetapkan pembentukan satu bentuk pemerintah
baru untuk Muslim setelah satu perjanjian perdamaian akhir dicapai.Para
pengeritik menyatakan perjanjian itu melanggar konstitusi dan meminta Mahkamah
Agung menghentikan penandatangan itu. Satu dengar pendapat menurut rencana akan
dilakukan pekan depan mengenai manfaat bagi pemerintah atas penghapusan petisi
itu.MILF yang memiliki 11.000 anggota telah berjuang untuk mendirikan sebuah
negara Islam di Mindanao sejak tahun
1978. Kelompok itu setuju melakukan perundingan perdamaian dengan pemerintah
tahun 1997.ant/dpa/k
[Non-text portions of this message have been removed]