Bantu, bantu .... wake up!
There is no free lunch Mister!

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/12/01002521/rp.21.triliun.bagi.ri

/ Home / International /
Rp 21 Triliun bagi RI
Menlu Smith Memohon Tiga Terdakwa Mati Diampuni
KOMPAS/FRANSISCA ROMANA NINIK /

Kompas Images
Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda dan Menteri Luar Negeri Australia
Stephen Smith (kiri) saat jumpa pers, Senin (11/8) di Jakarta. Australia
siap membantu pembangunan Indonesia.

Selasa, 12 Agustus 2008 | 03:00 WIB
Jakarta, kompas - Pemerintah Australia berjanji membantu menangani isu
kemiskinan di Indonesia, dengan memberikan bantuan hingga Rp 21,25 triliun
selama lima tahun. Hingga kini Indonesia merupakan mitra terbesar Australia
dalam hal pemberian bantuan pembangunan.

"Kami memberikan bantuan lebih besar daripada negara donor lain. Kami
bertekad bekerja sama dengan Indonesia mewujudkan Sasaran Pembangunan
Milenium dan menciptakan kehidupan lebih baik kepada rakyat termiskin di
Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith saat menjadi
pembicara utama di Centre for Strategic and International Studies (CSIS),
Senin (11/8) di Jakarta.

Salah satu proyek besar dalam kemitraan Indonesia-Australia adalah program
perbaikan infrastruktur ratusan kilometer jalan nasional dan jembatan di 10
provinsi di wilayah Indonesia timur. Smith mengungkapkan, proses tender akan
dimulai Agustus sehingga pembangunan dapat dimulai dengan proyek pertama 25
jalan nasional.

"Dengan perbaikan fasilitas jalan ini, akses petani ke pasar akan semakin
mudah. Masyarakat juga akan mudah mencapai klinik dan sekolah," kata Smith,
yang akan berada di Indonesia selama tiga hari dan berkunjung ke Provinsi
Sulawesi Selatan, Rabu.

Selain memberikan bantuan untuk mengentaskan rakyat dari kemiskinan,
Australia juga memberikan bantuan khusus untuk sektor pendidikan, terutama
pembangunan fisik bangunan sekolah. Kunjungan ke Sulawesi Selatan bersama
dengan Menlu RI Hassan Wirajuda juga untuk meresmikan sekolah yang didanai
oleh Australia (salah satu dari 1.000 sekolah yang dibangun di seluruh
Indonesia).

Dalam kerangka kemitraan Indonesia-Australia, Australia telah memulai proses
proyek membangun atau memperluas 2.000 sekolah menengah pertama dan sekolah
Islam. Proyek itu diharapkan selesai akhir tahun 2009.

Dalam kesempatan diskusi dan tanya jawab di CSIS, Smith juga menyatakan
sudah saatnya membawa hubungan Indonesia-Australia pada tahapan atau era
baru. Salah satunya adalah dengan adanya Traktat Lombok (Lombok Treaty).
Dalam kesepakatan itu, kedua belah pihak mengakui serta mendukung kedaulatan
wilayah dan integritas masing-masing. Artinya, dua negara juga tak mendukung
gerakan separatisme di wilayah masing-masing.

Namun, dalam sesi tanya jawab, beberapa peserta mempertanyakan kasus
penangkapan ikan secara ilegal dan penahanan nelayan Indonesia yang masuk ke
wilayah perairan Australia. "Persoalan seperti illegal fishing inilah yang
kerap mengganjal dalam hubungan kita. Tetapi, saya yakin ini bisa
diselesaikan asalkan kita bisa saling mengerti dan memahami," kata Smith.

Jika ada pengertian satu sama lain, Smith yakin perbedaan pandangan yang ada
di antara kedua belah pihak tak akan mengganggu dasar hubungan yang ada. 
"Saya
kira kita semua pasti punya pandangan berbeda dengan keluarga, bahkan
tetangga, tetapi tetap tak akan merusak hubungan itu. Saya optimistis dengan
masa depan kita. Masih banyak hal yang dapat kita lakukan bersama," ujarnya.


Mohon ampunan

Dalam konferensi pers bersama Menlu Hassan di Departemen Luar Negeri, Menlu
Smith mengatakan akan meminta pengampunan Presiden RI bagi tiga warga negara
Australia yang dijatuhi hukuman mati dalam kasus penyelundupan 8,9 kilogram
heroin atau dikenal dengan jaringan Bali Nine.

"Saat seluruh proses hukum dan peradilan telah habis tenaga dan masih ada
dari ketiganya yang dijatuhi hukuman mati, Australia akan meminta
pengampunan atas nama mereka pada saat itu," kata Smith.

Hassan mengatakan, semua langkah hukum belum habis sehingga permintaan
pengampunan belum dibahas dan harus menunggu putusan final dari ketiga
terpidana mati. Saat ini masih ada tiga anggota Bali Nine yang mendapat
vonis hukuman mati, yaitu Scott Anthony Rush, Myuran Sukumaran, dan Andrew
Chan. (fro/luk)


Kirim email ke