Kalau pemerintah merasa malas kerja, suka liburan, sudah merasa uangnya berkecukupan karena banyak sumber penghasilan yang tak terduga dan dapat dicari2/diadakan sebagai proyek, tidak perduli lagi sama nasib rakyat yang makin susah dan menyuap rakyat dengan BLT yang notabene juga duit rakyat, yang alim dan suka berdoa seharian (tidak usah kerja lagi, cukup berdoa saja), maka tidak usah merasa bersalah sendiri, dan hati nuraninya tidak usah didengar lagi, cuman tolong jangan mengganggu rakyat, dan menambah kesusahan lagi dengan membuat segala macam SK atau SKB yang absurd, melarang rakyat kerja untuk meningkatkan taraf hidup dan nota bene membangun negeri, melarang anak2 sekolah dan disuruh berdoa saja seharian (berdoa atau melamun juga tidak jelas, selanjutnya duduk2 nongkrong2 dan ketawa2 menikmati hidup, tidak ada uang tinggal malak aja).
Apa pemerintah juga mengerti, bahwa bila kampung tengah sebahagian rakyat minta diisi dan kosong, maka rakyat akan mudah terjerumus dan gampang dipengaruhi / terhasut dan dibujuk oleh kepentingan2 sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Apa tidak ada satu pun jajaran pemerintah kita yang berjiwa negarawan ? Apa tidak ada satu pun yang berfikir untuk mengayomi dan melindungi seluruh rakyat tanpa memikirkan kepentingan kelompok dan diri sendiri ? Apa tidak ada yang bisa lagi berfikir sedikit rasional untuk memecahkan masalah nasib bangsa yang semakin tidak karu2an ? Ah, jadi bete sendiri .... --- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terkait Keluarnya SK Pelarangan Jualan Selama Ramadhan > > Pemilik Rumah Makan Di Pekanbaru Mengeluh > > Pekanbaru, TR.Com - Banyak pemlik rumah makan atau restaurant di Pekanbaru mengeluh mendengar akan adanya Surat Keputusan (SK) larangan berjualan selama bulan ramadhan. Adanya larangan ini mengancam perekonomian masyarakat. > > Seperti salah satu pemilik restoran dan beberapa kedai kopi di jalan Hang Tuah Pekanbaru khawatir akan adanya isu ini. "Bagaimana mungkin kami dapat merayakan lebaran dan idul fitri tahun ini kalau kami sendiri dilarang cari makan. Padahal saya perlu cari duit untuk beli baju anak-anak saya untuk lebaran ini," kata pemilik restauran yang tak mau namanya di ekspos. > > Herman, salah satu pekerja rumah makan di sekitar jalan M. Yamin mengatakan kepada TR.Com (13/8) bahwa dirinya sangat tidak setuju larangan membuka rumah makan selama bulan puasa. "Saya sangat tidak setuju rumah makan atau kedai kopi ditutup selama bulan puasa. Otomatis saya juga tidak akan kerja dan tidak akan digaji. Jadi saya mau makan apa? Dan bagaimana dengan ongkos saya mau mudik ke kampung kalau saya tidak ada gaji? Saya rasa puasa tidak dimaksudkan untuk membuat orang sengsara," kata Herman yang mengaku akan pulang kampung ke Bukit Tinggi lebaran ini. > > Sementara pemilik kedai kopi bernama pak Asung dijalan Hang Tuah mengatakan hal senada. "Satu bulan rasanya cukup lama. Omset saya pasti akan hilang drastis. Padahal saya perlu uang untuk menyekolahkan anak saya. Menurut saya SK larangan berjualan tidak perlu dilakukan. Bukan tidak menghormati saudara kita yang beribadah puasa namun karena kebutuhan ekonomi juga. Lagipula batal tidaknya puasa kan bukan dikarenakan kami jualan. Kami kan tidak memaksa orang harus minum atau makan. Saya rasa puasa juga akan batal kalau menghalang-halangi orang cari makan secara halal karena akan mengakibatkan orang lain menderita," kata Asung.(hm) > > Komentar Pembaca : > > > > by YAK @ 13 Aug 2008 09:05 pm > > SK nya dari siapa? Tahun lalu baru berupa himbauan. Itupun kena "razia". > > Sudahlah PLN menyengsarakan rakyat, sekarang ditambah lagi dengan SK yang membunuh.Ayo, kita kompak tak usah bayar pajak lagi !!! > > > > by H. Burhanuddin @ 14 Aug 2008 05:33 am > > Pemerintah Kota Pekanbaru tindakannya sudah melebihi Nabi Besar Muhammad SAW. Wahai Pak Wali, anda bukanlah Nabi..anda hanya manusia biasa. Janganlah engkau tutup kedai kopi dan rumah makan, sementara satpol PP mu justru membukanya. 3 hari pertama puasa mungkin ditutup tapi hari ke 4 dan selanjutnya dibuka walau hanya setengah pintu dan keberadaanya dilindungi oleh satpol pp alangkah lebih baik puasa ini anda lakukan audit internal karena banyak sekali anak buah pak wali yang korupsi. Haram itu pak, batal puasanya nanti..hahaha > > > > > > Kirim komentar anda atas berita ini di link : > > http://www.transparansi-riau.com/cutenews/example2.htm?subaction=showfull&id=1218608795&ucat=15&archive=1211277749&start_from=& > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

