pemerintah saya dengar tak mengindahkan intervensi ngaco rezim bush itu. bagus sekali al manar ada di sini.
apalagi kalau mereka mengumandangkan azan seperti di lebanon. agar orang sini terbiasa mendengar azan syiah yang menyebut nama ali setelah kalimat syahadat. At 07:10 AM 8/13/2008 -0700, Satrio Arismunandar wrote: >Rabu, 13 Agustus 2008 | 08:53 WIB > >JAKARTA, RABU Sekali lagi, ada ujian bagi kemandirian Pemerintah RI. >Pemerintah Amerika Serikat kini sibuk melobi Pemerintah Indonesia atau >"menekan" direksi PT Indosat Tbk agar memutus kontrak sewa transponder >televisi Al Manar melalui Satelit Palapa C2 milik Indosat. > >Sekadar informasi, Al Manar adalah stasiun televisi milik Hizbullah di >Lebanon. Al Manar menekan kontrak sewa transponder dengan Indosat pada >April 2008. Kontrak itu berakhir April 2011. > >Nah, yang membuat Amerika Serikat berang, negeri adidaya itu sudah >memasukkan Hizbullah sebagai satu dari 35 organisasi teroris di dunia. >"Jaringan Hizbullah itu memang teroris," kata Tristam Perry, Pelaksana >Tugas Atase Pers Kedutaan Besar Ameriksa Serikat kepada Kontan, Senin >(11/8) lalu. Amerika Serikat juga menuding, tayangan Al Manar sarat dengan >pesan kekerasan. > >Amerika Serikat rupanya yakin Pemerintah Indonesia atau Indosat akan >memenuhi permintaan mereka. Maklum, mereka telah sukses menekan Pemerintah >Thailand agar Al Manar hengkang dari transponder milik Thaicom dan Asiasat. > >Tak cukup dengan menekan, Amerika Serikat juga menebar ancaman. Salinan >sepucuk surat yang sampai ke Kontan isinya lebih kurang begini: Bagi warga >non- Amerika yang merupakan perwakilan, atau anggota, atau yang memberikan >bantuan material kepada Hizbullah ataupun Al Manar akan diusir dari >Amerika Serikat. >Hanya bisnis biasa

