Awas lhooo, nanti kalau bangsa ini batal puasa (padahal hidup rakyat 
udah Senen kemis), akan datang tsunami, gempa, de el el, de el el, 
kan dikutuk Tuhan?

Lucu deh, kalau ane harus puasa, misalnya sedang kena gangguan perut, 
lalu ikut undangan lunch ama kantor di resto mewah, makanan leeeezat 
leeezatt, ane tak perduli tuh? Ane jalan ajee terus, kan ane punya 
hajat, kagak makan. Jangan orang lain dong digebukin, kalau disiplin 
kite lemaaahhh... payeeee! ntar disamping Polantas didiriin satuan 
polisi puasa...

Inilah, kalo bangsa belon berpendidikan dan miskin...


--- In [email protected], Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> puasa adalah ibadah yg sangat individual walaupun dilakukan secara 
komunal, jd kalo niatnya puasa (spt yg sy lakukan hr ini), biarpun 
ada bau sate kambing gak ngaruh cooy.
> 
> jd aparat jgnlah berlebihan, yg berniat puasa jgn mengganggu yg tdk 
berniat puasa.
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: IrwanK <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: zamanku <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]; 
mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, August 14, 2008 9:06:45
> Subject: [ppiindia] Re: Rumah Makan dilarang berjualan selama Bulan 
Puasa
> 
> 
> Berita di bawah tidak melebih"kan tuh?
> Bahkan melarang berjualan selama puasa saja sudah kontroversial,
> masa' pemda segitu bodohnya (disusupi) keputusan kaya begitu?
> 
> Mustinya cukup diatur saja.. kasih gorden/hordeng( ?) atau kain 
penutup
> sehingga tidak terlihat dari luar, selama beroperasi di waktu 
puasa..
> Kalau begini, kedua pihak (yang mengeluarkan sk dan penentangnya)
> sama" berlebihan..
> 
> Paling juga sebentar lagi (dari pengalaman" sebelumnya) bakal keluar
> 'hinaan' terhadap Islam, di milis ini.. dari kalangan yang memang 
sudah
> membenci islam/muslim. . lihat saja.. :-|
> 
> CMIIW..
> 
> -- 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> "Better team works could lead us to better results"
> http://irwank. blogspot. com/
> 
> Pada 14 Agustus 2008 08:59, mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> 
menulis:
> 
> >   Terkait Keluarnya SK Pelarangan Jualan Selama Ramadhan
> >
> > Pemilik Rumah Makan Di Pekanbaru Mengeluh
> >
> > Pekanbaru, TR.Com - Banyak pemlik rumah makan atau restaurant di 
Pekanbaru
> > mengeluh mendengar akan adanya Surat Keputusan (SK) larangan 
berjualan
> > selama bulan ramadhan. Adanya larangan ini mengancam perekonomian
> > masyarakat.
> >
> > Seperti salah satu pemilik restoran dan beberapa kedai kopi di 
jalan Hang
> > Tuah Pekanbaru khawatir akan adanya isu ini. "Bagaimana mungkin 
kami dapat
> > merayakan lebaran dan idul fitri tahun ini kalau kami sendiri 
dilarang cari
> > makan. Padahal saya perlu cari duit untuk beli baju anak-anak 
saya untuk
> > lebaran ini," kata pemilik restauran yang tak mau namanya di 
ekspos.
> >
> > Herman, salah satu pekerja rumah makan di sekitar jalan M. Yamin 
mengatakan
> > kepada TR.Com (13/8) bahwa dirinya sangat tidak setuju larangan 
membuka
> > rumah makan selama bulan puasa. "Saya sangat tidak setuju rumah 
makan atau
> > kedai kopi ditutup selama bulan puasa. Otomatis saya juga tidak 
akan kerja
> > dan tidak akan digaji. Jadi saya mau makan apa? Dan bagaimana 
dengan ongkos
> > saya mau mudik ke kampung kalau saya tidak ada gaji? Saya rasa 
puasa tidak
> > dimaksudkan untuk membuat orang sengsara," kata Herman yang 
mengaku akan
> > pulang kampung ke Bukit Tinggi lebaran ini.
> >
> > Sementara pemilik kedai kopi bernama pak Asung dijalan Hang Tuah 
mengatakan
> > hal senada. "Satu bulan rasanya cukup lama. Omset saya pasti akan 
hilang
> > drastis. Padahal saya perlu uang untuk menyekolahkan anak saya. 
Menurut saya
> > SK larangan berjualan tidak perlu dilakukan. Bukan tidak 
menghormati saudara
> > kita yang beribadah puasa namun karena kebutuhan ekonomi juga. 
Lagipula
> > batal tidaknya puasa kan bukan dikarenakan kami jualan. Kami kan 
tidak
> > memaksa orang harus minum atau makan. Saya rasa puasa juga akan 
batal kalau
> > menghalang-halangi orang cari makan secara halal karena akan 
mengakibatkan
> > orang lain menderita," kata Asung.(hm)
> >
> > Komentar Pembaca :
> >
> > by YAK @ 13 Aug 2008 09:05 pm
> >
> > SK nya dari siapa? Tahun lalu baru berupa himbauan. Itupun 
kena "razia".
> >
> > Sudahlah PLN menyengsarakan rakyat, sekarang ditambah lagi dengan 
SK yang
> > membunuh.Ayo, kita kompak tak usah bayar pajak lagi !!!
> >
> > by H. Burhanuddin @ 14 Aug 2008 05:33 am
> >
> > Pemerintah Kota Pekanbaru tindakannya sudah melebihi Nabi Besar 
Muhammad
> > SAW. Wahai Pak Wali, anda bukanlah Nabi..anda hanya manusia 
biasa. Janganlah
> > engkau tutup kedai kopi dan rumah makan, sementara satpol PP mu 
justru
> > membukanya. 3 hari pertama puasa mungkin ditutup tapi hari ke 4 
dan
> > selanjutnya dibuka walau hanya setengah pintu dan keberadaanya 
dilindungi
> > oleh satpol pp alangkah lebih baik puasa ini anda lakukan audit 
internal
> > karena banyak sekali anak buah pak wali yang korupsi. Haram itu 
pak, batal
> > puasanya nanti..hahaha
> >
> > Kirim komentar anda atas berita ini di link :
> >
> >
> > http://www.transpar ansi-riau. com/cutenews/ example2. htm?
subaction= showfull& id=1218608795& ucat=15&archive= 1211277749& 
start_from= &
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
>     
> 
> Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke