Ini baru Presiden.

Ketika di berbagai belahan dunia kekurangan pangan, kita malah kelebihan
beras.

------------------------------------------------------------

http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/08/15/3378.html

*Presiden di Depan Sidang Paripurna DPR
Indonesia Swasembada Beras Untuk Pertamakali Sejak Orba*

Jakarta: Untuk pertamakali sejak Orde Baru (Orba), Indonesia mengalami
swasembada beras. Prestasi ini dicapai di tengah situasi ekonomi dunia yang
tidak menentu. *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* mengatakan hal ini dalam
bagian lain Pidato Kenegaraan serta Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2009
Beserta Nota Keuangannya, di depan Rapat Paripurna DPR, Jumat (15/8) pagi,
di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

"Mungkin fakta ini belum banyak diketahui masyarakat. Karenanya pada
kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada Sidang Dewan yang terhormat
dan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa, syukur alhamdulillah, pada
tahun ini kita kembali mencapai swasembada beras," kata Presiden SBY.

"Ini adalah untuk pertama kalinya sejak masa Orde Baru. Produksi beras kita
kini lebih tinggi daripada konsumsi beras nasional. Itulah sebabnya, juga
untuk pertama kali sejak masa Orde Baru, harga beras kita lebih rendah
daripada harga beras internasional," ujar Presiden, disambut aplaus panjang
peserta sidang paripurna.

Presiden SBY mengatakan, surplus beras ini harus dipertahankan, bahkan
ditingkatkan. "Dalam suasana krisis pangan global ini, kita harus memperkuat
stok pangan nasional kita. Pemerintah telah menetapkan bahwa stok beras
nasional ditingkatkan hingga mencapai 3 juta ton, dari sebelumnya hanya 1
juta ton. Barulah setelah itu, kita berbicara tentang kemungkinan ekspor
beras. Stok beras yang kuat ini akan menjamin ketahanan pangan kita,
sekaligus stabilitas harga beras pada tingkatan yang terjangkau oleh
masyarakat luas," ujar Presiden SBY.

Yang penting, lanjut Presiden, dalam kondisi yang sulit ini kita harus
menghindari sikap saling menyerang dan menjatuhkan demi tujuan politik
sesaat. "Sebaliknya, kita justru harus optimis dan dapat bekerjasama
bahu-membahu mengubah krisis menjadi peluang, demi kebaikan rakyat
Indonesia," Presiden menegaskan. (win)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke