http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/14/16392142/tanah.bulan.sumber.energi.potensial

*Tanah Bulan Sumber Energi Potensial*


JAKARTA, KAMIS - Jika suatu saat manusia benar-benar berhasil membangun
koloni di Bulan, sumber energi adalah salah satu masalah yang harus
terpenuhi. Para ilmuwan dari badan antariksa berbagai negara tengah
menyiapkan bahan bakar yang diambil dari bahan galian di perut Bulan.

Bahan bakar yang dimaksud adalah helium-3, salah satu isotop unsur gas.
Helium-3 secara teori dapat dipakai sebagai bahan baku pembangkit listrik
tenaga nuklir. Proses konversi menjadi listrik bahkan lebih ramah lingkungan
daripada reaktor nuklir di Bumi karena hanya menghasilkan sedikit limbah.

Penggunaan Helium-3 berbeda dengan Uranium. Pembangkit listrik tenaga nuklir
yang menggunakan uranium dilakukan melalui reaksi fisi, di mana inti atom
dibelah-belah menjadi lebih kecil untuk melepaskan energi. Sementara
Helium-3 dapat dipakai dalam reaksi fusi di mana, inti atom-atomnya yang
bertabrakan membentuk inti atom baru lebih besar dan melepaskan energi.

"Ia merupakan sumber energi yang lebih bersih dan aman daripada bahan bakar
buklir," ujar Gerald Kulcinski, direktur Institut Teknolog Fusion di
Universitas Winconsin, Madison, AS. Sekitar 40 ton Helium-3 cukup untuk
memasok kebutuhan energi di seluruh AS selama setahun.

Helium-3 sangat jarang ditemukan di Bumi namun banyak terkandung dalam tanah
Bulan. Sejumlah negara yang telah memulai program eksplorasi Bulan seperti
China, Rusia, dan India menjadikan Helium-3 sebagai target sumber energi
masa depan untuk program ruang angkasanya.

Namun, membangun reaktor fusi lebih sulit daripada reaksi fisi karena
menbutuhkan energi awal yang sangat besar. Belum ada satu pun reaktor fusi
yang beroperasi di Bumi. Baru satu prototip yang tengah dibangun, yakni
fasilitas yang diberi nama ITER (International Thermonuclear Experimental
Reactor) di Cadarache, Perancis. Reaktor percobaan tersebut baru akan
beroperasi mulai 2016 dan mulai menghasilkan energi 20 tahun kemudian. bahan
baku yang digunakan di sana bukan Helium-3 melainkan deuterium dan tritium.

WAH
Sumber : LIVESCIENCE


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke