--- On Wed, 8/20/08, Indra Kila <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Wednesday, August 20, 2008, 2:07 PM
STOP PRESS
Sarasehan Ganesha
Mada
Thema : PONDAMEN MORAL BUDAYA NUSANTARA DULU, KINI, DAN NANTI
Subthema /DRAFT: (1)
Puncak-puncak Keemasan Peradaban Nusantara Purba
(2) Masa suram pertama : Pemicu Koloni-Niaga dan Feodal-stelsel
(3) Turbulensi Entropi-Energi Kemerdekaan
Republik Maya Semasa
(4) Masa suram kedua : Moralitas Beradab vs Biadab, Budaya vs Buaya
(5) Visi dan Tuntunan Kearifan Nasional-Lokal ke Masa Depan
Diselenggarakan dalam
rangka menyambut untaian hari-hari bersejarah
Hari Lahirnya Pancasila, Hari Raya Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Hari
Sumpah Pemuda, dan Hari Pahlawan 2008
Menghadirkan
Narasumber Satriya Piningit Nusantara dan para Putra Sang Fajar aneka bidang
berbagai
penjuru negeri :
jurnalistik, sosial,
kesehatan, ekonomi, budaya, pendidikan, politik, industri, niaga, moral-etika,
ilmu pengetahuan, kesenian, pertanian,
kelautan, kehutanan, dan
lain-lain, yang tengah dihimpit keprihatinan substansial akan kondisi
struktural dan kultural bangsa.
Bagi yang berminat hadir
(media dll), dalam jumlah sangat dibatasi (usia-profesi), harap segera
menghubungi/daftarkan diri eMAIL :
[EMAIL PROTECTED]
info
date & venue : segera menyusul
setelah pendaftaran
aktif anda ke
SMS pemrakarsa/penyiapan 08161990432,
087880778191 bp.Ir.DADANG/DJATI
PUNCAK-PUNCAK KEEMASAN
PERADABAN
NUSANTARA PURBA
·
kekayaan sejarah : kiblat kelautan, kesadaran
kenusantaraan, praxis kebaharian dan perkapalan
·
konstruksi masyarakat merdeka/perdikan terutama dalam
bina puncak peradaban lokal
·
kreativitas rohani, konstruksi mitos dan kejiwaan,
implementasi inovasi nalar dan ragawi
·
teknologi konstruksi dan mekanik, harmonisasi diri dan
lingkungan, mikro-makro kosmos
·
pembelajaran kreativitas karya spiritual dan sastra,
sistem pendidikan aktual padepokan bagi kaum muda
·
kesetaraan gender (ratu Sima, Tribuana dst) peranan
perempuan-kaum muda dalam kehidupan negri lokal
·
apresiasi sumberdaya berkeunggulan komparatif-kompetitif
: rempah, getah, mineral, jamu, nabati, ikan
·
peningkatan teknologi material : keris, ukiran,
gerabah/keramik, metalurgi, polimer/getah/serat, mineral dan organik
·
sistem rohani-ritus, kerohanian-kanuragan, mitos-sastra,
kompilasi kenalaran, ke berbagai benua lain
·
kesadaran keanekaragaman alas kestabilan sistem, Bhinneka
Tunggal Ika, komitmen (ketakmenduaan, 100% tanah air)
·
nalar-kesadaran kejuangan, Sumpah Palapa, selektif
menerima yang asing namun konstruktif tersaring
·
teknologi bangunan, alat kerja pertanian, kehutanan,
kejuruan-teknik, senjata dan kelautan/kapal
·
kemajuan biomedikokimia terapan dan inventarisasi
komprehensif serta kepustakaan jamu Vedik-nya
·
integrasi sistem kerohanian-kejiwaan-keragaan dengan nekagunanya
dalam mencapai kesejahteraan dan kejayaan nusa-bangsa
·
pergaulan antar bangsa global konstruktif,
terpilah-terpilih, pemajuan niaga dan bandar antarbangsa
·
kesadaran sejarah, kecintaan kenusantaraan, puncak-puncak
kearifan termasuk bendera Dwiwarna, lontar,
prasasti, candi dll.
dst
MASA SURAM PERTAMA
PEMICU NIAGA-KOLONI DAN
FEODAL-STELSEL
·
penafian/korupsi/manipulasi warisan asli leluhur/karuhun
yang dianggap tidak menguntungkan kalangan feodal-ambtenaar
·
penyurutan mental bahari asli Nusantara, penonjolan jiwa
agraris involutif reduktif inlander, mental takluk
·
politisasi dan komersialisasi keyakinan-kerohanian,
reduksi kerohanian dalam badan dan pustaka agama sempit
·
degradasi dan deviasi dari kesetaraan gender, poligami
tak simetrik (poligyni vs.poliandri) bertopeng agamis/feodal
·
masuk dan berkembangnya sistem perusakan jiwa, merebaknya
racub Molimo (madat, maling, madon, main, minum)
·
merendahkan rakyat dan leluhur Nusantara berkearifan
lokal, namun membungkuk pada orang asing (barat, timur tengah, timur jauh)
·
penghancuran sistem bina diri pribadi dan bebrayan oleh
pengaruh kekuasaan, materi, dan nafsu kekuasaan lain
·
konstruksi kepangeranan ekstrinsik dan simbolisasi
kelancungan, materialisasi kebohongan publik
·
pembinalan dan pembanalan budaya topeng untuk menutupi
keminderan-kelemahan-ketakmampuan
·
bertunasnya mental pengadudombaan, penginjakan hak-hak
khalayak, kutu loncat, libido penjilatan dan ABS, feodalisme kental
·
penciptaan mitos-mitos palsu, manipulasi sistem kalender
pertanian dengan nomenklatur asing cangkokan
·
pengedepanan bungkus - pencampakan isi, pementingan
simbol - pengerdilan substansi, aneka segi kehidupan warga negara
·
konstruksi gelar-kepangkatan dalam rangka pencarian
otoritas legal lancung serta munafik
·
ketidakmampuan evaluasi dan kalkulasi nilai produk jasa
maupun barang serta sarana tukar setaranya
·
penyebarluasan jiwa kerdil : mudah heran, mudah
terpesona, mudah tergoda iming-iming asing
·
pelecehan kemampuan rakyat jelata dan pedesaan,
penjungkirbalikan tatanan stabil otentik moralitas bebrayan
·
budaya korupsi, suap, konspirasi, pengkhianatan,
keberpura-puraan, munafik, khas feodalisme kental
·
penghancuran akar sistem pendidikan dan pelatihan rohani,
kejiwaan, penalaran, dan kekriyaan
·
dampak perembesan sengaja berkelanjutan dari budaya asing
destruktif (berbagai bangsa/agama asal)
·
keminderan diri defensif diapologikan oleh para komprador
kolonialis menjadi persepsi kelemahan kodrati budaya warga
·
penghancuran ilmu dan teknologi (nabati, biomedikokimia,
mekanik, material, kebumian, kelautan, keangkasaan, agro/silvo)
·
pengaburan sistem moral dan identitas kebangsaan, Bhinneka
Tunggal Ika, Wawasan Kenusantaraan
·
reduksi besar-besaran teknologi senjata dan
material-metalurgi ke sekadar segi yoni (involutif keris dll) dan klangenan
priyayi
dst
TURBULENSI
ENTROPI-ENERGI
KEMERDEKAAN REPUBLIK
SEMASA
·
interferensi dan deviasi gagasan negara-bangsa oleh
segelintir pemimpin lancung penjilat di tataran menengah-lokal
·
gerumutan pengaruh asing dalam adu domba antar etnis dan
daerah (PRRI Permesta dsb)
·
gerakan reaksioner sektarian fundamentalisme primordial
atas gerakan proklamasi-deklarasi kemerdekaan (DITII dll)
·
impor dan promosi ideologi asing oleh kaum pecundang,
menentang Bhinneka Tunggal Ika/Pancasila
·
geliat para tikus dan rayap, koruptor, kelompok,
konspirasi, manipulasi, gila kekuasaan/partai
·
mental picisan dan kekanak-kanakan yang dimiliki sebagian
pemimpin kelas menengah laissez-faire
·
ketidakmampuan mempersepsi visi dan misi para pejuang dan
proklamator kemerdekaan
·
perelatifan jiwa dan peranan kaum nasionalis oleh kaum
reaksioner dan oportunis dengan topeng munafik
·
keterlambatan dan ketidakmampuan penerjemahan dan
penyebarluasan gagasan para pemimpin sejati
·
pendidikan nasional dan kebudayaan nasional dirusak oleh
kepentingan sempit politik-liberal-utopis
·
pengkotak-kotakan oleh kaum sektarian (baik kiri maupun
kanan) untuk menghancurkan NKRI dari dalam
·
ketidakmampuan membaca dan mengejawantahkan network Asia
dalam kehidupan masyarakat langsung
·
melipat pemahaman proklamasi NKRI, Pancasila, Bhinneka
Tunggal Ika/ Garuda Pancasila, UUD45,
Sumpah Pemuda
dst
MASA SURAM KEDUA
MORALITAS BERADAB vs BIADAB, BUDAYA vs BUAYA
·
pengikisan kejuangan nasionalistik Pancasila,
UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda
·
pemberontakan daerah berurat kaki-tangan asing melupakan
Trisakti bidang Politik-Ekonomi-Kebudayaan
·
kekuasaan diktator dan penyeragaman ungkapan identitas,
tradisi etnis lokawi dihapus berkedok kreativitas-dangdut
·
kesehatan dan pengobatan herbal tradisi dilibas hempasan kedokteran
impor manipulatif dan kelewang juraganisme dokter-rumahsakit
·
penghancuran jiwa pendidikan, kebudayaan nasional dan
moral berbangsa-bernegara; sportivitas dan mental-prestasi juara dilumatkan
·
pembodohan generasi muda, penumpulan nalar dan rasa, diasingkan
dari moralitas akar budaya lokal
·
atomisasi kaum muda, penipisan elan vital dan etos kerja,
kacamata kuda hedonis-materialistis, produk suntikan para begawan-ekonomi-palsu
·
penyingkiran desa, pemiskinan rakyat, pengurasan
sumberdaya alam membabi-buta, konspirasi kekuatan
kapitalistik-sektarian-fundamentalis
·
penghancuran lingkungan, hutan, sawah, ladang, kebun, tambang,
tambak, laut, tanah, udara, kekayaan alam Ibu Pertiwi
·
penghancuran industri kecil genuin (batik, tenun, kecap,
jamu, dsb), diganti cangkokan palsu modal eksploitatif, sindikat perdagangan
·
pengerdilan dan kegamangan akan aset ekonomi
rempah-rempah, mineral, hayati nabati, menteri pejabat perekonomian
karbitan-asing
·
republik gatoloco dan pembusukan ideologi bangsa, reformasi
lancung, peminggiran kepentingan rakyat banyak
·
politik kekuasaan, uang, koruptif konspiratif materialistis
(berjamaah) dan egoisme sektarian-kelompok, dimulai dari kampus-kampus negeri
·
rayap serigala menebar penguning-hitam-jingga-hijau-biruan
praxis kenegaraan-kemasyarakatan pusat/daerah, kerangka Merah-Putih digusur
·
penghancuran dan peminggiran budaya lokal serta moralitas
ketimuran, ajaran moral dan etika timur dilibas penyeragaman ala asing
·
penbonsaian kemampuan-kreativitas penelitian dan ilmu-teknologi
berbasis kearifan lokal, muncul dagelan sindikat periset ala opas-ogah
·
mentalitas rayap pembonceng dan geliat sektarian fundamental-primordialistis
(menumpang kemudian menusuk dari belakang)
·
penggelapan ideologi nasional Pancasila, ekstremisasi berkiblat asing
dikemas adagium kesalehan-munafik-agamis busuk
·
penyesatan dan penjungkirbalikan peranan dan fungsi pelayanan
oleh mafia birokrasi administrasi pemerintahan
·
penghancuran kepartaian, pengutamaan egoisme kelompok sempit
dan primordialisasi eksesif, penggadaian kewenangan publik
·
etos kerja merito-egaliter-enterpreneurship diganti
mental jongos-kuli-babu-bedinde-opas-klerk-ambtenaar dan sogokan tunai-camilan
·
komunikasi sosial dikangkangi iklan konsumtif
kapitalistis, cuci-otak dari kesadaran kejuangan berbangsa-bernegara
·
komersialisasi segenap sudut kehidupan masyarakat,
pelemahan struktural-kultural dari dalam, timbul para badut
legalisme-legitimisme
·
penghancuran visi dan sistem pendidikan nasional
KiHadjarDewantara dkk., diganti pola asing/impor dan pengkhianatan sektarian
·
pembekuan kesenian dan sastra daerah, penelikungan
keberagaman kemerdekaan jiwa, pengeroposan moral sejati
·
pemecah-belahan dan adu domba SARA untuk pencapaian
tujuan sindikat kotor politik miopis manipulatif
·
kaum muda dikotak-kotakkan, dicuci-otak dan ditunggangi dalam atribut
berkiblat partai, golongan,
agama, etnis, doktrin-asas sempit lain
·
penyingkiran network kebesaran Asia (India, Cina)-Oseania
(Nusantara) dari kehidupan jiwa-raga bangsa yang sejatinya terbuka-beradab
·
pengembangan kota-kota pusat kebiadaban dan kebuayaan,
memacu kriminalitas kerah putih maupun biru
·
korupsi dan manipulasi transparansi publik, pengedepanan boneka citra munafik
menantang
secara terang-terangan
·
pemlintiran potensi dan fungsi media massa (cetak-elektronik),
dikemas dalam orientasi skandal bisnis sampai manipulasi kesengsaraan rakyat
·
penutupan akses murah-merata-konstruktif televisi global/parabola
dan internet, pembodohan dan penyisihan masyarakat pinggiran oleh media
·
peninaboboan kaum muda dan remaja dari peranan
kepeloporan di daerah, dimandulkan dalam budaya komersial panggung diskrit
instan
sesaat
·
pemonopolian usaha dan manipulasi perdagangan serta mafia
biang kedodoran praxis Energi, Tambang sampai Sandang-Pangan-Papan
·
pengabaian termodinamika lingkungan fisik dan penelikungan-penggerogotan
segi non-fisik/sosial-budaya/ulayat Nusantara
·
pencampakan jiwa kemerdekaan bangsa dan negara kesatuan
Republik Indonesia, opresi-teror (halus/kasar) atas khalayak
·
pelipatgandaan terciptanya zombie, mayat hidup, robot,
sistem opresif tanpa wajah dan tak manusiawi
·
reduksi seni menjadi pajang-panggung, pembasmian kreativitas-produktivitas
menjadi komoditas, media massa disalahgunakan/corong/dibajak
·
politisasi pilkada/pemilu sebagai ajang perebutan
kekuasaan belaka, tanpa visi-misi kebangsaan yang lurus
·
lagu-lagu perjuangan, wajib-nasional dan kebangsaan
dikesampingkan, lagu-tembang-dendang-senandung daerah/etnik disingkirkan
·
kediktatoran di satu segi, kebanalan reformasi laissez-faire congkak kebablasan
di sisi lain, membonsai nasionalisme
·
pembekapan via bantuan uang sosial sebagai kedok
kerakusan kekuasaan dan ketamakan monopoli (partai, birokrat-juragan)
·
hukum dan penegakannya dirusak oleh aparat/oknum dari
dalam (polisi, jaksa, hakim) tanpa malu sama sekali
·
keterpurukan total sistemik, tertinggal jauh dibandingkan
Asean lain, Cina, India, Korea, Vietnam, Amerika Latin, Eropa Timur, Afrika
dst
VISI DAN TUNTUNAN
KEARIFAN NASIONAL-LOKAL
KE MASA DEPAN
·
bangunkan kaum pengamat sosial-budaya, sadarkan para
pelibat-pemain kemasyarakatan-kenegaraan, cambuk-motivasi generasi muda
·
aras wacana sentralisasi-desentralisasi maupun
mayoritas-minoritas bukanlah titik pijak
hakiki permasalahan bangsa dan NKRI
·
isyu-isyu maya militer-sipil, agamis-nasionalis,
jawa-luarjawa, arab-gujarat-tonkin-barat dsb itu gebyar iming-iming penyesatan
brutal
·
media massa dan komunikasi sosial perlu dan penting
optimal mendekati dan aktualisasi peran sejati-eksistensinya
·
dunia patembayan politik, ekonomi, kebudayaan niscaya segera
ditata-ulang dengan konfigurasi visioner nasional-lokal
·
dunia penelitian dan ilmu-teknologi dibangkitkan dari
kematian suri berkepanjangan karena
periset masih ala pak-ogah-opas (sejak 1980-an)
·
segera batasi konspirasi bisnis BUMN dan kobarkan maksimal
jiwa wirausaha paguyuban rakyat lokal skala mikro
·
evaluasi transparan sektor BUMN terutama keuangan dan
aplikasi iptek : Pertamina, PLN, Telkom, Krakatau Steel, Pindad, PT DI, KAI
dll.
·
stop gerakan-masuk-kampung rayap penggerogot filsafat
bangsa-negara Pancasila, Garuda/Bhinneka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda, UUD45
·
kembang-suburkan jiwa Merdeka, gerakan lintas
budaya/keyakinan/etnis/agama/lokalitas, prakarsa kalangan generasi muda
·
kepemimpinan kearifan lokal niscaya segera diakarkan dan
dipupuk meluas pada generasi muda yang selama ini dibingungkan
·
segera laksanakan hukum bagi para koruptor-manipulator,
disamping teroris-kriminal (fisik/non-fisik), tayangkan maksimal di media
massa
·
ciptakan praxis penyebaran industri hulu sampai hilir ramah-lingkungan
di daerah untuk menarik sumberdaya /teknologi dari Jakarta/pusat
·
inventarisasi dan majukan kekayaan sumberdaya alam
pulau-pulau terluar, Sabang sampai Merauke, berkerangka geopolitik
regional-global
·
cetak-ulang dan bagi ke sekolah-sekolah pustaka puncak-puncak
sastra lama daerah serta tulisan para pendekar dan budaya bangsa Indonesia
·
kembali kenali dan akrabi lingkungan fisik dan sosial-budaya
lokal NKRI, ejawantah Sang Saka Merah Putih tanpa rayap pendompleng
·
animasi, komik dan bacaan anak-anak yang sehat, menggali
kekayaan adat budaya warisan lama, dicetak-ulang dan sebarkan ke masyarakat
·
galakkan pakaian adat tradisional daerah, pesta dan
budaya adat di berbagai wilayah NKRI, bangunan-bangunan kuno dan tradisional
lainnya
·
hentikan pemelintiran bina administratif-prosedural-substantif
olahraga serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpola terbetot birokrasi
·
teliti dan majukan berbagai kebijaksaaan dan filsafat
hidup timur, pengobatan ekstrak dan pangan tradisional timur termasuk
vegetarianisme
·
basmi mental pengerukan sumberdaya alam, penghancuran
kemandirian dan harga diri bangsa, penerlantaran dan penyedotan desa
·
tindak-lanjuti kebangkrutan-hancurnya sistem kraton/pangreh
dan feodalis, tetapi jaga-lestarikan budaya lokal-nasional populis abad 21
bdk.
mustahil
menyelesaikan masalah memakai cara pikir, sikap dan tindak yang
menimbulkan masalahnya (A.Einstein)
dst
Butir-butir pemikiran dan langkah konkret akan
dipicu, telurkan,
dan paripurnakan dalam
Sarasehan. Salam Merdeka!
[Non-text portions of this message have been removed]