2008-08-22 08:07:00 Adegan Merokok di Film, TV Dorong Remaja Merokok WASHINGTON--U.S. National Cancer Institute, lembaga utama federal mengenai penelitian kanker, Kamis, menyiarkan laporan yang menjangkau kesimpulan paling kuat pemerintah setakat ini bahwa pamasaran tembakau dan penayangan orang rokok di film mendorong generasi muda untuk menghisap rokok.
"Sekarang ini ada bukti yang tak dapat dibantah bahwa pemasaran tembakan dan rokok di film dapat membuat generasi muda mulai merokok," kata Barbara Loken, salah satu dari lima redaktur sain dalam laporan itu. Rokok adalah salah satu produk yang dipasarkan paling gencar di Amerika Serikat, demikian antara lain isi laporan setebal 684 halaman tersebut, "The Role of Media in Promoting dan Reducing Tobacco Use". Iklan tembakau mengincar kebutuhan psikologis kaum remaja, seperti popularitas dan penerimaan oleh kawan sebaya. Bahkan pajanan singkat iklan tembakau mempengaruhi persepsi remaja mengenai rokok, perokok, dan keinginan kaum remaja untuk merokok, kata laporan tersebut. Sementara itu, penggambaran orang yang sedang merokok merembes di berbagai film, yang muncul di 75 persen atau lebih film kontemporer paling laris, dan merek terkenal muncul di sebanyak sepertiga film. Laporan itu menyimpulkan meskipun kampanye media massa dapat mengurangi penggunaan tembakau, "iklan anti-tembakau sebelum penayangan film dan larangan menyeluruh atas iklan tembakau tetap menjadi dua strategi efektif guna mengekang dampak citra tembakau pada generasi muda", kata Loken. "Sekarang kita perlu menggunakan pemasaran untuk mengendalikan generasi muda dan yang lain menjauh dari tembakau." Antara/Xinhua http://republika.co.id/launcher/view/mid/19/news_id/5234

