Rwanda Tuduh Perancis Genosida
Posting Time
10:09:00 AM
(Kigali) - Rwanda menuduh Perancis memainkan peran penting dalam genosida tahun
1994 yang merenggut nyawa sekitar 800.000 orang.
Laporan
yang dikeluarkan oleh kementerian kehakiman Rwanda menyebutkan Perancis
mengetahui persiapan genosida dan membantu melatih milisi etnik Hutu
sebagai pelaku genosida. Laporan itu juga menuduh pasukan Perancis
terlibat langsung dalam pembunuhan.
Laporan tersebut menyebut 33
personil militer senior dan politisi Perancis yang dikatakan harus
dituntut. Sebelumnya, Perancis membantah terlibat.
Di antara
orang yang namanya masuk dalam laporan itu adalah mendiang mantan
presiden, Francois Mitterrand dan dua mantan perdana menteri, Dominique
de Villepin dan Edouard Balladur. Mantan menteri luar negeri, Alain
Juppe juga masuk daftar.
Kementerian luar negeri Perancis
mengatakan kepada BBC pihaknya hanya akan memberikan tanggapan atas
tuduhan baru itu setelah membaca laporan yang diterbitkan Selasa sore
itu.
Awal tahun ini, Menteri Luar Negeri Perancis, Bernard
Kouchner membantah Perancis terlibat dalam kaitannya dengan genosida,
namun menyatakan terjadi kesalahan politik.
Sekitar 800.000
etnik minoritas Tutsi dan etnik Hutu moderat dibantai oleh milisi Hutu
hanya dalam waktu 100 hari pada tahun 1994.
Laporan kementerian
kehakiman Rwanda menyebutkan Perancis mendukung pemerintah Rwanda yang
dijalankan oleh etnik Hutu dengan dukungan politik, militer, diplomatik
dan logistik.
Dalam laporan itu Perancis dituduh melatih milisi
Hutu yang bertanggungjawab atas pembantaian, membantu merencanakan
genosida, dan berpartisipasi dalam pembunuhan.
Laporan itu lebih
jauh menuduh pasukan Perancis tidak berbuat apa-apa terhadap keberadaan
pos-pos pemeriksaan yang digunakan oleh pasukan Hutu dalam genosida.
"Mereka
jelas meminta agar Interahamwe tetap mengoperasikan pos-pos pemeriksaan
dan membunuh etnik Tutsi yang berusaha melarikan diri," demikian salah
satu isi laporan. (BBC/Lala/Internasional)
[Non-text portions of this message have been removed]