Perahu Aktivis Tembus Blokade Jalur Gaza Senin, 25 Agustus 2008 | 03:00 WIB
Cairo, Kompas - Dua perahu dengan logo "Free Gaza" dan "Liberty" berbendera Yunani, Sabtu (23/8), akhirnya berhasil menembus blokade Israel dengan merapat di Pelabuhan Gaza City. Dua perahu yang bertolak dari Larnaka, Siprus, dua hari lalu, membawa 44 aktivis perdamaian internasional pro-Palestina yang berasal dari 14 negara dan beragam pemeluk agama. Di antara aktivis perdamaian yang berada di salah satu perahu itu adalah Lauren Booth (saudara dari istri mantan PM Inggris yang kini menjabat utusan khusus kuartet perdamaian Tony Blair), seorang pastor Katolik asal AS berusia 81 tahun, wartawan televisi Aljazeera Ayyash Daraji, dan aktivis Yahudi Geev Halbeer (62). Pimpinan Hamas dan ribuan warga Palestina menyambut hangat dua perahu tersebut. Bahkan, puluhan perahu kecil milik warga Palestina menyambut dua perahu aktivis perdamaian itu sebelum merapat di Pelabuhan Gaza City. Sejumlah pemuda Palestina ada yang berenang menyambut dua perahu itu. Tindakan nekat dua perahu aktivis perdamaian internasional menembus blokade Israel atas Jalur Gaza itu merupakan yang pertama kali terjadi sejak Hamas menguasai penuh Jalur Gaza pada bulan Juni tahun lalu. Dua perahu aktivis perdamaian itu menghadapi banyak hambatan untuk mencapai Jalur Gaza. Mereka terpaksa berkali-kali mengubah jalur pelayarannya. Israel juga dilaporkan mengganggu alat komunikasi dan jaringan internet kedua perahu itu. Gelombang Laut Mediterania yang besar pada bulan Agustus ini membuat sejumlah aktivis mabuk. Ketua Komite Rakyat Palestina untuk Melawan Blokade Jamal Khadri mengungkapkan, dua perahu aktivis perdamaian itu sempat kehilangan kontak dengan dunia luar selama beberapa jam akibat aksi sabotase Israel. Izinkan Sumber resmi Israel, seperti dikutip harian Haaretz, mengungkapkan, Pemerintah Israel terpaksa mengizinkan dua perahu itu mencapai Jalur Gaza untuk mencegah para penumpang kedua perahu tersebut melancarkan aksi provokasi terhadap Israel. PM Israel Ehud Olmert setelah melakukan konsultasi dengan Menlu Tzipi Livni dan Menhan Ehud Barak, Jumat malam, memutuskan mengizinkan kedua perahu itu mencapai Jalur Gaza. Namun, ujarnya, aparat keamanan Israel akan memeriksa kedua kapal itu ketika meninggalkan Jalur Gaza nanti. Khawatir mereka membawa aktivis Palestina yang diburu Israel dan bahan peledak. Sebelumnya, para aktivis perdamaian sebelum meninggalkan Siprus mengancam akan menuntut secara hukum jika Pemerintah Israel mencegah mereka menuju Jalur Gaza atau menangkap mereka. "Jika Israel mencegah kami atau memeriksa secara paksa, kami tidak akan melawan. Bila Israel menangkap dan membawa kami ke Israel, kami akan mengajukan tuntutan hukum terhadap para penyandera," tutur salah seorang aktivis perdamaian, seperti dikutip harian Asharq Al Awsat. (mth) [Non-text portions of this message have been removed]

