Inflasi yang makin menjadi-jadi, berdampak pada harga tikus di Kamboja. Disebabkan harga daging babi dan lembu terus meroket, mulai banyak penduduk Kamboja yang terpaksa mengkonsumsi daging tikus, yang murah. Tapi berhubung tingginya permintaan, daging tikus pun ikut naik juga. Cuman dalam setahun saja harga sekilo tikus naik empat kali lipat. Daging yang sudah dibeset (bersih dari kulitnya) harganya sekarang 5000 riel atau sekitar 11.000 rupiah. Itu masih lebih murah ketimbang sekilo daging lembu 20 ribu riel atau sekitar 44 ribu rupiah. Selain untuk konsumsi masyarakat kurang mampu di Kamboja, daging tikus juga memberi masukan devisa negara. Daging tikus sudah merupakan komuditas ekspor. Menurut karyawan Departemen Pertanian dan Peternakan, perhari Kamboja mengekspor satu ton (1000 kg) tikus ke Vietnam. Sumber: (ANP/RTR/Reuters)
Satrio Arismunandar Executive Producer News Division, Trans TV, Lantai 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com http://satrioarismunandar.multiply.com "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal) [Non-text portions of this message have been removed]

