Buruh kaumku betapa malang nasibmu.......
Disaat penjajahan kaumku dijadikan budak tiada arti
Yang hidupnya hanya untuk tuan tanah dan kaum penjajah
Menjadi pekerja rodi dan romusha serta buruh perkebunan tanpa upah

Buruh kaumku betapa malang nasibmu......
Disaat merdeka kaumku ikut berjuang bersama rakyat
Walau tidak bisa panggul senjata, perlengkapan tempur kami siapkan
Walau kadang nyawa kaumku ikut terkubur.......tanpa nisan

Buruh kaumku betapa malang nasibmu....
Ketika rovolusi harapan bangsa ada dipundakmu
Tetapi kembali elit bangsa hanya menjadikan kaumku korban
Ketika mereka berseteru kaumkula yang dijagal dijalan - jalan.........

Buruh kaumku betapa malang nasibmu...
Diwaktu pembangunan kembali memimpin negeri
Kaumku menjadi tulang punggung munculnya kemakmuran
Dab seperti biasa porsi kaumku tidak lebih hanya remehan sisa kaum borjuis

Buruh kaumku betapa malang nasibmu....
Saat ini reformasi sudah sepuluh tahun berjalan
Kembali kaumku paling mudah ditindas dan dihisap
Sehingga untuk sekedar bisa bekerja saja kaumku harus digadaikan

Buruh kaumku betapa malang nasibmu.....
Kalau terus kaumku bersandar dan berharap
Kepada elit yang tidak pernah peka kepada kesengsaraan
Yang hidupnya tidak pernah kenal yang namanya lapar dan sedih

Tidak ada kata lain kecuali bersatu dan rebut republik ini
Dari tangan kaum elit yang tidak bernurani dan dzhalim
Yang hanya menggunakan logikanya dalam mengambil kebijakan 
Sehingga kembali kaumku akan terus menerus terhisap........

Regards

KangNoer
Bekasi280808

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke