Kajian Islam :
Debat Mengagumkan
oleh : Dr. Muhammad bin Abdul Aziz al-Khudairi
Sesungguhnya pujian hanya milik Allah Subhanahu wata’ala. Kami memujiNya,
memohon pertolongan kepada-Nya dan meminta ampun dariNya. Kami berlindung
kepada Allah Subhanahu wata’ala dari kejahatan diri kami dan kejelekan
perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wata’ala, maka
tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan, maka tidak
ada yang bisa memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah Subhanahu
wata’ala semata dan tidak ada sekutu bagiNya. Dan saya bersaksi bahwasanya Nabi
Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Semoga shalawat Allah Subhanahu wata’ala
dan salamNya yang banyak dicurahkan kepada beliau, keluarga dan para
sahabatnya. Amma ba'du:
Spontanitas (kecepatan memahami sesuatu tanpa pikir panjang), menghadirkan
jawaban, ketajaman analisa dan kecemerlangan pikiran termasuk sifat paling
penting yang membedakan al-Baqillani (dengan yang lainnya) dan yang membuatnya
terkenal. Berbagai kitab thabaqat (biografi) menulis beliau dengan sifat
tersebut. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya perdebatan, diskusi, fatwa dan
karyanya.
Seyogyanya orang yang memiliki karakteristik seperti ini untuk menempati posisi
terdepan dalam setiap perdebatan yang dilakukan dengan berbagai kelompok.
Khususnya perdebatan yang terjadi antara beliau dengan Asya'irah (pengikut
Asy'ariyah) -beliau termasuk salah seorang pembela madzhab Asy'ariyah yang
paling senior- dan dengan Mu'tazilah. Mayoritas perdebatan dengan mereka beliau
selalu keluar sebagai pemenangnya.
Informasi tentang beliau sampai kepada ‘Adhudud Daulah al-Buwaihi. Beliau ingin
dekat dengan al-Baqillani dan sangat gembira dengannya. Setelah melihat
kelebihan yang ada padanya, beliau mencalonkannya untuk menjadi diplomat ke
raja Romawi berkaitan dengan politik luar negeri negara Islam. Ia membutuhkan
seorang yang terkumpul padanya keluasan pengetahuan dan ketajaman intelektual.
Akan disebutkan kisah selengkapnya.
Al-Baqillani menerima tugas ini dan berangkat menemui raja Romawi. Terjadilah
beberapa perdebatan dan perbincangan di berbagai kesempatan antara beliau
dengan raja Romawi dan Allah Subhanahu wata’ala memenangkan beliau darinya.
Allah Subhanahu wata’ala menampakkan kesalahan yang ada pada orang-orang
Romawi, kekeliruan, kerusakan dan kontradiksi (agama) mereka.
Beliau berhasil menjawab segala syubhat mereka, membuka kedok mereka,
menjelaskan kepada mereka yang sebenarnya setelah menerangkan kepada mereka
argumentasinya. Perkara ini sampai kepada para pendeta mereka, dan mereka
sangat ketakutan seandainya al-Baqillani terus berada di tengah-tengah mereka,
tidak akan ada lagi orang yang akan memeluk agama Nasrani karena keagungan apa
yang mereka dapatkan dan mereka hadapi dari al-Baqillani.
Telah tersebar di tengah orang-orang, cerita tentang perdebatan yang agung ini.
Dengannya Allah Subhanahu wata’ala memenangkan agamaNya di atas semua agama
yang lainnya. Sebagian dari peristiwa itu telah tertulis, tetapi sepengetahuan
saya hal itu belum dibukukan secara sempurna. Sebagian diriwayatkan oleh
penulis biografi al-Baqillani, sebagian kecil dari para Ahli Sejarah dan
sebagian lagi oleh para penulis tentang perdebatan. Mereka meriwayatkan
penggalan-penggalan dari perdebatan tersebut. Setiap orang menyebutkan
bagiannya dan menulis sebatas yang mereka ketahui saja.
Saya pernah membaca penggalan-penggalan cerita yang berserakan tersebut dan
sangat mengagumkan. saya terpukau dengan kecerdasan dan kejeniusan yang
dimilikinya. Saya juga sangat tertarik dengan sikap ulama besar ini terhadap
lawannya, yang berhias dengan kemuliaan, dimuliakan dengan ilmu, dirias dengan
hikmah dan kebijaksanaan, dengan kecepatan daya tangkap dan nalar.
Saya tidak tega kalau semua itu dibiarkan berserakan, tidak diketahui oleh
banyak orang. Saya berharap semoga bisa mendapatkan semua cerita itu bukan
sebagiannya. Saya mulai mencarinya di dalam kitab-kitab thabaqat dan munazharat
(kitab yang memuat tentang perdebatan), namun belum mendapatkannya. Sekalipun
telah melakukannya dalam waktu yang cukup lama, namun saya belum mendapatkan
semuanya. Yang saya dapatkan hanyalah penggalan-penggalan cerita yang
berserakan tersebut.
Berikutnya, saya mendapatkan orang yang paling banyak bercerita tentangnya
adalah al-Qadhi Iyadh dalam kitabnya Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik li
Ma'rifati A'lam Madzhab Malik. Setelah itu disusul oleh Imam asy-Syaukani dalam
kitabnya 'Uyunul Munazharat.
Adapun selain keduanya hanya menyebutkan satu atau dua peristiwa dan sedikit
sekali di antara mereka yang sampai bisa menyebut tiga cerita seperti Ibnul
Atsir dalam al-Kamil, Ibnu Asakir dalam Tabyin Kidzbil Muftari, Al-Khatib dalam
Tarikh Baghdad, Ibnul Jauzi dalam al-Muntazam fi Tarikhil Muluk wal Umam,
adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala` dan Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan
Nihayah.
Saya berusaha mengumpulkan semua yang mereka sebutkan. Apa yang disebutkan oleh
dua orang atau lebih di antara mereka, maka saya tetapkan dan saya perbaiki dan
sempurnakan. Jika terjadi perbedaan di antara mereka, maka saya menulisnya di
footnote.
Adapun yang disebutkan hanya oleh seorang di antara mereka, maka saya tulis apa
adanya. Dengan demikian saya telah mengumpulkan berbagai hal yang berserakan
yang awalnya tidak tersusun rapi dan tidak berurutan. Saya mulai menyusun
penggalan-penggalan tersebut dengan berusaha bersikap teliti dan tepat dengan
semampunya. Di ujung setiap penggalan saya menyebutkan orang-orang yang
meriwayatkannya. Saya memberikan komentar hal-hal yang perlu dikomentari dan
memberinya judul dengan "Al-Munazharah Al-'Ajibah" (Edisi Bahasa Indonesia,
"Debat Menakjubkan" ).
Dengan demikian, maka cerita tentang beliau akan jelas dan fajar beliau menjadi
terang, tulisannya menjadi jelas dan embunnya menetes deras. Saya melihat
perlunya dicetak untuk bisa diambil manfaatnya, mengambil pelajaran dari
berbagai peristiwanya. Dengan memohon kepada semua saudara saya yang
mendapatkan kesalahan atau kekurangan di dalamnya agar memberitahukannya kepada
saya. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberinya nikmat dan kemuliaan-Nya.
Kepada Allah Subhanahu wata’ala saya memohon semoga amal saya ini dijadikan
sebagai amal yang ikhlas semata mencari ridha-Nya dan bermanfaat kepada para
hambaNya yang beriman. Sesungguhnya Dia adalah pemilik semua itu dan yang mampu
untuk melakukannya.
Semoga shalawat dan salam Allah Subhanahu wata’ala kepada hamba dan RasulNya
Muhammad, keluarga dan sahabat beliau.
Dr. Muhammad bin Abdul Aziz al-Khudairi
Po. Box 398 Riyad 11313
b3r5aMbUn6..
Win a MacBook Air or iPod touch with Yahoo!7.
http://au.docs.yahoo.com/homepageset
[Non-text portions of this message have been removed]