Epicurus pada  341-270 SM:

"...Atau Tuhan mau menghapuskan keburukan, tetapi tidak mampu. Atau
sebenarnya ia mampu, tetapi tidak mau. Atau ia tidak mampu dan tidak
mau. Jikalau ia mau, tetapi tidak mampu, ia lemah.... Jikalau ia mampu,
tetapi tidak mau, dia jahat.... Tetapi, jikalau Tuhan mampu dan mau
menghapuskan kejahatan, ... lantas bagaimana kejahatan ada di dunia?"

kata2 orang lg bingung aje diinget2 :)

radityo..radityo..


----- Original Message ----
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; zamanku <[EMAIL PROTECTED]>; mediacare <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; wartawan 
indonesia <[EMAIL PROTECTED]>; wartawan <[EMAIL PROTECTED]>; media jakarta 
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, August 30, 2008 11:24:19 AM
Subject: [ppiindia] FPI dan Epicurus


FPI mengaku bertuhan dan membela kebenaran agamanya, tapi tindak-tanduknya amat 
beringas seolah mereka diajari agamanya untuk berbuat seperti itu. Munculnya 
FPI membuat jengah sebagian besar bangsa Indonesia yang masih berpikiran waras. 
Ajaran Islam jadi buruk dan terpuruk karena ulah FPI dan tindak-tanduk kelompok 
fundies lainnya.

Apakah FPI sengaja dibentuk untuk memerosotkan citra Islam di tengah 
masyarakat? Ataukah mereka cuma kelompok preman yang berkedokkan agama? 

Eksistensi Tuhan dan perilaku umat beragama selalu dipertanyakan sepanjang 
masa. Berikut argumen klasik Epicurus pada  341-270 SM:

"...Atau Tuhan mau menghapuskan keburukan, tetapi tidak mampu. Atau sebenarnya 
ia mampu, tetapi tidak mau. Atau ia tidak mampu dan tidak mau. Jikalau ia mau, 
tetapi tidak mampu, ia lemah.... Jikalau ia mampu, tetapi tidak mau, dia 
jahat.... Tetapi, jikalau Tuhan mampu dan mau menghapuskan kejahatan, ... 
lantas bagaimana kejahatan ada di dunia?" 

(Lee Strobel, The Case for Faith, Zondervan, 2000:25. bdk. Teodice. 2006:230).

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke