Artis Mendapat Nasi Kotak, Seniman Daerah Nasi Bungkus

Sebagai salah satu pengisi acara dalam acara Pesta Merdeka Yamaha 2008 yang 
cukup sukses diselenggarakan Trans 7 di Prambanan, Jawa Tengah, pada 18 Agustus 
2008 saya merasakan diskriminasi dan perlakuan beberapa kru Team Work Trans 7 
di lapangan yang mengecewakan.

Seyogianya jam makan adalah pukul 13.00, bukan pukul 16.30. Padahal, saya sudah 
menanyakan makan siang berkali-kali. Bahkan, kurang etis kalau membedakan 
penyajian makan antara artis dari Jakarta yang diberikan nasi kotak dan seniman 
daerah yang diberikan nasi bungkus.

Oleh karena itu, saya terpaksa membeli makan siang dan makan malam sendiri 
sejumlah 40 buah untuk penari dan kru, termasuk anak-anak yang sudah sangat 
kelaparan. Tenda tempat rias juga seharusnya tidak dibedakan, kalau semua 
beralaskan rumput, sebaiknya semua beralas rumput.

Semoga hal ini tidak terulang lagi dan menjadikan pelajaran bagi kita bersama 
sebagai manusia yang tidak sempurna, mengingat bahwa kerja sama sudah terjalin 
lama. Sebagai bangsa Indonesia yang sedang menggalakkan persatuan dan 
meningkatkan rasa nasionalisme seharusnya bertindak manusiawi. 

Didik Hadiprayitno Jatimulyo Baru G/14 YK, Tegalrejo, Yogyakarta

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/08/28/ 00350398/ redaksi.yth



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke