Salam,

Di milis yang anggotanya terdiri dari banyak latar belakang, 
pendidikan dan usia, tidak pas menyarankan agar orang lain membaca 
buku atau belajar lebih banyak, seolah-olah Anda sendirian yang sudah 
banyak membaca buku. 

Anda nggak tahu persis pengetahuan orang lain yang Anda sarani itu. 
Jangan-jangan buku yang dibaca lebih banyak dari yang Anda baca. 
Jangan-jangan Anda lah yang sedang terpaku pada satu buku saja!

Agama adalah ide, dan penganut adalah produknya. Tak bisa memisahkan 
sebuah ide dari dari produknya. Tak bisa memisahkan Imam Samudra dan 
Habib Riziek dari Islam, meski mereka bukan mewakili Islam secara 
keseluruhan. Karena mereka sama-sama berteriak-teriak "ALlahu Akbar" 
dan menjelaskan panjang lebar tindakan anarkis dan brutal yang mereka 
lakukan demi Islam.

Kita pun tak bisa memisahkan Nazi dari Hitler. Dan kalangan Islam 
radikal yang menuduh bahwa aksi George Bush di Irak, Afganistan,  tak 
bisa dipisahkan dari ajaran Kristen Fundamentalis yang diduga menjadi 
pendorong kebijakannya. 


Dimas. 




--- In [email protected], "yustamb" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>>> Kalo om ... benar-benar memahami agama, pasti tidak akan berkata
> sembarangan, saya yakin itu ...  karena dalam agama diajarkan bahwa
> manusia itu tidaklah sempurna seperti malaikat ...  didikan yang 
baik
> dari kecil pastilah akan menjadikan seseorang menjadi manusia yang
> bermoral ... tetapi semua ada ketentuannya, hanya Tuhanlah yang Maha
> mengetahui nasib kita di Bumi ini ...
> 
> saran saya sih Om...  banyak membaca buku-buku agama dan memahami
> pesan-pesan mendalam yang tertulis di dalamnya agar om  bisa lebih
> arif dalam memberi komentar . . .  dan kalo belajar agama jangan
> melihat pemeluknya tetapi baca ajaran dan pesan yang di sampaikan 
oleh
> agama tersebut . . . pemeluknya sih banyak anomalinya ....
> 
> salam
> 
> 

Kirim email ke