--- On Tue, 9/2/08, Everybody Loves Irene-the band <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Everybody Loves Irene-the band <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ppiindia] What SISTER September said about us
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, September 2, 2008, 2:31 AM
Everybody Loves Irene
Album: On Second Thought, I Might Wanna Change Some Things
Review oleh: Anthono Oktoriandi
Setelah cukup lama menanti, akhirnya album kedua dari band pengusung trip-hop
asal Jakarta ini rilis juga. Beberapa hype
yang mereka bangun lewat promosi di dunia maya, cukup membuat saya
penasaran dengan materi mereka yang baru. Saya takut Irene (Vocal), Aul
(Keyboard and Synth), Yudhi (Guitar), Dimas (Bas), dan Mul (Drum)
terjebak pada fenomena banyaknya artis indie yang justru jatuh pada
album kedua mereka. Untungnya, dugaan saya salah besar.
Cukup banyak kejutan yang mereka tampilkan di album terbaru mereka. Terutama
dari segi sound yang semakin terdengar mature. Walaupun tetap mempertahankan
nuansa yang dark and gloomy
khas mereka. Berbagai eksperimen pun coba ditampilkan untuk
menghasilkan sound yang sesuai, sepert Irene yang bernyanyi dengan
posisi terbaring saat merekam vocal lagu 'Blood in a Rush'.
Track 'Rindu' menjadi kejutan pertama. Lagu milik band PlanetBumi ini mereka
cover
dengan sangat ciamik. Benar-benar membuat pangling. Vokal Irene pun
sangat pas. Tidak terdengar canggung, mengingat hampir seluruh materi
pada album terdahulu dan album yang sekarang menggunakan lirik
berbahasa Inggris. Pemilihan lagu 'Rindu' sebagai single pertama (yang bisa di
download gratis melalui web site mereka) benar-benar cocok. Sangat catchy dan
ear-friendly. Saya rasa, bagi yang belum terbiasa dengan sound yang dihasilkan
Everybody Loves Irene pun dapat menikmati lagu ini.
Kejutan
kedua pada lagu 'Big Bang' dimana vokal Irene digantikan oleh Yudhi,
sang gitaris. Memang lagu ini tidak cocok bila diisi dengan vokal
cewek, dan memakai Yudhi sebagai vokalis untuk lagu ini adalah
keputusan yang sangat tepat.
'Solitude Dialogue' menjadi track yang cukup complicated. Sound dan aransemen
yang dibangun cukup 'ngejelimet' . Tetapi pemakaian choir (broken choir
-menurut mereka) benar-benar membuat lagu ini meriah.
The best track for me is 'Ecstasy'. Ketukan drum khas trip-hop yang sangat
konstan ditambah ambience benar-benar membuat lagu ini menjadi utuh. Raungan
gitar pun sangat pas, tidak berlebihan. Cocok dijadikan soundtrack saat melamun
(hehehe...).
Bagi kamu para pelamun yang suka menikmati gelapnya malam sambil menatap
bintang, album ini layak kamu miliki. Pasang earphone
kamu dan dengarkan 10 lagu dari album ini. Nikmatilah suasana yang
hadir dari lagu-lagu mereka. Secara keseluruhan, album ini merupakan
sebuah karya yang sangat baik. Outstanding! !!
Communicate with us for more information and networking:
postal address: Jl. Cakrawijaya 2 blok U no.1 Diskum PWI Jakarta 13420,
Indonesia. web: www.everybodylovesi rene.com Booking Agent / Music
Publicist: +62.813.876. 555.40
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]