Salam,

Dari lahir hingga ABG saya tinggal di Jawa Tengah. Dulu, kalau 
Lebaran, kami anak-anak biasa sungkeman, duduk di depan pangkuan 
orangtua sambil mnyembah dan menundukkan muka. Sendiri-sendiri maupun 
berkelompok, semacam klub remaja, berkeliling ke tetangga untuk 
sungkem pada orangtua yang ada di lingkungan dan minta maaf dalam 
bahasa Jawa Kromo Inggil (tinggi/halus) yang alangkah panjangnya yang 
kalau diingat harus dihapal-hapal dulu. 

"Ngaturaken sugeng riyadi...sedoyo kalepatan kulo nyuwun
pangapunten... kawula tiyang enem katah lepatipun ..dst .bla..bla..

Setelah pindah ke Jakarta bila berlebaran cukup cium tangan dan cium 
pipi kanan kiri sama kakak dan orangtua. 

Orantua saya yang datang berlebaran dari Jawa Tengah bisa menerima 
perubahan saya dan saudara-saudara saya yang sudah jadi "orang 
Jakarta" dan memahami sepenuhnya bahwa cara "wong Betawi" beda dengan 
"wong Jowo". Karena sama-sama memperlihatkan budaya penghormatabn pada 
orangtua.

Mencium tangan orangtua kini sudah populer sebagai kebiasaan muslim 
Indonesia, yang menular ke seluruh Tanah Air. Sinetron-sinetron dan 
aneka program teve di Bulan Ramadhan ikut memasyarakatkan dan 
menularkannya.

Sampai sekarang saya tidak tahu mengapa orang Betawi mencium tangan 
orangtua sebagai penghormatan. Yang saya tahu di film-film klasik, 
para pria Prancis menunjukkan hormat dengan mencium tangan wanita. Dan 
wanita melepaskan sarung tangannya untuk dicium oleh pria yang 
mengormatinya.  

Pastinya saya tidak perlu niru-niru pria Arab cium pipi kiri kanan 
dengan sesama lelaki, sebagaimana Pak Habibie. 
Meski, secara pribadi, saya kagum dan hormat sama Pak Habibie.

Wassalam,


Dimas. 


--- In [email protected], "phyllobates.terribilis" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], Satrio Arismunandar 
> <satrioarismunandar@> wrote:
> >
> > Bagaimana kalau ada warganegara Indonesia yang ibunya campuran 
Jawa-
> Sunda, bapaknya campuran Dayak-Melayu?
> > Standar moralnya apa ya? he..he..he...
> > 
> > Satrio Arismunandar 
> > Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
> > Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> > Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 
> 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.comhttp://
satrioarismunan
> dar.multiply.com   
> > 
> 
> +++ Pak Executive Producer, pertanyaan ini mah mudah kali dijawab 
> (anak TK juga bisa jawab):
> 
> --- Jawa = Indonesia
> --- Sunda = Indonesia
> --- Dayak-melayu (yang wilayah RI) = Indonesia
> 
> Jadi standard moralnya ya INDONESIA! Gitu aja kok repot? Masak mau 
> cari standar ke hadramaut? nama pak Satrio juga nama putra Indonesia 
> atau putra jawa kan? bukan Tifatul al Aladdin bin Abugosok?
>


Kirim email ke