Tampaknya budaya para pemimpin indonesia adalah budaya keledai Sehingga selalu saja disaat mendapat kesempatan memimpin berlaku seperti keledai Yang paling gampang lupa dengan sejarah bahkan yang baru kemarin sore terjadi Sehingga kesalahan yang sama terus diulang oleh mereka yang disumpah jadi pemimpin
Kembali kita dikasih tontonan oleh anggota KPU = Komisi Penangguk Untung Yang tidak belajar atau malah belajar dari anggota KPU yang sebelumnya Supaya partisan dalam proses pemilu agar bisa jadi menteri ala Hamid Awaludin Paling apes kena kasus korupsi jadi diplomat tendang para calon diplomat karir yang lain Tidak kalah juga belajar dari yang sebelumya dalam hal pemakaian fasilitas mewah Sehingga membandingkan dirjend yang berkarir lama dalam hal mobil yang diminta Padahal kerja belum ada hasil sama sekali kecuali hanya kompromi dengan parpol Sehingga bisa diatur gimana aturan main parpol sesuai keinginan elit parpol yang busuk Tidak lupa acara jalan-jalan keluar negeri ala anggota DPR yang terhormat Dibiayai rakyat yang ngemis dijalan dan duit utang dari donatur yang rakus Sehingga keras kepala untuk menuntut plesiran keluar negeri alasan dinas Untuk alasan sosialisasi maka kerjaan didalam negeri bisa dioutsourcingkan Perlu juga untuk ikut campur urusan internal parpol asal sesuai budget yang diminta Sehingga tiap pemilu pasti menyisakan masalah ketidak adilan untuk parpol lain Parpol yang dianggap tidak bisa kompromi terus diganggu kalau perlu nggak bisa ikut Karena pesta pemilu mereka yang atur sehingga Tuhanpun disuruh ikut aturan mereka...... Tapi tampaknya untuk urusan penyediaan alat pemilu KPU banyak belajar Agar tidak seperti ketua KPU yang sebelumnya jadi tumbal dipenjara Padahal tidak kurang semua anggota KPU terlibat tetapi semua cuci tangan Merapat keparpol agar tetap selamat dan terus terhormat sebagai elit parpol Regards, KangNoer [Non-text portions of this message have been removed]

