Kawan Satrio, saya yakin Teman-teman Pers terutama MNC sebagai gabungan beberapa pers nasional pasti disudutkan dengan tuduhan ESDM.
Ini namanya negara kepompong yang selalu tak punya keberpihakan. Akibat kebakaran jenggot, penguasa cari-cari celah untuk dijadikan tumbal kekalahan mereka dalam membudakkan rakyat. Kasus BBM berujung dengan teror terhadap pejuang demokrasi. Semua dilakukan demi menjawab kebutuhan pasar. Rontohkan negara Indonesia, masing-masing wilayah sudah saatnya mengatur diri sendiri, saya yakin kemerdekaan dan keadilan menjadi nyata. ************************ --- Pada Kam, 4/9/08, Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> Topik: [ppiindia] LNG Tangguh- Purnomo salahkan wartawan Kepada: "jurnalisme" <[EMAIL PROTECTED]>, "news Trans TV" <[EMAIL PROTECTED]>, "ppiindia" <[email protected]>, "HMI Kahmi Pro Network" <[EMAIL PROTECTED]>, "Indo Energy" <[EMAIL PROTECTED]>, "technomedia" <[EMAIL PROTECTED]>, "netsains sains" <[EMAIL PROTECTED]>, "warta-lingk" <[EMAIL PROTECTED]>, "AJI INDONESIA" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Forum Kompas" <[EMAIL PROTECTED]> Tanggal: Kamis, 4 September, 2008, 1:52 AM Kamis, 04/09/2008 11:44 WIB Purnomo: LNG Tangguh 20 Tahun Tak Laku-laku Alih Istik Wahyuni - detikFinance Jakarta - Kenapa LNG Tangguh dijual murah? Kenapa harus dijual ke China? Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, LNG Tangguh sudah ditawarkan ke berbagai pihak selama 20 tahun namun tak laku-laku juga. Hanya China yang mau membelinya. "Tangguh itu sudah 20 tahun tidak pernah laku waktu itu. Dan sudah dinyatakan sebagai satu proyek nasional waktu itu, sebagai sentral LNG ketiga oleh pemerintah waktu itu," urai Purnomo ketika ditemui di Hotel Sangri-La, Jakarta, Kamis (4/9/2008). Kenapa harus menjualnya ke China? "Karena nggak ada lagi yang mau beli, untung-untungan, " ketusnya. Mengenai penetapan harganya, menurut Purnomo dilakukan karena Indonesia kalah tender. "Itu hasil tender, yang kita kalah, gitu lho. Kemudian waktu itu karena hubungan pemerintah China dengan kita yang cukup dekat, mereka bilang "oke, walaupun kita kalah, bagaimana kalau kemudian diberikan Fujian bukan Guangdong, tetapi dengan harga sama dengan tender," katanya lagi. Purnomo mengaku pemerintah sudah menegosiasikan ulang harga LNG Tangguh sejak tahun 2006. Dan negosiasi akan terus dilakukan setelah masalah LNG Tangguh kini berubah jadi bola liar. "Namanya negosiasi ya boleh juga. Terus kita lakukan, memungkinkan, kenapa tidak kita coba?" ujar Purnomo. Saat ditanya mengenai siapa yang harus bertanggung jawab soal murahnya harga LNG Tangguh ini, Purnomo justru menyalahkan wartawan. "Pertanyaannya salah, kok bertanggung jawab sebagai wartawan jangan memojokkanseperti itu harusnya. Jadilah wartwan yang baik untuk bertanya karena itu adalah proses tender. Wartawan jangan berpolitik, harus mencari data yang lebih obyektif, harus jadi wartawan yang profesional, " ujar Purnomo panjang lebar. Purnomo selanjutnya meminta wartawan untuk mempelajari kontrak dan sejarah LNG Tangguh terlebih dahulu. "You lebih baik belajar dulu soal Tangguh, proses detail dulu terjadi kayak apa. You cari data-data, dipelajari, disitulah sebenarnya perbedaan mendasar antara teman-temen yang muda ini. Tolong dipelajadi proses Tangguh ditemukan tahun 1981," katanya lagi. Namun demikian, Purnomo mengaku siap dipanggil oleh siapapun yang mempermasalahkan LNG Tangguh ini . "Panggil saja saya siap. Kita kerja secara profesional, ini kan hasil tender dan sudah diperbaiki oleh pemerintahan sekarang. Kalau saya ditanya siap mundur, saya ini jalannya maju, nggak mundur. Siapa yang nyuruh mundur," cetus Purnomo.(qom/ ir) http://www.detikfin ance.com/ read/2008/ 09/04/114437/ 1000152/4/ purnomo-lng- tangguh-20- tahun-tak- laku-laku ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed]

