----- Forwarded Message ----

From: Abu <[EMAIL PROTECTED] org>

To: [EMAIL PROTECTED] com; yeany anggorowati <tppasca2007@ yahoogroups. com>

Sent: Friday, September 5, 2008 2:58:38 PM

Subject: [IPTPI] 4 Isteri !!!!!



  

 4 Isteri 

!!!

Suatu ketika, ada 

seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri.  

Dia 

mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan,

sebab ia 

yang tercantik di antara semua isterinya.



Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3.  

ia 

sangat bangga  dengan sang isteri dan selalu berusaha 

untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua 

temannya.  

Namun ia juga selalu kuatir kalau  isterinya ini lari dengan 

pria lain.

 

Begitu juga dengan isteri 

ke-2.  Sang pedagang sangat menyukainya

karena ia isteri yang sabar dan 

penuh pengertian.  

Kapan pun  pedagang mendapat masalah, 

ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini,

yang selalu 

menolong dan mendampingi sang suami 

melewati masa2  sulit.



Sama 

halnya dengan isteri pertama.  

Ia 

adalah pasangan yang sangat setia 

dan selalu membawa perbaikan 

bagi kehidupan keluarganya.

Wanita ini yang merawat dan 

mengatur

 semua kekayaan dan bisnis sang suami.  

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya 

meski isteri pertama ini begitu sayang 

kepadanya.

 

Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari 

bahwa ia akan segera 

meninggal. 

 Ia meresapi semua 

kehidupan indahnya 

dan berkata dalam hati, 

"Saat ini aku punya 4 isteri.  

Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri.  

Betapa menyedihkan. "



ISTERI KE-4:  NO WAY

Lalu pedagang itu 

memanggil semua isterinya dan bertanya pada 

isteri ke-4-nya.  

"Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan

perhiasan 

indah.  Nah, sekarang aku akan mati.  Maukah kamu

mendampingi dan 

menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja tidak!  

Jawab isteri ke-4 dan 

pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi.  

Jawaban  ini sangat menyakitkan hati.  Seakan2 ada pisau 

terhunus dan 

mengiris-  iris 

hatinya.



ISTERI KE-3:  MENIKAH LAGI

Pedagang itu sedih 

lalu bertanya pada isteri ke-3.  "Aku pun

mencintaimu sepenuh hati dan 

saat ini hidupku akan berakhir.  

Maukah kau ikut denganku dan menemani 

akhir hayatku?"  Isterinya menjawab,

hidup begitu indah di sini.  

Aku akan menikah lagi jika kau mati.

Bagai disambar petir di siang bolong, 

sang pedagang sangat terpukul

dengan jawaban tsb.  Badannya terasa 

demam.



ISTERI KE-2:  

SAMPAI LIANG KUBUR

Kemudian ia memanggil isteri ke-2.  "Aku 

selalu berpaling kepadamu

setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu 

membantuku sepenuh

hati.  Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku 

mati, maukah 

engkau mendampingiku? " Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini 

aku tak 

bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang 

kubur.  

Nanti akan kubuatkan makam yang indah 

untukmu."

 

ISTERI KE-1:  SETIA BERSAMA 

SUAMI

Pedagang ini merasa putus asa.  Dalam kondisi kecewa itu, 

tiba2

terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu 

kemana

pun kau pergi.  Aku tak akan meninggalkanmu, 

aku akan setia bersamamu.

 

Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya 

di sana.  Ia tampak begitu kurus.  Badannya seperti orang 

kelaparan.

Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku 

bisa

merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau 

kurus 

seperti ini, isteriku."



HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI

Sesungguhnya, kita 

punya 4 isteri dalam hidup ini.  Isteri ke-4

adalah TUBUH kita.  

Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita

keluarkan untuk tubuh kita supaya 

tampak indah dan gagah.  Semua 

ini akan hilang dalam suatu batas waktu 

dan ruang.  Tak ada keindahan 

dan kegagahan yang tersisa saat kita 

menghadap kepada-Nya.



Isteri ke-3, 

STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.  

Saat kita meninggal, 

semuanya akan pergi kepada yang lain.  

Mereka akan berpindah 

dan melupakan kita yang pernah memilikinya. 

Sebesar apapun 

kedudukan  kita dalam masyarakat 

dan sebanyak apapun 

harta kita, semua itu akan

berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita 

tiada.



Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN 

TEMAN. 

Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, 

kita tak akan bisa terus bersama mereka.  

Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani 

kita.



Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL 

KITA.

Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk 

terus

setia mendampingi kemana pun kita melangkah.  

Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat 

kelak.



Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita 

dengan bijak serta 

jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan 

pertolongan kepada 

sesama yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan 

kita, pemberian kita

menjadi sangat berarti bagi mereka yang 

memerlukannya.



Mari kita belajar memperlakukan 

jiwa dan amal kita dengan 

bijak.  


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke