wkakaka...biar paten bang, ampe 2x

--- In [email protected], fahmi faqih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bikin judul yang benar dong. masa muallaf diislamkan lagi
> muallaf itu sudah islam, bung!
> 
> --- On Sun, 9/7/08, Ananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: Ananto <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [ppiindia] Pagi ini Gus Dur Islamkan Seorang Muallaf
> To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[email protected]
> Date: Sunday, September 7, 2008, 9:08 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Pagi ini Gus Dur Islamkan Seorang Muallaf
> Ahad, 7 September 2008 13:24 Jakarta, *NU Online
> *Pagi tadi, Ahad (7/9), KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pengasuh Pondok
> Pesantren Ciganjur, mengislamkan seorang muallaf, setelah menyampaikan
> materi pada Pengajian Ramadhan di pesantrennya, Komplek Wahid
Hasyim, Jl.
> Warung Silah Ciganjur, Jakarta Selatan.
> 
> Seorang Muallaf yang secara resmi masuk Islam di hadapan Gus Dur adalah
> Verawati, WNI keturunan etnis Tionghoa yang tinggal di kawasan Limo,
Kota
> Depok, Jawa Barat. Setelah menjadi muallaf yang bekerja sebagai karyawan
> swasta ini pun berganti nama menjadi Safira Ramadhani.
> 
> Setelah menuntun pembacaan dua syahadat di hadapan seluruh peserta
> pengajian, kemudian Gus Dur menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan
> keberkahan tersendiri Ramadhan tahun ini. "Segalanya terjadi menurut
> kehendak Tuhan, manusia hanyalah diperintahkan berdakwah dengan
cara-cara
> yang santun dan penuh keikhlasan," tuturnya.
> 
> Lebih lanjut, Gus Dur juga meminta kepada muallaf baru ini untuk segera
> mengurus kelengkapan administrasi, karena seremoni peresmian yang
baru saja
> terlaksana hanyalah bersifat simbolik yang mesti didukung oleh
sebuah sikap
> resmi sebagai warga negara.
> 
> "Pengislaman dan pembacaan syahadat adalah bagian dari proses interaksi
> kemasyarakatan secara formal. Lebih penting dari hal ini adalah
pelaksanaan
> ketentuan-ketentuan agama yang didasarkan pada pengertian tentang adanya
> larangan, perintah dan himbauan sebagai seorang muslim," terangnya
kepada
> seluruh hadirin yang hadir pagi tadi.
> 
> Sementara itu, menurut penuturan Safira, sapaan barunya, ia telah lama
> menginginkan untuk memeluk agama Islam, karena ketiga orang kakaknya
juga
> telah memeluk Islam terlebih dahulu. "Tiga tahun lalu saya berkeinginan
> untuk menjadi bagian dari umat Islam, Alhamdulillah pagi ini akhirnya
> berhasil terwujud juga" ungkapnya dengan senyum mengembang.
> 
> Safira, yang saat itu datang didampingi bibinya, Ny. Endah Jumiyarto,
> mengungkapkan rasa bahagiannya karena dapat membaca syahadat dengan
dituntun
> oleh KH. Abdurrahman Wahid. "Saya memeluk Islam tanpa adanya paksaan dan
> tekanan dari pihak manapun," pungkasnya. *(min)*
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke