1. Hadharim (Etnis Hadhramaut) di Mesir

•    Selama kurang lebih satu setengah abad (84 H – 244 H), sembilan tokoh dari 
Hadhramaut menjadi Qadhi (Hakim) di Mesir. Mereka adalah 1.    Yunus bin 
Athiyah (84 H).
2.    Aus bin Adbullah (86 H).
3.    Yahya bin Maemon (105 H).
4.    Taubah bin Nasir (115 H).
5.    Hafes bin al-Waled (124 H).
6.    Khair bin Nu'aim (130 H).
7.    Ghaus bin Sulaeman (135 H).
8.    Abdullah bin Luhae'a (155 H).
9.    Luhae'a bin Isa pada (199 H – 244 H).

2. Kufah dan Basrah (Iraq) 

•    Ketika Umar bin Khattab al-Faruq menyerukan kepada semua prajurit Arab 
untuk bersatu di bawah komando Panglima Sa'ad, dari Yaman datang pasukan perang 
sebanyak 2300 orang yang dipimpin Amir bin Ma'dikariba. 600 diantara pasukan 
itu adalah Hadharim. 

3. Oman 

•    Pada permulaan abad 6 H, bangsa Kurdi menguasai Hadhramaut dan membantai 
para tokoh yang menentangnya. Salah satu korban kebengisan mereka adalah Yahya 
Salim Akdar dan Ali Ahmad Bukair (Tokoh Tarim). Tokoh Hadharim lainnya hijrah 
ke Oman. Di antaranya al-‘Allamah Muhammad bin Alwi yang dikenal dengan Shahib 
Mirbath. Di negeri sebelah timur Yaman itu, dia menyebarkan Islam, khususnya 
pemahaman ahli sunnah wal jamaah hingga turun temurun sampai sekarang.

4. India 

•    Pada akhir abad 6 H, keturunan Shahib Mirbath yang terkenal dengan sebutan 
Alu 'Amil Faqih (keluarga paman Faqih Muqaddam, red) hijrah ke India untuk 
menyebarkan agama Islam dan menetap di sana. Mereka kebanyakan tinggal di Buruj 
dan Ahmad Abad (Gujarat). Di antara mereka adalah Abdul Malik bin Alawi 
'amilfaqih dan anaknya, Abdullah, yang mendapat gelar Adzamat al-Khan (pembesar 
al-Khan). Dari dialah kemudian tersebar keturunannya di India dan Asia 
Tenggara, khususnya Indonesia.

•    Di India, mereka membangun masjid dan sekolah untuk mengajarkan ajaran 
ahli sunnah wal jamaah. Pada umumnya, penduduk India waktu itu mengikuti ajaran 
Syiah.

•    Hadharim, di antaranya Abu Thayyib Shiddiq bin Hasan bin Ali bin 
Lutfillah, mampu mengalihkan perhatian masyarakat India yang kala itu 
menggemari filsafat dan seni, khususnya filsafat Yunani, untuk belajar 
al-Qur'an dan Hadits.

5. Asia Tenggara

•    Permulaan abad 7, Hadharim keturunan Adzamat al-Khan (India) hijrah ke 
Asia untuk menyebarkan syariat Islam. Di antaranya Zainal Abidin yang kemudian 
kawin dengan putri Sultan Johor. Dari perkawinan itu, ia dikaruniai tiga putra 
yang terpencar di beberapa pulau.

•    Hasan, salah satu anak Zainal Abidin, membawa agama Islam ke Filipina. Ia 
kawin dengan putri Raja Filipina dan melahirkan keturunan yang menyebar di 
Brunei dan Sumatra. Dari sinilah kemudian Islam tersebar di Asia Tenggara. Pada 
perkembangannya, mereka menyebarkan Islam dengan menerbitkan media-media islami 
dan  membangun organisasi dakwah di Singapura.

•    Idrus bin Salim al–Jufri membangun Yayasan Madaris al-Khairat yang 
mempunyai 700 cabang di Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya. Pada tahun 1964 M, 
ia membangun Universitas Islamiyah yang mempunyai tiga Fakultas; Adab, Tarbiyah 
dan Syariah.

6. Afrika Timur  

•    Dalam waktu 3 abad (1110 H), Hadharim menyebarkan Islam di Habasyah 
(Eritrea), Somalia, Comoro, Nigeria dan Madagaskar. Berikut nama Hadharim yang 
menyebarkan Islam di sana:

1.    Muhammad Umar as-Syatiri, wafat di Zaela' tahun 974 H.
2.    Muhammad Ahmad Abu Bakar Abdullah Assegaf 
3.    Ahmad Abu Bakar Abdullah as-Segaf, wafat di Habasyah tahun 916 H.
4.    Abu Bakar bin Alwi bin Ahmad as-Segaf, wafat tahun 955 H.
5.    Abdul Wahab Abdullah as-Segaf, dan anaknya Abdullah, Muhammad dan Nur.

7. Haramain (Makkah dan Madinah)

Pada abad 10 H, Hadharim di Haramain menduduki kedudukan penting di bidang 
pengajaran dan fatwa. Banyak dari mereka yang menjadi guru besar dan mufti, di 
antaranya:

•    Abdul Lathif Ahmad bin Muhammad Bakasir (911 – 946 H).
•    Muhammad bin Abi Bakar as-Silli al-Alawi.
•    Muhammad Said Babusel.
•    Husen bin Muhammad al-Habsyi.
•    Umar Abu Bakar Ba Junaid.
•    Ahmad bin Hasan al-Attas.

8. Asia Tengah (Uzbekistan dan sekitarnya) 

•    Pada tahun 909 H/1503 M, Sayyid Abdullah al-Hadhrami hijrah ke Uzbekistan 
dan membangun Madrasah Arabiyah. Dari sini, Islam, terutama ajaran ilmu 
ketashawwufan, menyebar di Asia Tengah, seperti Turkmenistan, Kazakhstan dan 
lainnya.

9. Tentang Wanita Hadhramaut

•    Aminah bin Muhammad bin Husen al-Habsyi (1260-1333 H / 1844-1915 M), 
saudari kandung Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi (penyusun Maulid Simtu 
ad-Durar), bersama suaminya, Alwi as-Segaf, hijrah ke Istanbul Turki, untuk 
berdakwah dengan membuka majlis taklim khusus perempuan. 




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke