Hari-hari kedepan akan semakin riuh dan terus bergemuruh ulah politisi
Tidak sedikit yang tadinya nggak dikenal sebagai politisi tiba-tiba menjadi 
caleg
Ada yang tadinya artis, aktifis, pengamat bahkan akademisi juga diusung parpol
Tidak sedikit yang memang saudagar berkantong tebal, dengan uang segepok 
nangkring di nomer jadi..........

Entahah pendidikan politik macam apa yang mau dipertontonkan para caleg 
jadi-jadian ini
Bagaimana nilai etika, kebenaran dan kejujuran dalam berpolitik begitu tabu 
disuarakan menjelang pemilu
Hanya para caleg inilah yang seolah sudah banyak berbuat demi bangsa dan negara 
sehingga lainnya hanya "pengangan"
Jelas terpampang adanya banyak ketidak adilan dan ketertutupan dalam rekrutmen 
caleg ini....

KangNoer catat ada pengelompokan beberapa caleg dalam proses rekrutmen ini
Caleg tukang cuci parpol yang berisi akdemisi dan aktifis yang sering bela 
rakyat diTV dan Media
Caleg tukang iklan parpol yang berisi kaum artis dan selebritis, lumayan buat 
naikin rating
Caleg tukang danai parpol yang berisi para saudagar yang siap kucurin uang 
besar sebagai dana parpol
Caleg keluarga dan sahabat elit parpol yang berisi anak, istri, sahabat dari 
elit penguasa parpol
Sedangkan sisanya tidak lebih caleg-caleg pengembira yang nggak jelas mau 
ngapain dengan proses pencalegannya.......
Jadi silahkan saja masing-masing caleg memilih posisinya dimana dalam proses 
pemcalegan ini
Boleh protes juga kalau merasa belum masuk kedalam pengelompkan ala KangNoer

Katanya pemilu itu instrumen demokrasi, katanya parpol itu pilar demokrasi
Tetapi untuk urusan rekrutmen caleg saja nggak ada satupun yang transparan
jika ada yang mencoba bertanya pasti dijawab sudah dibahas dalam internal partai
Jika ada yang protes pasti disebut sebagai kader palsu karena tidak loyal.......

Entahlah ternyata parpol yang begini yang terus jadi idaman para caleg karbitan
Yang diujung jalan saling menelikung untuk ikutan menikmati nikmatnya duit 
rakyat
Atas nama apapun bisa dikarang yang penting bisa segera nangkring dikursi empuk
Sehingga kami ragu dengan banyaknya janji yang anda berikan kepada kami.....
Apalagi cara berjanji anda tidak kreatif dengan memakai suku emak anda berusaha 
menarik kami
Dengan tidak kreatif anda pakai sejarah para pahlawan untuk menipu dan 
mensesatkan kami
Dengan segala dalil agama yang anda palsukan masih saja kami anda usahakan 
untuk tertipu

Saat ini anda meminta kami untuk maklum ketika aktifis berselingkuh dengan 
partai yang menindas
Saat ini anda juga memohon kami maklum karena anda akademisi bergabung dengan 
partai yang anda kritik
Saat ini kami dipaksa untuk maklum ketika anda bahkan belum bekerja apapun 
tiba-tiba merasa berhak mewakili kami.....

Lha kapan anda semua akan memberi.......
Karena disaat anda menjadi anggota parlemen diistana senayan kumpulan para 
gendruwo
Maka kembali anda akan memaksa kami untuk memaklumi permintaan anda......
Anda meminta gaji besar yang kadang perusahaan manapun nggak bakal kasih 
kepegawainya
Baju dan jas saja anda harus berganti yang bermerk dan berkelas sehingga saat 
rapat pantas difoto wartawan
Fasilitas berlebih sering tidak cukup dan anda akan terus membuat anggaran 
tambahan fasilitas anda
Jadi kapan anda akan memberi....? Kecuali hanya bualan palsu, kaos rombeng dan 
duit receh sumbangan menjelang pemilu saja.....???

Regards,
KangNoer





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke