dari ATHENA
ke BEIJING 2008
sharing is believing
.
hand-in-hand is civilizing
.
berbeda itu memperkaya
.
(kenalkan :
disabled/handicapped à
cacad tubuh, tuna-ragawi)
(moto paralympics
2008 : excellence, friendship, respect)
(catatan : para
pemenang sayembara Juli silam harap japri, thanks)
Bagian 1
PARA
TAMU DATANG
Dari penduduk Cina 1.3 milyar
lebih, sejumlah antara 83-85 juta jiwa menderita kekurangan/tunaragawi/cacad
fisik. Ini terpilah sesuai faktor : keuzuran usia (manula), tuna sejak lahir,
cacad oleh bencana, kecelakaan, dan perang (korban awam maupun cacad veteran).
Olympics dan Paralympics : two games, equal splendor. Paralympics dibuka harini
tadi, Sabtu Pahing 6 September 2008. Pada siangnya diadakan penyambutan tamu di
Balai Agung Rakyat oleh presiden Cina HuJinTao. Kota-kota besar sudah bersiap
menjamu, semua dibuat akrab bagi para disabled/handicapped. Stadion nasional
baru (SarangBurung, yang dibuat berdasar iptek material
baja-keramik-plastik-kaca-komposit
canggih dan arsitektur postmo dahsyat, lihat laporan Olympics lalu) sudah beres
dipermak, fasiltas dari tangga, pintu masuk, tempat duduk, toilet/kloset dll
dalam 2 minggu secara kilat dimodifikasi. Semua kini BARRIER-FREE (bagi kursi
roda, orang buta, bisu-tuli, lumpuh, tuli, buntung tanpa anggota badan dll),
sesuatu yang niscaya bagi para tunaragawi. Kerja raksasa yang merupakan
keajaiban prestasi Cina. Bangsa Cina memang benar sudah terlihat komit pada
peradaban modern global, pergaulan bangsa-bangsa berbudaya. Apalagi baru saja
tertimpa bencana Sichuan dll sungguh Paralympics 2008 Beijing yang merupakan
kelanjutan Yunani 2004 merupakan tonggak, sangat menggores dan menghunjam di
ribuan
juta milyar sanubari rakyat Cina. Maka tak heran, ribuan relawan (Volunteer)
dengan gembira
berbuat, melayani, bekerja keras, tanpa minta bayaran! Budaya menyambut,
melayani, membantu, sudah terukir. Cina yang sampai 1978 tertutup, dalam 30
tahun terakhir sangat mencengangkan para bangsa. Kemajuannya membawa seolah
Beijing menjadi Ibukota Dunia, dalam rangkaian acara Olympics dan Paralympics
ini. Acara akbar dipancarluaskan teve seantero dunia, acara pembukaan dan
penutupan ditonton bermilyar pasang mata manusia, dari aneka stasiun teve
ratusan negeri. Pembangunan
peradaban bukan sekadar materi atau keramahan polesan-ego. Pembangunan bangsa
juga harus memperhatikan kaum yang lemah, tersisih, minoritas, termasuk para
penyandang tuna ragawi/fisik. Pembangunan untuk manusia dan memanusiakan
manusia. Kaum tersisih harus diangkat dan sejajar martabat serta kesempatan
dengan sesama manusia (others) lainnya. Nuansanya bhinneka tanpa embel-embel
eksklusif. Itu yang jeli ditangkap
bangsa dan pemerintah Cina kini. Dan bukan sekadar keadilan dalam istilah
konotatif politis slogan rayuan gombel pembungkus belang-beling ego nafs
terdalam
kiranya.
Bila Olympics ada komite sedunianya, Paralympics punya IPC (internat
Paralympics Committee), kini presidennya Philip Craven. Di tayangan teve Cina
Sabtu siang, para delegasi diwawancara (oleh wartawan kawakan ZhouYue),
termasuk dari AS dan Prancis. Mereka sangat kagum kesiapan Cina. Siang tadi
diadakan Luncheon Banquette/Jamuan Makan Siang. Tampak hadir jelas bersalam dan
foto bersama HujinTao dan istri, antara lain : para bangsawan putri Belanda,
Inggris, Spanyol (Elena) dll, Pangeran Jordania, pangeran Luxemburg (Felix)
dll, wapres ElSalvador, perdana menteri (Kroasia dll), para pejabat tinggi
Jepang, Korea dll, dan tentu saja tokoh OLIMPIADE sepuh JUAN ANTONIO Samaranch
dan banyak lagi (ada yang berkursi roda, ada yang tunanetra dll) yang terus ke
ruang santap. Acara dibuka oleh LiuQi
(BOCOG) disusul sambutan HuJinTao.
HujinTao ucapkan selamat datang. Dalam pidatonya HujinTao mengemukakan
beberapa hal : kami bangsa Cina siap menjamu delegasi dan para tamu dari lebih
140 negara dari sekujur bumi tak pandang budaya, warna kulit maupun agama dan
keyakinan. Ini adalah langkah strategis bersama mempromosikan peradaban manusia
yang mulia. Peradaban manusia tak boleh meninggalkan kaum yang lemah dan acap
disisihkan. Ini bagian hak-asasi manusia yang niscaya ditegakkan dan dipeluk
egenap bangsa dan negara yang hendak disebut modern. Mereka saudara-saudara
kita harus didorong memiliki
self esteem, self reliance, self improvement, self support. Mereka harus makin
terintegrasi dalam masyarakat yang sedang berjuang agar makin modern, beradab,
dan progresif. Wellbeing dan kesejahteraan mereka adalah komitmen kami. Dalam
pembangunan ekonomi dan sosial Cina
mereka harus menerima respect, dimanusiakan, dilibatkan. Mereka harus sama-sama
mengecap kemajuan, mereka adalah warga negara dan warga dunia yang sederajat
semartabat. Sejak 2001 China telah mengambil bagian besar dan aktif dalam
Paralympics.
Lanjut HujinTao : One World
One Dream, itu moto Olympics dan Paralympics Beijing 2008. Para
penyandang cacad/tunaragawi niscaya terintegrasi dan memiliki kesamaan
martabat. Bagi mereka ada hak untuk menikmati olahraga para tuna-ragawi. Ini
bertujuan mewujudkan dunia yang lebih
layak ditinggali dan dihidupi bersama. A better place : dengan solidaritas,
dengan friendship, bahkan melalui Paralympics ini berhakikat dan cerminan
TRANSENDENSI! (tepuk tangan meriah) Marilah saudara-saudara kita angkat toast
untuk suksesnya upaya besar kita bersama. HujinTao langsung mengangkat gelas
anggur, menghampiri pimpinan IPC yang duduk di kursi roda, lalu bersama para
tamu mencicip toast mereka. Cheers! ucapnya. Sebuah jamuan makan siang penuh
makna! Sarat nilai peradaban manusia.
Panitia pun diwawancara teve
Cina CCTV. Jangan
disangka mengadakan Paralympics mudah. Goalnya dua : bagi peserta merupakan
ajang
berprestasi dan percaya diri. Bagi masyarakat ada PR terkait integrasi kaum
tunaragawi, ke arah bangsa Cina yang beradab dewasa. Kaum tunaragawi berhak
sejahtera dan berhak bekerja, karena itu adalah bagian martabat manusia.
Lapangan kerja bagi mereka juga makin diperluas.
Audience Paralympics tidak sekadar semacam Olympics. Semua perlu warming
up : terutama secara mental dan moral, selain fasilitas fisik yang harus
disediakan. Para wartawan dan kamerawannya pun dididik khusus. Tiket kami
sediakan dua
kali lipat acara Olympics bulan lalu. Para penonton kami didik agar yang
dihayubagya dan dipuji soraki jangan hanya tim Cina. Ingat, saudara peserta
Paralympics mengharapkan ekspresi simpati dan apresiasi. Perjuangan prestasi
mereka jauh lebih berat!
Selingan : latihan koor anak-anak ... love,
love, forever we are one. one world, one dream. one in love! Menyentuh kalbu
siapapun yang mendengar dan beradab.
Wawancara berlanjut : ada
pepatah Cina kuno -- yang tak pernah
ikut perang, bukan lelaki!!! Jangan salah. Perhatian suatu negara dan bangsa
kepada para VETERAN Perang, adalah ukuran seberapa jauh penghargaan kepada para
pahlawannya. Kontan terwawancara yang dari AS menukas : perfect, perfect!
Apakah kita sungguh sudah memperhatikan para bapak-ibu CACAD Veteran kita ?
Panitia melanjut :
perkampungan atlet Qingdao Paralympics sudah siap, barrier free! Juga hotel,
resto, terminal bus, semua ruang publik sudah siap. Semua harus akrab bagi para
penyandang cacad tubuh. (aduh, terbayang Jakarta tak ada nilainya karena
korupsi juga?). Dalam hal merchandizing, souvenir yang dijual, cenderamata,
lebih murah daripada memorabilia Olympics silam hari. Ini kami sengaja agar
para tlet dan tamu memborong kenangan dan dibagikan di negeri masing-masing.
Ingatan kepada
Beijing, pada Cina, harus terpateri selama mungkin dalam hati para pengunjung,
dan disharingkan! Sekaligus mereka tentu akan ceritakan tentang pesawat ruang
angkasa Cina
berawak, sampai para pahlawan tokoh ilmuwan penemu beras hibrida Cina dll, yang
disiarkan gencar di teve-teve Cina. Cina 2008 sungguh jago KOMSOS/komunikasi
sosial : para tamu dan turis pun tersentuh dan terpesona! Cina tak seperti
yang dibayangkan
selama ini oleh kebanyakan orang.
Begitulah, kami terus pacu agar masyarakat Cina siap menyambut. Dan mereka,
masing-masing dan semua, dari hari ke hari, they make true miracles! Masyarakat
Cina begitu cepat menyesuaikan diri dengan pergaulan antar bangsa walau
sedemikian lama mereka telah terpagari Tirai Bambu itu. Bagaimana menyapa,
melayani, membantu para tamu, apalagi atlet dan rombongan, mereka terus kami
didik. Serentak, pemerintah juga galakkan turisme. Iklan berbagai provinsi
perihal keindahan alam dan budaya daerahnya kita siarkan. Pemerintah buka lagi
kerjasama penerbangan langsung ke ibukota Jerman (dengan Berlin Airlines) ke 45
kota besar provinsi via Beijing. Investasi asing kita permudah, dan banyak
lagi, saling reinforcing!
Selingan juga wawancara dengan para atlet yang tengah berlatih. Ada Oscar
(Afrika Selatan) pemecah 26 rekor dunia Paralympics yang berharap minimum dapat
3 emas nanti. Anderson Kanada juga sangat gembira, optimis mau jadi juara. Para
terjun indah renang, berkaki satu dan cacad ragawi lain, juga hebat berlatih
dan menyatakan optimis mereka
Demikian pula selingan Around China dipandu LiangHong yang gemulai, membawa
ke Pusat Diklat Olahraga Penyandang Tuna-ragawi di Shanghai. TanYanHua
diwawancara, atlet putri VoleyBall
Duduk. Saya usia 4 tahunan kena musibah, kaki saya masuk ke ruji sepeda ayah,
karena telat berobat akhirnya diamputasi. Saya menderita lahir batin cukup
lama. Saya tak bisa pakai rok seperti teman-teman. Saya kerap frustrasi berat.
I was very very lonely : terasa ada bayangan hitam selalu menggelantungi
hatiku! Tetapi sejak ada sekolah khusus
bagi orang cacad, saya masuk ke sekolah olahraga. Saya senang, saya temukan
cahaya kehidupanku!
Padahal waktu itu saya tak olahraga bisa apa-apa lho. Sekarang ? Saya bangga
sekali,
saya atlet Cina. Lihat kan tadi kami berlatih ? Kami yakin mesti jadi juara!
Kami berguna bagi nusa bangsa! Kami akan buat rekor dunia, sumbangsih bagi umat
manusia beradab! Amboi....
YangRui melanjutkan acara Dialogue CCTV : giliran ShenZhiFei, tokoh
CDPF. Paralympics ini akan artistik,
atraktif, mencubit perasaan terdalam. Ingat juga Paralympics mulai tahun 1948,
sehabis Perang Dunia 2. Saat itu banyak korban perang, cacad tubuh banyak
sekali. Untuk integrasi ke masyarakat, mereka disiapkan, juga dengan pekan
olahraga. Agar kepercayaan diri terbangun, dan siap menjadi anggota masyarakat
yang berguna lagi. Begitupun Jean van Wetter, seorang pengurus IPC. Saya
saksikan sendiri fasilitas sudah amat hebat, infrastruktur lengkap. Publik juga
harus terus diasah mentalnya, agar siap menyambut para tamu, dengan HATI.
Ingat, mereka saudara kita yang tuna-ragawi karena sejak lahir, atau perang,
bencana, kecelakaan, bahkan usia lanjut. Janulah dengan Kasih dan
perhatian. Bahkan dalam Paralympics ini
akan turut juga dua orang tokoh penolong saat bencana Cina selatan silam hari.
Memberi respek dan
apresiasi, itu kunci menjadi tuan rumah Paralympics. Menyadari martabat
manusia, menghargai PERBEDAAN, karena dunia penuh BHINNEKA Tunggal Ika. Tidak
ada tempat bagi kaum egois, berteriak adil-keadilan, namun tak
berperikemanusiaan. Hargai pluralitas dan keterbatasan sesama, selain
prestasinya. Berbuatlah makin manusiawi. Dan saya yakin, masyarakat Cina sudah
sangat dewasa kini. Pemerintah Cina juga telah berbuat banyak agar bangsa ini
makin dihormati dalam pergaulan antar bangsa sedunia... Mengenai penanganan
kaum tuna ragawi, dapat oleh LSM, dapat pula didampingi pemerintah. Ini sesuai
keadaan bangsa dan negaranya. Yang penting hakikatnya : mewujudkan peradaban
yang makin bermutu dan manusiawi, saling silih asah-asih-asuh begitu.... Wah
hebat juga van Wetter dengan logat Prancisnya, walau namanya Hollandsche banget.
Bagian 2
PEMBUKAAN
PARALYMPICS BEIJING 2008
Walau kegiatan Paralympics di berbagai kota Beijing, Hongkong dsb, namun
pembukaan
tetap di stadion SARANG BURUNG ex Olympics kemarin. Malam minggu ini (saya
sekeluarga dan anakpun melotot di depan teve, rame-rame juga dengan pembantu
sampai anak-anak angkat kami). Kesan pertama, begitu banyak, ribuan Volunteers!
Panitia berhasil menggalang partisipasi terlebih kaum muda (kita dalam
lingkungan saja tak mampu memberdayakan
kaum muda dan menjadi jembatan mereka ke arah cita-cita berkeadaban sejati ?),
belum
lagi volunteeer bapak-bapak, ibu-ibu, para penyandang tunaragawi, sangat hebat!
Seragam mereka khas dan ada tanda khusus. Security juga prima, semua transparan
dan akuntabel, ini satu lagi tanda betapa masyarakat Cina kini sudah siap
menjadi peserta penuh dan teladan peradaban dunia, di pergaulan antar bangsa.
Dasarnya : mentalitas dan moral, utamanya, dan itu digarap dengan jitu serta
necis oleh pemerintahnya. (jangan persoalkan konsep sistem pemerintah, kita
bicara praxis di masyarakat). Fungsi pelayanan masyarakat baik, maka masyarakat
akan balik komit serta berpartisipasi, bahkan volunteer! Kepiawaian
KomunikasiSosial pemerintah Cina juga layak diacungi jempol dua. Tak usah
munafqun disini. Maka
tak heran kaos oblong I Love China gambar jantung hati laris keras, dipakai
banyak orang. Dan para tamu asing, bangga sekali melambaikan dua bendera :
bendera sendiri dan panji merah bintang kuning Cina, tanpa malu-malu kucing!
Inilah fakta apresiasi publik, yang patut dikaji dan ditiru oleh kita.
Bendera Cina telah berkibar dengan iringan lagu kebangsaannya, warga Cina
sampai presidennya, juga segenap hadirin yang ratusan ribu penuh stadion,
berdiri menghormat. Rombongan ribuan anak-anak masuk, berpakaian ala badut,
triwarna merah-biru-hijau, khas warna Paralympics (warna cincin Olympics lima),
mereka menari dan akrobat, pada acara khusus. Disusul rombongan atlet lebih 140
negara dan bangsa. Yang besar-besar rombongannya al.: Turki, Spanyol, Kanada,
Iran, Argentina, Inggris, India, Prancis, Jepang, Polandia, Afsel, Rusia, USA,
Mesir, Belanda, Irlandia, Haiti (walau baru kena bencana topan Gustav),
Portugal, Korsel, Austria, Cuba, Swedia, Singapura, Italia, Mexico (dengan
sombreronya), Jerman, Australia dan tentu saja Cina dengan seragam
biru-putihnya. Yang rombongan Cina, malah ada atlet buta dibimbing anjing
kesayangannya! Disamping faktor besarnya negara atau keuangan, tampaknya ini
juga terkait dengan seberapa jauh APRESIASI Pemerintahnya akan MARTABAT dan hak
kaum penyandang tunaragawi, serta dukungan akan olahraga bagi mereka. Ini
termasuk soal HAM dan hak minoritas juga.
Lha, INDONESIA ? Ada, tak lebih tiga kursi roda : Setakaran dengan Timor
Leste, Myanmar, SriLangka dan Togo! Aduh, mengelus dada kita..... Ya apa boleh
buat dan apa mau dikata, itulah
Indonesia kita masa kini, dasawarsa millenium ketiga, padahal dulu pemimpin
pemrakarsa kebangkitan bangsa-bangsa
Asia-Afrika sejak proklamasi merdeka.... Olala?! (mensos, menkes, menpora
kabinet ini sudah menjadi kura-kura dalam perahu ?) Bangsa Cina kini melongo
menyaksikannya.... kaum tua dan muda mereka pun tak sanggup membayangkan
peradaban
dan manusia-masyarakat Indonesia kini. Penyandang cacad tubuh di Indonesia
berapa banyak, tujuh gelintir ? Atau masih malu-malu kucing tampil ya ? Aduh
merah pipi kita. Ya sudahlah, menjadi cambuk. Tetapi ada yang menarik lagi,
dari tim Jerman! Bendera hitam-merah-kuningnya ditempeli aksara kanji : inilah
Jerman, sayang.... Kontan gemuruhlah stadion raksasa itu karena sorai penonton
saat tim Jerman melintas! Kreatif dan menggoda, secara jitu! (taktik KOMSOS
lagi....) Pergaulan dan peradaban manusia tanpa kiat komunikasi-sosial INKLUSIF,
mana mungkiiiiin.... Konon
: bersama kita bisa...... eng ing eng!
Tiap rombongan atlet negara didampingi para volunteer, dan didului pembawa
panji negara terkait : gadis Cina dengan kostum yang sangat indah, paduan timur
dan barat. Untuk diketahui, dalam Olympics maupun Paralympics Beijing 2008,
peranan besar chemistry terkait DESAIN DANDAN-BUSANA dan RANCANG ART ada dalam
jaringan kerjasama, antara lain the Beijing Dance Academy, Shanghai Drama
Society, Beijing Institute for Fashion Technology, juga London College of
Fashion dsb. Dahsyatlah metrum global takarannya. Extravaganza pemicu decak
hasilnya.
Karena kembang api dan mercon berasal dari Cina, begitu rombongan atlet
sudah di tempat, bercahayalah langit Beijing oleh semarak kembang api, tak
kalah daripada Olympics. Dan benar, pesta Olympics dan Paralympics termegah di
zaman modern ini ya di BEIJING inilah. Begitu besar komitmen Cina pada
peradaban masa depan manusia! Juan Antonio Samaranch tokoh Olimpiade yang sepuh
pun tak dapat menyembunyikan kekagumannya...
Lampu utama stadion dimatikan : Seolah dewa/dewi terbang turun dari
kahyangan, seorang atlet melayang ke tengah stadion. Penyanyi atlet tuna netra
mendendangkan lagu :
....engkau datang kekasihku
terasa tanganmu membelai wajahku
walau ku tak sanggup melihat
namun kuyakin kau disampingku
disini, bersamaku, aku tahu itu
dendang dan dengarlah laguku...
telah kutatap awan dan langit
bunga-bunga merona di ladang
ibarat dewi cantik para hyang
senandungkanlah surgaku.....
Belum habis lagupun penonton telah terkesima, bergeleng sambil berdecak,
ada pula yang mulai berkaca-kaca tepi bola matanya... Teriring lintasan
kembang-api kian kemari setinggi atap stadion bak bintang alih betlehemi
laiknya. Dan ribuan kilatan jepret foto di stadion, mirip kerlap-kerlip sejuta
bintang di angkasa tiada henti.
Ternyata dalam keremangan, telah tertata posisi ribuan badut tadi di tengah
stadion, dengan panel-panel seperti panel sel surya melingkar memusat tengah
lapangan. Bergerak dan beralih gonta-ganti konfigurasi, sangat massal dan indah
seirama! Begitu panel-panel dibalik, bermekaranlah bunga-bunga musim semi merah
jambu merona aneka. Berubah lagi konfigurasi, panel dibalik, warna semburat
kuning, ilalang dan semak, seolah menanti datangnya musim gugur sesuai iklim di
Cina.
Dan di tengah, pianis tunanetra memijiti tuts-tuts piano putih
Heintzman-nya. Ribuan anak-anak lelaki berbusana robot mendadak, beraksi,
akrobat masal. Meliuk melenggok melengkungkan tubuh, dan amboi, kepala dibawah,
kaki diatas, ribuan memenuhi stadion! Sungguh extravaganza. Para tamu dan
penonton segala ujung bumi terpana tak sanggup berucap kata! Lagupun
berkumandang :
....thank you light
how i love seeing you
thank you wind
how I love feeling you
thank you wind and rain
how I love kissing you
thanks for you, thanks for
you
how I love loving you
loving you, loving you
.
Nggregel, sumedhot, hati semua yang menyaksikan!
Anak-anak perempuan mengkoorkan dengan indah sekali, seraya melenggok kian
kemari membawa balon-balon transparan besar.
Lampu meredup lagi. Di panggung sisi muncul layar biru, ratusan layar
digelar mendatar. Ibarat danau biru di panorama teduh damai. Dan lihatlah!
Tangan-tangan
putih berpantomim menembusnya keatas. Diiringi rentetan musik klasik. Sesekali
tangan-tangan itu seperti kaki-kaki pemain balet. Pada kali lain seperti dua
kepala angsa sedang asyik-masyuk memadu kasih. Kali lain lagi seperti anak-anak
bebek sedang berkecipak bermain di alun air. Kemudian berubah menjadi
burung-burung beterbangan. Begitu berubah-ubah sesuai alunan musik. Dan
puncaknya, tangan-tangan mungil, ratusan jumlahnya membentuk konfigurasi indah
sekali. Tangan-tangan mungil berubah warna menjadi merah biru hijau.....
Terdengar lagu :
....flying in the warmth of
sunlight
to every soul
bringing a ray of love
shining brightly
Lalu lampu meredup lagi.
Ribuan anak-anak membuat konfigurasi lambang Paralympics
.tiba-tiba berwarna
merah biru hijau. Akhirnya kembang api serentak menyala di tangan-tangan
mereka. Lampu gelap, muncul lambang Paralympics selaku terang! Sungguh mencubit
rasa transendental di kandungan temaram imanen. Syahdu!
Kemudian
sambutan! Ketua
penyelenggara Cina memasuki lapangan lewat karpet merah. Berdampingan dengan
presiden IPC yang invalid di kursi rodanya. Sungguh menyentuh!
Setelah sambutan berbahasa
mandarin, ditutup dengan Welcome to Beijing!
Sheshe!
Giliran Philip Craven pimpinan IPC maju dengan kursi rodanya. Diawali
dengan sapaan bahasa Mandarin kepada HuJinTao dan seluruh hadirin, baik
bangsawan maupun rakyat umum. Tempik sorak riuh rendah menyambutnya! Mbah
Craven, fasih mengucapkan lafal Mandarin!
Dia antara lain berujar :
Inilah Paralympics terhebat, terbesar, terglamor, terbanyak pesertanya! Ini
kiranya ada pula
benang merah dengan jutaan rakyat Cina yang baru berkabung menjadi korban
bencana. Ini isyarat transendental!
Acara Beijing
sungguh
marvelous! Great work! Semua segi berbicara : frank, temperate, constructive
dan banyak lagi. Kita
bahagia pak Juan Antonio Samaranch tetap menyempatkan hadir walau agak kurang
sehat. Terimakasih, oom Juan Antonio!
Maka kepada para atlet : bermainlah dengan baik, berprestasilah dengan
sportif jujur. Dimanapun kau berlomba entah Beijing Hongkong sampai Xindao.
Komitmen Cina terhadap peradaban dan dunia modern patut kita acungi salut!
Stadion ini sungguh perkasa dan dahsyat. Material, konstruksi, arsitektur,
belum lagi
teknik-teknik IT animasinya mengalahkan studio film manapun. Inilah buah kerja
keras para pekerja, para
official, sponsor, media, volunteer dll! Para atlet sangat kagum dan
berterimakasih disambut sedemikian agung! Its truly a unique experience!
Anda para atlet akan bertanding delapan hari kedepan, tetapi memory anda
akan seumur hidup! Saya yakin! (tepuk meriah membahana). Bukan hanya kejar
prestasi, namun carilah teman dan sahabat, kawan-kenalan baru.
Kita saksikan, betapa kecil perbedaan antar kita. Janganlah manusia
disekat-sekat (politik, agama, budaya dsb). Kita
ini serupa dan sama. Kita family, family of man. One world, one dream! Kiranya
kita menjadi saksi, peradaban manusiawi bukanlah yang berkelemahan, minoritas,
lebih lamban, tersisihkan.
Pak presiden HuJinTao, silakan buka Paralympics 2008. Thank you. Mercy, SheShe!
(tepuk tempik sorak lama)
Maka muncul sepasang penyanyi
:
i see the morning sky
white clouds waiting for me
we kiss as in a dream
hand in hand
showering high in the
sunlight
flying with the dream
..
Presiden Cina HuJinTao pun
membuka acara akbar, berpayungkan kembang api yang menepis kegelapan, mengukir
langit malam Beijing.
Beijing seakan
menjadi ibukota dunia, milyaran pasang mata menatapnya, malam minggu ini.
Bendera Paralympics dibawa masuk oleh delapan atlet bertuna-ragawi, diserahkan
kepada petugas yang berlangkah tegap menuju tiang bendera. Bendera naik
diiringi lagu sport para tunaragawi sedunia, dan berkibar bersanding bendera
Cina. Olympics dan Paralympics, Beijing 2008. Two games, equal splendor!
Setelah janji atlet dan official/wasit
dikumandangkan oleh dua putra putri cacad tubuh, acara memuncak ke pembawaan
obor Paralympics! Bergantian obor dibawa, oleh para atlet tuna-ragawi, setelah
menempuh perjalanan berhari-hari. Pertama masuklah atlet putri cacad kaki
berkursi roda. Kemudian obor diestafetkan ke atlet putra dengan kruk dan dua
kaki palsu. Lalu giliran atlet putra buntung tangan kirinya, disusul atlet
putra berkursi roda, lalu atlet putra satu kaki palsu. Oborpun diserahkan ke
atlet putri buta, rupanya yang tadi masuk dalam rombongan membawa anjing.
Dengan pintarnya, anjing yang sahabat karib manusia, membimbing atlet tunanetra
itu melangkah, lalu pelan-pelan menaiki berpuluh anak tangga. Di ujung anak
tangga, sudah menunggu atlet putra berkaki satu yang duduk di kursi roda.
Disini para penonton menahan napas
apa yang akan terjadi ?!
Kalau dalam Olympics atlet
penyala obor abadinya terbang melayang bak Gatutkaca seraya mengukir sejarah
rentetan hari dan prestasi Olympics, animasi canggih, pada Paralympics tak
kalah hebat. Kursi roda terkait tali gantungan ke tempat penyulutan obor abadi,
dan itu berpuluh bahkan mungkin ratus meter tegak! Ngeri! Semua terdiam! Atlet
senyum, lalu mulai menimba dirinya sendiri. Dengan kekuatannya dia angkat
badan, kursi roda dan obornya. Sungguh sarat makna, imanen maupun transenden.
Dengan
cepat terangkat, diiringi musik pengobar semangat, dan tepuk tangan tanpa
henti. Semua kepala mendongak menatap titik tersorot nun jauh disana, sang
atlet yang tengah menimba, mendongkrak diri. Makin tinggi, berpuluh meter,
berpuluh meter lagi, terus, keringat mulai mengucur.
Penonton mulai tegang. Apakah dia akan kuat ? Apakah sabuk pengaman sudah
siap ? Apakah tim penyelamat sudah antisipasi keadaan gawat. Sang atlet masih
tersenyum, naik terus berpuluh meter. Ketinggian lantai demi lantai stadion
terlampaui,
penonton sudah nun jauh dibawah. Sudah lebih tinggi daripada sepuluh pohon
kelapa ditumpuk tegak! Degg..! Tayangan teve membuat semua penonton kecut!
Atlet itu tampak kelelahan, seragamnya bayah kuyup keringat, matanya
berkejap-kejap. Berhenti sebentar, dan penonton agak panik, sorak-sorai
menyusut, ada
barisan ngeri mengetuki, menerobos dan menyelinapi hati.
Amboi! Sang atlet kembali berkobar. Dia pandang sebentar titik tujuan,
penyulutan obor abadi, lalu menimba diri lagi! Badan sekekar apapun ketinggian
atap stadion raksasa dunia begini bukanlah hal sepele. Perjuangan berat
berlanjut, meter demi meter, terus naik! Tepuk tangan riuh kembali mengangkasa,
jumbuh dengan frekuensi kobaran spirit di dada sang atlet. Semua tanpa kecuali
terpana dan seakan berdoa. Tiba-tiba sang atlet berhenti mendongkrak lagi. Dia
meraih obor lalu menjulurkannya ke penyulutan. Tampak di tayangan teve betapa
jari-jemarinya bergetar! Ngeri, seakan terbekap napas para penonton. Sang
atlet pantang
menyerah. Dalam ketuna-ragawiannya,
kobaran spirit terus meletup dan mengantar tujuan. Blep...dan bunyi gemuruh
jilatan api terdengar, seakan sumbu bom besar secepat kilat mengantar api ke
tahtanya
: obor abadi. Byar...stadion dan seputar Beijing terang oleh obor maha raksasa!
Gemuruh sorak-soraipun tak terkekang lagi...atas pencapaian tujuan dengan penuh
perjuangan berat.
Sungguh, acara Pembukaan Paralympics menggores memory milyaran umat
manusia, apalagi ratusan ribu hadirin di stadion.... Pertandingan berkerangka
peradaban manusia pun mulai berlangsung di Beijing, mulai Minggu delapan hari
kedepan ini. Peradaban yang modern, manusiawi, progresif, berhati-nurani, terus
mengukir prestasi, tanpa meninggalkan martabat diri disertai hak dan
tanggungjawab asasi ! Para atlet bertuna-ragawi saling unjuk kebolehan, dalam
persahabatan sejati.
Congratulation! Jer basuki mawa beya, itulah peradaban. Bukan membuaskan
entropi (kultur kematian) namun perjuangan keras mengatur-tata energi sesuai
konfigurasi entropi (kultur kehidupan) dengan kehendak dan upaya keras alasnya.
Dan meraih cita!
BEIJING 2008, ibukota dunia layaknya! Viva Paralympics! Viva
saudara-saudara tuna-ragawi, semartabat manusiawi. Suksesmu dikenang abadi!
Itulah irama peradaban dan sejarah manusia. Acara pembukaan purna sudah.
HuJinTao, Juan Antonio Samaranch dan ratus ribu penonton lega, pulang dengan
lonjak kegembiraan dan kebahagiaan martabat manusiawi. Hand in hand, sharing is
believing!
Judul tahun 2008 : dari YUNANI ke
CINA, dua dedengkot peradaban sejak purba. Secara
transenden, kesadaran memanusia ditancapkan dan dipupuk lagi ! Dengan cara
mutakhir, penuh nuansa extravaganza massal teknologis imajinatif global, di
Cina. Ini ujian penting : apakah Cina
selanjutnya mampu menunjukkan bahwa sungguh pembangunan sosial dan ekonominya
tanpa merusak jatidiri harkat manusia, yang di Cina bermakna hampir satu
setengah milyar jiwa itu ? Sebuah
pelajaran bagi para bangsa lain, termasuk Indon, yang terkesan masih demen
banget
jongkok (malah mengumbar egoisme kelompok dan diri) sementara tetangga sudah
berlari kejar prestasi... Kesuksesan hanya menjabati tangan kaum yang
menghargai martabat dan kenekaragaman manusia apalagi yang lemah terpinggirkan.
Semoga meneladan! Caci-maki, padudon, cengkrah, ribut, tawur, pecah-belah,
sektarian, dengki-iri, penyingkiran, adu domba, bertengkar, kobar ego, kelahi
dan perang, itulah Dunia Kegelapan, bisikan si jahat, berbuahkan kolonisasi
aneka bentuk, pengkhianatan persatuan dan peradaban, penafian kecerahan cahaya.
Mutual respect, hand-in-hand, saling
asih-asah-asuh, itulah budaya dan adab sejati. Manusiawi, mahluk adabi. Belajar
dan tuntut ilmu dari Cina Beijing sekalipun.
Manusia mahluk, ciptaan Sang
Khalik, harus makin hormati sesama walau sekilas nampak beda. Kekerasan (fisik
dan non-fisik) adalah kehampaan moral, melawan PERADABAN para bangsa dan
manusia sejati. Kedegilan niscaya dikikis
dengan persatuan dan pencerahan nurani. Di Beijing bisa, bagaimana di Indon ?
Hadirkan budaya dan adab, bukan buaya dan biadab (munafik-ego).
Salam, amitaba, shanti,
rahayu.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/