Upaya Melahirkan "Einstein-Ensitein" Baru dari Indonesia

TEMPO Interaktif, Depok: Sekitar sekitar 100 fisikawan yang datang dari 24 
negara, menghadiri sebuah konferensi fisika internasional yang dibuka oleh 
Menristek Kusmayanto, di Pusat Studi Jepang, Kampus Universitas Indonesia, 
Depok, Jawa Barat, Selasa (19/8).

Konferensi yang dijuduli dengan "Internasional The Fourth Asia-Pasific 
Conference on Few-Body in Physics" itu, akan melaporkan hasil riset ahli-ahli 
fisika dunia khususnya tentang fisika kebendaan atau sering diistilahkan dengan 
'few-body physics'.

Konferensi yang dijadwalkan berlangsung dari 19-23 Agustus ini diharapkan dapat 
memberikan pembelajaran bagi ilmuwan, khususnya fisikawan di Indonesia. Apalagi 
usaha untuk membawa konferensi bergengsi ini ke Indonesia cukup berat lantaran 
harus bersaing dengan India, Korea Selatan, dan Kazahkstan. Terlebih ketiga 
negara tersebut memiliki banyak fisikawan terkenal ketimbang Indonesia. 

Hanya delapan fisikawan Indonesia yang akan menggelar presentasi dalam 
konferensi ini. Salah satunya LT Handoko, peraih Bakrie Award. Adapun mayoritas 
peserta konferensi konferensi berasal dari Jepang yang mengirimkan 30 fisikawan.

"Ini menunjukkan kalau kita cukup diperhitungkan dalam bidang 'few-body 
physics'," ujar Imam Fachruddin, fisikawan yang juga ketua panitia konferensi 
ini. Sebelumnya konferensi ini diadakan di Tokyo, Shanghai, dan Thailand.

Konferensi ini merupakan salah satu upaya fisikawan Indonesia mendapatkan 
pengakuan internasional. Karena menurut survey comstech.org, lembaga yang 
mensurvei para insinyur dan ilmuwan di negara-negara Organisasi Konferensi 
Islam (OKI), hanya enam orang saja dari Indonesia yang penelitiannya diakui 
secara internasional. Padahal, negeri jiran Malaysia memiliki belasan orang.

FANNY FAJARAIANTI
http://tempointeraktif.com/hg/jakarta/2008/08/19/brk,20080819-131490,id.html


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke