Inspirasi Amerika Latin

Robert 
Balahttp://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/09/00343194/inspirasi.amerika.latinDerasnya
 arus neososialisme yang merambah Amerika
Latin kian menjadi perhatian dunia. Bisa saja hal itu dilihat secara miris,
sekadar reaksi atas gembosnya roda kapitalisme.


Namun, bila pengaruhnya sudah menggurita mencakup
Kuba, Venezuela Brasil, Ekuador, Argentina, Cile, Peru, Nikaragua, Uruguay, dan
kini Paraguay, hal itu bukan lagi kebetulan.


Pesimisme

Awal abad XX dengan janji kesejahteraan
menyeluruh, disambut penuh antusias di Amerika Latin dan diakui para uskup AL 
dalam Dokumen Medellin
(1968). Ada
optimisme bakal terwujudnya emansipasi total, pembebasan dari segala bentuk
perbudakan, kemantangan pribadi, dan integrasi kolektif.


Dalam kenyataan, harapan itu cepat sirna. Optik
desarrollista (asal dianggap maju) yang mengandalkan pinjaman luar negeri,
dengan cepat diketahui kedoknya. Kesejahteraan yang dijanjikan berubah wajah
menjadi seram. ”Bantuan” telah menggiring negara miskin ke jalan buntu. Mereka
terus ”dibuntuti” untuk melunasi utang luar negeri.


Oleh Leonardo Boff (Pasado y Futuro de la
Teologia de la Liberacion, 1987) kenyataan ini dilihat sebagai produk logika
pasar (logica del
mercado). Di sana
modal dibiarkan bergerak semau gue. Sementara itu, gerakan ke arah
pendistribusian kekayaan demi meratanya kesejahteraan dibendung.


Bukan itu saja. Kemiskinan menjadi awal dari
serentetan kekerasan baru. Konflik, pertentangan, peperangan, kelaparan, dan
kematian menjadi wajah baru. Oleh José Comblin (Liberación y Cautiverio, 1976),
fenomena ini disebut kekerasan yang terinstitusionalisasi (violencia
institucionalizada). Hal ini memprihatinkan. Hidup seakan tidak berharga karena
begitu mudah dimangsa kematian oleh perebutan makanan.


Logika kehidupan

Jeratan neokapitalisme yang dipromotori oleh
saudara sebenua AS dengan cepat disadari. Tawaran memperbanyak senjata dan
menggandakan militer demi mengatasi konflik dipahami sebagai taktik licik. Di 
sana, atas ”nama keamanan”,
sejumlah negara miskin (tetapi kaya sumber alam) dipaksakan memiliki delapan
kali lipat tentara daripada jumlah dokter (R Ruiz, El Paiz, 1992). Padahal,
masalah yang dihadapi adalah ancaman kematian oleh kelaparan.


Kuba yang cukup mahir mempelajari gelagat ”sang
tetangga”, menawarkan jalan keadilan sosial. Kekayaan bersama dimanfaatkan
untuk kesejahteraan bersama dan menjamin hak hidup masyarakat. Tak pelak,
puluhan rumah sakit dibangun. Dalam 25 tahun terakhir, Kuba yang hanya
berpenduduk 10 juta jiwa memiliki 4.000 tamatan dokter spesialis setiap tahun.
Sebanyak 30.000 dokter bekerja di jaringan rumah sakit (red de hospitales),
20.000 lebih sebagai dokter keluarga. Yang lain sebagai peneliti dan pengajar
di berbagai tempat. Dalam 25 tahun terakhir, Kuba telah menjadi pionir dalam
pemberian beasiswa bagi mahasiswa kedokteran di seluruh Amerika Latin (Gianni
Mina, Habla Fidel, 1987). Seluruh dokter tamatan Kuba kini melayani hampir 70
juta penduduk dunia.


Venezuela
dengan keunggulan sumber daya alam tidak kurang keterlibatan sosialnya. Pada
saat dunia menjerit akibat kenaikan harga BBM, Chavez menawarkan ”harga
berdamai” kepada sesama negara di Amerika Latin. Ia bahkan menawarkan harga 100
dollar AS per barrel kepada pemerintahan sosialis Spanyol. Di Bolivia,
bertepatan dengan hari Buruh 1 Mei 2006, Evo Morales memulai program
reapropiación social de la riqueza pública dengan menasionalisasi semua
perusahaan migas. Baginya, perwujudan keadilan sosial adalah harga mati.


Harapan



Gelombang sosialisme yang menyebar di Amerika
Latin menjadi inspirasi bagi kita. Pertama, butuh komitmen pada keadilan sosial
sebagai pijakan awal. Ia bukan sekadar ekspresi aksi karitatif yang mungkin
dilakukan dengan motif politis sekunder. Tidak. Keadilan sosial dipahami secara
komutatif demi terpenuhinya kebutuhan dasar dan terjunjungnya harkat dan
martabat semua manusia.


Kita masih jauh dari idealisme ini. Kelangkaan
kebutuhan dasar, melambungnya harga BBM dan gas, kian sulitnya mendapatkan
beras murah, selain orang miskin yang ”dilarang untuk sakit” (karena itu
berarti ajal) adalah tanda betapa jauhnya kita dari cita-cita keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.


Kedua, butuh gerakan sosial yang kompak. Untuk
ini, Indonesia
sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia bersyukur punya Ramadhan,
bulan penuh rahmat. Di sana
pembaruan sosial berawal dari pengekangan nafsu badaniah perlahan dibatinkan
untuk kemudian hadir sebagai gerakan sosial demi membarui negeri ini.


Pembaruan seperti ini bersifat menyeluruh karena
mencakup dimensi transenden sekaligus imanen, demikian Boff dalam El águila y
la gallina (1989). Agama selain bagai elang (águila) yang terbang dengan
idealisme spiritual yang tinggi untuk mencapai kesempurnaan pribadi, tetapi juga
membumi bagai induk ayam (gallina) yang terlibat secara etis pragmatis dalam
keseharian. Kalau proses ini dijalani, impian akan surga sudah akan terwujud
kini dan di sini.


Robert Bala Alumnus
Universidad Pontificia de Salamanca dan Universidad Complutense de Madrid

 




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke