Jika nanti anggaran pendidikan 20% dari APBN yang sekitar Rp 1000 trilyun, artinya ada Rp 200 trilyun untuk pendidikan. Jika dibagikan kepada 40 juta siswa yang sekolah di sekolah negeri, tiap siswa dapat Rp 5 juta/tahun.
Dengan biaya Rp 5 juta/siswa/tahun harusnya bisa gratis karena di BSI (Bina Sarana Informatika) saja uang kuliah kurang dari Rp 2 juta/tahun di mana levelnya D3, ada AC, Laboratorium Komputer, Internet segala macam. Lihat: http://bsi.ac.id/?RnJpMTA4Nw== Ternyata di beberapa sekolah seperti SMU Negeri untuk masuk harus bayar uang gedung hingga lebih dari Rp 5 juta kemudian SPP sampai ratusan ribu rupiah. Lantas lari ke mana uang Rp 5 juta per siswa? Saran saya Diknas sebaiknya dibubarkan. Untuk mengelola kebijakan pendidikan pemerintah cukup membentuk Komisi Pendidikan yang jauh lebih ramping dan efisien yang dipilih dari tokoh2 masyarakat yang berkrediblitas tinggi seperti Kak Seto misalnya. Ada pun untuk penyaluran dana ke sekolah negeri dan guru, maka tiap sekolah dan guru harus punya rekening bank sehingga uang bisa ditransfer langsung ke sana. Wassalam --- Taufik Dwidjowinarto <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Walau anggaran pendidikan telah dinaikkan menjadi > 20% dari APBN tahun 2009, namun ternyata kenaikan > anggaran sebesar itu tidak lantas membuat biaya > pendidikan menjadi gratis. > > Kebijakan yang diputuskan oleh jajaran birokrasi > Depdiknas adalah tidak akan menggratiskan > pendidikan. Anggaran akan lebih banyak dialokasikan > untuk upaya peningkatan mutu. > > Namun argumentasi pengalokasian anggaran yang akan > lebih banyak diarahkan untuk upaya peningkatan mutu > daripada untuk upaya mengratiskan biaya pendidikan, > konon kabarnya oleh beberapa pengamat ditengarai > hanyalah sebagai dalih untuk memperbanyak dan > mempergemuk jumlah dan nilai proyek-proyek yang akan > dikelola oleh birokrasi Depdiknas saja. > > Beberapa pengamat juga menengarai indikasi bahwa > 60% sampai 70% dari anggaran pendidikan akan habis > untuk pelayanan dan birokrasi. > > Weladalah, kecele iki….. > Rakyat kecele lagi, lagi lagi rakyat kecele > lagi….. > Kok tak mau menggratiskan pendidikan ?, apa sih > ruginya ?, merasa rugi kalau rakyat menjadi senang > ?..... > Pelit amat sih….. > Nanti rezekinya nggak barokah lho….. > > Wallahu’alambishshawab. > > ***** > > Meskipun anggaran pendidikan bakal naik menjadi Rp > 224 triliun atau 20 persen dari APBN 2009, > pemerintah tidak akan menggratiskan pendidikan. > > Kenaikan anggaran tersebut diarahkan untuk > menyelenggarakan wajib belajar sembilan tahun yang > lebih baik, murah, dan terjangkau. Sekretaris > Jenderal Departemen Pendidikan Nasional Dodi Nandika > mengatakan hal itu dalam diskusi publik bertajuk > ”Anggaran Pendidikan 20 persen, Mau Dibawa ke Mana > ?” yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/9). > ”Kita tidak menggunakan istilah gratis, tetapi > wajib belajar sembilan tahun itu harus lebih baik, > murah, dan terjangkau”, kata Dodi. > > Dodi meminta supaya peningkatan mutu pendidikan > tidak berhenti pada tingkatan pendidikan dasar. Yang > juga mesti difokuskan adalah peningkatan akses dan > mutu di pendidikan tinggi. > > Utomo Dananjaya, pengamat pendidikan, menilai, > pemerintah tidak menjalankan amanat UUD 1945 dan UU > Sistem Pendidikan Nasional mengenai kewajiban negara > untuk membiayai pendidikan dasar. ”Jika tidak mau > menggunakan kata gratis, pendidikan dasar itu tetap > tanpa memungut biaya. Jadi, bukan murah dan > terjangkau”, kata Utomo. > > Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan > Guru Republik Indonesia, menegaskan, penggunaan > anggaran pendidikan nasional harus mengutamakan > peningkatan mutu dan berpihak kepada masyarakat. ” > Selama ini dana pendidikan lebih tersedot untuk > birokrasi”, ujarnya. > > Tingkatkan Pengawasan . > > Dodi Nandika mengatakan, selain membiayai wajib > belajar sembilan tahun yang murah dan terjangkau, > Departemen Pendidikan Nasional memfokuskan > penggunaan anggaran pendidikan untuk kesejahteraan > guru dan dosen. Selain itu juga untuk > penyelenggaraan pendidikan menengah yang lebih baik, > serta pemberian beasiswa pendidikan S-1 sampai S-3 > bagi peraih medali di ajang olimpiade internasional. > Dana lainnya untuk peningkatan kualitas pendidikan > nonformal. > > > Pemerintah Tak Akan Gratiskan Pendidikan : Sasaran > Wajib Belajar adalah Peningkatan Mutu. > 12 September 2008. > > http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/12/00513341/pemerintah.tak.akan.gratiskan.pendidikan > > ***** > > Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) > menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) > karena anggaran pendidikan naik menjadi 20 persen > dari Rancangan Anggaran dan Belanja Negara (RAPBN). > Langkah Depdiknas itu dinilai hanya mencari citra. > > "Saya rasa kerjasama dengan KPK itu hanya ingin > mencari citra," ujar anggota monitoring pelayanan > umum Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan. > Ade menyampaikan hal itu usai diskusi publik > bertajuk 'Anggaran Pendidikan 20%, mau di bawa > kemana ?', di Aria Room, Hotel Atlet Century Park, > Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (11/9/2008). > > Menurut Ade, kalau bisa KPK jangan hanya mengawasi > pada saat sidang-sidang penentuan anggaran saja. > Karena deal-deal tertentu bisa terjadi di luar > sidang. Kemungkinan terbesar penyelewengan selama > ini ada di proyek-proyek. "Saya mencurigai potensi > anggaran Depdiknas akan dibajak untuk kepentingan > 2009. Tidak hanya oleh Depdiknas saja tapi juga oleh > anggota dewan", ujarnya. > > Bagaimana alokasi 3 persen dari Rp 224 triliun untuk > Depdiknas yang digunakan untuk pengawasan ?. "Saya > tidak percaya untuk Depdiknas hanya 3 persen. ICW > tahun lalu mempunyai data, anggaran pendidikan > mengalami kebocoran sekitar 20 sampai 30 persen," > kata dia. > > Sementara itu menurut salah satu pengurus Majelis > Dikdas PP Muhammadiyah yang juga Rektor Uhamka, Prof > Sujatno yang mengasumsikan 60 sampai 70 persen dari > anggaran pendidikan akan habis untuk pelayanan dan > birokrasi. "Anggaran sebesar itu bisa berubah > menjadi ladang emas penyelewengan korupsi. Jangan > sampai kenaikan anggaran pendidikan tidak bermakna > sehingga tidak amanah", pesannya > > > Gandeng KPK Awasi Anggaran Pendidikan, Depdiknas > Cari Citra. > 12/09/2008 01:45 WIB > > http://www.detiknews.com/read/2008/09/12/014507/1004760/10/gandeng-kpk-awasi-anggaran-pendidikan-depdiknas-cari-citra > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah > klik > http://www.SyaikhAchmadSyaechudin.org > > --------------------------------- > > > > --------------------------------- > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain > baru @ymail dan @rocketmail. br>Cepat sebelum > diambil orang lain! > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > === Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

