Kontradiksi Kematian Yudas Iskariot 
 

Senin, Juli 23, 2007 
 
 
Ada dua bagian dalam Perjanjian Baru yang mengisahkan kematian Yudas Iskariot, 
yaitu Injil Matius dan Kisah Para Rasul (Acts). Kedua-duanya adalah tidak dapat 
dipercaya oleh sebab banyak alasan, Injil Matius ditulis beberapa dekade 
setelah kepergian Yesus. 

Tidak ada referensi untuk Injil Matius melalui namanya hingga sekitar tahun 
200. Bapak Gereja Irenaeus adalah orang pertama yang menyebut Injil tsb dengan 
nama Matius, dan mengonfirmasikan eksistensi Kisah Para Rasul (Acts). Kisah 
Para Rasul (Acts) ini disusun di abad 2, karena apologist Kristen Justin Martyr 
(150 M) gagal untuk menyebut Kisah Para Rasul (Acts). 


Jadi kita memiliki alasan baik untuk menolak Injil Matius dan Kisah Para Rasul, 
kedua kitab tsb ditulis telat yang berdasarkan pada sumber-sumber Paulinistik. 
 
Pada faktanya, semua kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis dibawah pengaruh 
Paulus. Kanon yang dimiliki oleh Orang-orang Kristen berkebangsaan Yahudi telah 
dihancurkan dan dibakar. Matius mencontek Markus; Lukas mencontek dari Markus & 
Matius. Kisah Para Rasul (Acts) meminjam tulisan sejarawan Yahudi bernama 
Josephus, dan Perjanjian Lama (Contohnya Kisah Para Rasul 11:18 yang menjiplak 
Yehezkiel 4:14).

Jika Lukas adalah pengarang Kisah Para Rasul, ia akan mengakui mencontek 
bahan-bahan tsb sebelumnya (Lukas 1:3), seolah-olah menjadi seorang sejarawan. 
Kisah Para Rasul diseleksi dari sebuah tabel pemalsuan, Acts of Peter, Acts of 
Paul, dan dokumen-dokumen apocryphal. Bagaimana kita tahu bahwa empat Injil 
aman dari pemalsuan Harus dicatat bahwa banyak kitab-kitab atau surat-surat 
yang diterima oleh Gereja awal, contohnya Shepherd of Hermas, Epistel Barnabas, 
Injil Petrus, dan lain-lain. Empat injil tsb boleh jadi palsu, karena Gereja 
telah memilih dari bahan-bahan palsu tsb. Gereja awal secara sistematis telah 
menghancurkan "Injil Ibrani" yang adalah sumber dari Injil Matius.

Banyak kalangan Kristen yang kritis menyatakan terdapat kontradiksi besar 
antara Injil Matius dan Kisah Para Rasul, kematian Yudas Iskariot dan menurut 
konteks backgound. 
 
Sejarah adalah benar-benar bungkam mengenai masalah ini, bapak-bapak Gereja 
Apostolic (Ignatius, Clement, Papias, Polycarpus) tidak menyebut-nyebut tentang 
kematian Yudas Iskariot, jadi Perjanjian Baru adalah hanya satu-satunya yang 
meliput peristiwa kematian Yudas Iskariot. 
 
Ini sungguh sangat aneh, Palestina adalah termasuk kawasan Mediterania sebagai 
wilayah peradaban, jadi sebenarnya tidak ada alasan bahwa jika memang Yudas ini 
orang terkenal, maka sejarah Yudas tidaklah mungkin gelap seperti ini, apalagi 
ditambah statement Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa SEMUA PENDUDUK 
YERUSALEM mengetahui masalah ini (Lihat. Kisah Para Rasul 1:19). Sekarang saya 
tanya kepada orang Kristen: Bagaimana ini, apa yang sebenarnya terjadi 

Coba pembaca budiman memperhatikan ayat dibawah ini:


"Dan ia melempar uang perak tadi di bait, dan berangkat, dan pergi, dan 
menggantung dirinya sendiri. Dan kepala pendeta memungut uang perak tsb, dan 
berkata, tidak sah menurut hukum untuk memasukkan uang perak tsb kedalam peti 
persembahan, oleh karena itu adalah harga darah." (Matius 27:5-6 - terjemahan 
KJV)


Teks diatas tsb sangatlah jelas, si pengkhianat Yudas merasa bersalah karena 
telah mengkhianati sang guru (Yesus), ia akhirnya memutuskan bunuh diri dengan 
cara gantung diri. Logikanya, menggantung kepala itu dapat menyebabkan 
kematian. Orang-orang Kristen menyatakan bahwa Yudas tidak mati digantung, ia 
bertahan hidup dari jeratan yang mengikat kepalanya dan jatuh kebawah, dengan 
perut terbelah sehingga jeroan (dalaman perut) pun keluar semua (lihat Kisah 
Para Rasul 1:18). 
 
Penjelasan tsb adalah kontradiksi dan tidak terlegitimasi dengan baik. Solusi 
nekat, putus asa, tidak logis, dan tidak berdasar dari pihak Kristen ini tidak 
mendapat dukungan kronologis dari teks suci, baik Matius dan Kisah Para Rasul. 
Gereja awal percaya bahwa Matius adalah Injil pertama, tetapi sarjana Kristen 
sekarang sepakat bahwa Markus lah Injil pertama. Kisah Para Rasul disusun 
kemudian, orang-orang Kristen telah putus asa untuk memecahkan kontradiksi ini 
dengan cara mengharmonisasikan dua cerita kontradiksi kematian Yudas, tetapi 
Injil Matius adalah dikarang oleh orang Yahudi dan Kisah Para Rasul dikarang 
oleh orang non-Yahudi (Gentile), dan kedua teks tsb bukan dikarang oleh orang 
yang sama, para pengarangnya tidak mengenal satu sama lain. 
 
Hal ini sama dengan pengarang empat Injil kanonik yang menyusun biografi Yesus 
secara terpisah, namun mereka menjiplak karya lainnya, dan para pengarang tidak 
mengenal satu sama lain. Tampaknya Markus dan Matius adalah orang Yahudi tulen, 
dan Lukas dan Yohanes ditujukan untuk orang non-Yahudi. Kisah Para Rasul diduga 
dikarang oleh Lukas (murid Paulus) yang sama sekali tidak pernah bertemu dengan 
Yesus ataupun dengan Matius. Kini dapatkah kita menyatakan bahwa Injil Matius 
adalah dapat dipercaya Hanya Injil Matius saja lah yang merekam peristiwa 
kematian Yudas Iskariot; Kisah Para Rasul tidak dapat dipercaya karena memiliki 
kontradiksi mengenai kenaikan Yesus (Lukas 24:51 dan Kisah Para Rasul 1:9).

Injil Matius merekam bahwa Yudas telah menggantung dirinya sendiri, dan ia 
nyata-nyata mati karena sesak napas. Di Injil Matius tidak ada ayat yang 
menyatakan bahwa "Yudas jatuh kebawah dengan jeroan (isi perut) terburai. 
 
Cerita Injil Matius ini sangat nyata kontradiksi dengan apa yang dipaparkan 
oleh Kisah Para Rasul.

Disini ada penjelasan orang Kristen menyangkut permasalah ini:


"Disini tidak ada kontradiksi karena kedua-duanya adalah benar. Satu 
kontradiksi terjadi ketika satu pernyataan mengecualikan lainnya. Faktanya, apa 
yang terjadi disini adalah bahwa Yudas pergi dan menggantung dirinya sendiri 
lalu tubuhnya jatuh ke bawah dan terburai. Dengan kata lain, ikatan atau dahan 
dari pohon mungkin patah karena berat dan tubuhnya jatuh kebawah dan usus perut 
terburai." (sumber: http://www.carm.org/diff/Matt27_3.htm)

"Dikuasai keputusasaan yang hebat, Yudas melepaskan ikat pinggangnya dan 
menggantung diri di sebuah pohon yang tumbuh di suatu ceruk karang. Setelah ia 
tewas, tubuhnya hancur berkeping-keping dan isi perutnya berceceran di atas 
tanah." (Sumber: http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/id86.htm)


Kisah Para Rasul tidak menyebut-nyebut mengenai "batu karang", tetapi hanya 
menyebut sebuah tanah yang telah dibeli oleh Yudas. Mengapa Yudas menggantung 
dirinya sendiri di sebuah karang Dan juga, tubuh Yudas tidak jatuh tetapi 
"headlong", yang artinya "forward". Yudas masih hidup sebelum ususnya terburai, 
pasti ia telah dibunuh.


"Now this man purchased a field with the reward of iniquity; and falling 
headlong, he burst asunder in the midst, and all his bowels gushed out." (Kisah 
Para Rasul 1:18 --KJV)


Beberapa problem muncul seiring dengan penjelasan Kristen tsb.




Yudas tidak pernah jatuh dari suatu tempat yang tinggi, ayat tsb tidak merekam 
apapun mengenai karang 
Injil Matius mengatakan bahwa Yudas mengembalikan uang perak, dan menggantung 
dirinya sendiri. Kisah Para Rasul mengatakan ia membeli sebuah tanah dan "fell 
headlong" (kepalanya jatuh terlebih dahulu), menunjukkan bahwa ia tidak pernah 
jatuh dari karang. Kisah Para Rasul mempunyai implikasi bahwa kepala Yudas 
terlempar, dan implikasinya adalah sangat aneh jika mengatakan bahwa usus 
perutnya terburai keluar. Disini tidak ada bukti bahwa Yudas jatuh secara 
vertikal, hanya horizontal (kedepan), jadi penjelasan Kristen ini sangat tidak 
logis.

Disini ada masalah lainnya yaitu menyangkut harga pengkhianatan Yudas yaitu 
sebesar 30 keping perak, Kisah Para Rasul menyatakan bahwa ia menggunakan uang 
perak tsb untuk membeli sebuah tanah (tempat ia mati), tetapi Injil Matius 
justru menyatakan bahwa ia mengembalikan uang perak tsb ke kepala pendeta 
Yahudi, lalu pergi dan memutuskan untuk gantung diri. Jelas sudah 
kontradiksi.Ini tidak dapat dipungkiri oleh orang Kristen yang masih mempunyai 
otak sehat. Jadi yang benar yang mana : Upah pengkhianatan (30 perak) 
dikembalikan kepada kepala pendeta ataukah upah pengkhianatan justru digunakan 
oleh Yudas untuk membeli sebidang tanah

Tidak ada referensi apapun mengenai sebuah karang, Yudas mungkin saja telah 
menggantung dirinya sendiri di pengasingan, dan tubuhnya kemudian ditemukan. 
Apa yang menjadi dasar bahwa tubuh Yudas jatuh dari tali tambang ke tanah yang 
telah ia beli Berdasarkan Injil Matius, Yudas tidak pernah membeli tanah 
apapun! Justru upah pengkhianatan sebesar 30 keping perak telah ia kembalikan 
kepada kepala pendeta Yahudi di bait. Injil Matius mengatakan bahwa kepala 
pendeta Yahudi membeli potter's field setelah Yudas mati (Matius 27:7-8), 
tetapi Kisah Para Rasul mengatakan bahwa Yudas sendirilah yang telah membeli 
tanah itu dan mati disana. (Kisah Para Rasul 1:8-9).

Seandainya Yudas jatuh dari ikatan tali, ia tidak akan jatuh dengan posisi 
kepala terlebih dahulu!! Ini sangat lucu dan tidak masuk akal, karena 
seharusnya kaki nya lah yang jatuh kebawah terlebih dahulu, alih-alih kepala.


Cerita Kristen mengenai kematian Yudas Iskariot justru semakin diperparah 
dengan statment yang diutarakan oleh Bapak Gereja Papias yang mana Papias telah 
mengklaim bahwa kematian Yudas disebabkan karena digencet oleh kuda!


Yudas berjalan di dunia ini contoh satu kesedihan dari tindakan tidak hormat; 
karena tubuhnya bengkak (swollen) sehingga ia tidak dapat lewat dimana sebuah 
kereta kuda dapat lewat secara mudah, ia digencet oleh kereta kuda tsb, 
sehingga usus perutnya menyembur keluar.(Lihat Fragmen Papias)


Bagian dari fragmen Papias ini diturunkan dari tulisan Papias "Exegesis of the 
Sayings of the Lord". Catatan Papias ini nyata sekali bagi kita sangatlah tidak 
seirama dengan Injil Matius maupun Kisah Para Rasul. Dan untuk mengatasi 
kontradiksi tambahan ini, lagi-lagi orang-orang Kristen Fundamentalis secara 
nekat dan putus asa dengan maksud untuk menipu dunia dengan menyatakan bahwa 
kuda menggencet tubuh Yudas ketika ia telah mati. Tapi lucunya Fragmen Papias 
ini mengajarkan kepada kita bahwa Yudas itu masih hidup kala itu sebelum kereta 
kuda menggencetnya. Jelas lah bagi kita yang masih mempunyai akal sehat dan 
mampu berpikir jernih, bahwa begitu banyaknya kontradiksi Alkitab, begitu 
banyaknya penipuan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen Fundamentalis dalam 
rangka menutup-nutupi kebengkokan yang terdapat dalam Alkitab. A
 
lkitab memang korup dan Alkitab benar-benar tidak dapat dipercaya.

Daftar Pustaka
The Death of Judas, oleh Abdullah Smith




      Make the switch to the world's best email. Get Yahoo!7 Mail! 
http://au.yahoo.com/y7mail

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke