saya ingat cerita tentang kh mas mansur (mantan ketua muhammadiyah). pake sorban, pake jas, berdasi, bersarung, tapi pake sepatu, pernah ikut dangdutan di lapangan ikada, tapi memimpin muhammadiyah. hebat. saya ingat pula kh ahmad siddiq. bersarung, tapi bikin alm romo mangun terbelalak karena dengan gamblangnya dia bicara tentang goethe, lancar berbahasa jerman, bahkan menulis pula dengan bahasa tersebut. lha kalo gini, ndesonya sarung di mana...
--- On Thu, 9/11/08, Stanley Afandy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Stanley Afandy <[EMAIL PROTECTED]> Subject: RE: [ppiindia] Kaum Sarungan To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[email protected]" <[email protected]> Date: Thursday, September 11, 2008, 7:32 PM Benar juga, mas. Bangsa Indonesia memang sudah "rabun ayam", menilai sesuatu tanpa menelusuri akar sejarahnya. Salah satu contohnya masalah sarung ini yg paling nyata. Padahal dg adanya orang yang tetap bersarung kan menunjukkan kekayaan budaya bangsa kita, ironisnya kok malah distigma ndeso. Wassalam, Stanley Afandy www.jokotingkir. co.nr Ananto wrote: > Kaum Sarungan > Pakaian sarung sering diidentikkan dengan kaum santri, karena itu kaum > sarungan sama dengan kaum santri, padahal dalam perkembangan sejaraahnya > tidak demikian, sebab sarung merupakan pakaian tradisonal baik di kalangan > masyarakat jawa dan Nusantara pada umumnya bahkan Asia Tenggara. Justeru > karena kelokalannya itu sarung dijadikan bahan olok-olok dan untuk membuat > stigma antara kelompok modern yang kebelanda-belandaan dengan kelompok > tradisional. Dan diantara kelompok nasional yang paling konsisten dengan > tradisi sarung adalah orang pesantren, maka sarung menjadi semacam > indentitas pesantren, sebab orang nasionalis abangan telah hampir > meninggalkan pakaian nenek moyang itu. > Dapat disaksikan hampir semua aktivis kemerdekaan awal seperti > Tirtoadisuryo, Citomangunkusumo, Ki Hajar Dewantoro dan sebagainya semuanya > bersarung, bahkan para mahasiswa STOVIA juga masih bersarung. Ada kisah > menarik perihal sarung itu, terutama yang berkaitana dengan sikap *non > coorpeative total*, terhadap budaya Belanda, sebagaimana yang dilakukan oleh > Ki Sarmidi Mangunsarkoro, salah seorang pemuka pendidikan nasional Taman > Siswa dan pimpinan pusat PNI. Ia tetap konsisten memakai sarung, walaupun > memasuki gedung Parlemen dan Istana Negara. Kemudian namanya diplesetkan > menjadi *Ki Mangun Sarungan *oleh para wartawan. > Sikap konsisten semacam itu juga dijalankan oleh KH Wahab Chasbullah, Rois > Aam PBNU dengan penuh percaya diri, sehingga tidak bersedia memenuhi > permintaan pihak protokol kepresidenan untuk berpakaian lengkap (pantaloon, > jas dan dasi), tetapi tetap memakai sarung pada saat upacara kenegaraan > berlangsung. Demikian pula ketika KH Wahab di forum internasional, saat ia > hadir sebagai anggota penasehat delegasi Indonesia mendampingi Bung Karno > yang berpidato *To Build the World Anew* di hadapan Sidang Majelis Umum PBB. > Sikap anti kolonialisme Barat secara total ini sering disalah pahami sebagai > sikap anti modernisasi, konservatisme dan keterbelakangan. > Hanya orang yang punya integritas sebesar Mangun sarkoro atau Wahab > Hasbullah yang berani melawan arus itu, sebab akan terus tegar walaupun > mendapat cemooh nasional dan internasional, tetapi mereka terus berjuang > membela kemndirian dan keanekaragaman budaya. Semua bangsa dan komunitas > bebas mengekspresikan kebudayaan termasuk dalam berpakaian tidak hanya satu > ekspresi, yaitu ekpresi seragam Barat, tetapi ekspresi Islam kejawen juga > perlu mendapat tempat, sebagaimana Kiai Wahab dan Ki Mangunsarkoro. Karena > itu dalam pertemuan politik dan keagamaan kaum pesantren masih terlihat > keanekaragaman pakaian ada yang bersarung dan ada yang bercelana. Itulah > inti kebebasan dan toleransi. (Munim DZ) > [Non-text portions of this message have been removed] > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ [Non-text portions of this message have been removed]

