http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8470

*PRESIDEN: TNI JANGAN TINGGALKAN PROFESIONALITASNYA*



Jakarta - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* meminta kepada TNI untuk tidak
meninggalkan profesionalitasnya sebagai salah satu identitas yang membedakan
satuan TNI dengan lainnya.

Presiden menyampaikan hal itu dalam acara buka puasa bersama dengan para
sesepuh dan jajaran Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud) 17 Kujang
I/Kostrad di Cijantun, Jakarta, Selasa.

"Saya ingin memberikan beberapa nasehat kepada seluruh prajurit dan perwira
aktif TNI dengan berkaca pada identitas dan prestasi yang telah dihasilkan
oleh Brigif Linud 17 ini," katanya.

Presiden mengatakan salah satu identitas satuan ini adalah Brigif Linud 17
merupakan satuan lintas udara yang dapat dengan cepat dapat dikerahkan
kemanapun dan kapanpun, sehingga menjadi salah satu satuan elit di TNI
khususnya TNI Angkatan Darat.

Kedua, satuan ini juga dikenal dengan profesionalitasnya yang tinggi sesuai
pangkat, jabatan, dan tugas yang diembannya.

"Yang membedakan TNI dengan lainnya adalah profesionalitasnya seperti
pantang menyerah dan tugas diatas segala-galanya. Jadi saya minta TNI jangan
meninggalkan profesionalitasnya," ujarnya menegaskan.

Selanjutnya Kepala Negara juga mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI
untuk tetap menjaga kemanunggalannya dengan rakyat yang merupakan salah satu
ciri TNI dibandingkan dengan lainnya.

"Saya ingat satuan ini (Brigif Linud 17) mempunyai kemampuan untuk melakukan
pembinaan teritorial, yakni menjalankan tugas di tengah masyarakat seraya
memelihara kedekatan dan kemanunggalan prajurit TNI dengan rakyat. Ini harus
dilanjutkan, tetaplah dekat dengan rakyat dan sayangilah rakyat," katanya.

Presiden menambahkan prajurit TNI juga harus tetap menjaga prestasi dan nama
baik yang selama ini telah diraih dalam mengemban misi perdamaian dunia
dibawah payung Perserikatan Bangsa Bangsa.

"Brigif Linud 17 juga dikenal cakap dan terampil dalam menjalankan misi
perdamaian PBB. Saat ini banyak satuan-satuan TNI yang dipercaya untuk
menjalankan misi perdamaian PBB di beberapa daerah konflik di dunia,"
ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga meminta kepada TNI untuk kembali
dapat mempertanggungjawabkan apa saja yang sudah dicapai selama melakukan
reformasi internalnya.

"Saya senang dan bangga karena TNI telah dapat mempertanggungjawabkan salah
satu bentuk kemajuan selama 10 tahun reformasi internalnya dalam bantuk
latihan gabungan 2008. Saya melihat segala upaya yang telah dilakukan untuk
menjadi lebih profesional dalam 10 tahun reformasi sudah berjalan baik,"
katanya.

Terkait itu, Presiden meminta agar pada HUT ke-63 TNI yang dijadwalkan pada
14 Oktober 2008 di Surabaya, TNI lebih dapat mempertanggungjawabkan segala
hal yang sudah dilakukan selama 10 tahun melakukan reformasi internal sejak
1998 lalu.

Usai melakukan buka puasa bersama dan shalat Maghrib, Presiden didampingi
Ibu Negara, Panglima TNI Jenderal TNI Joko Santoso, Kepala Staf AD Jenderal
TNI Agustadi Sasongko Purnomo, Pangkostrad Mayjen TNI George Toisutta
meninjau gedung perpustakaan Brigif Linud 17 yang pada Selasa sore (16/9)
diresmikan oleh Kasad.

Presiden berpesan agar pembangunan perpustakaan dan renovasi sebagaian
markas komando Brigif Linud 17 dapat mendukung kesiagaan satuan tersebut
dalam menjalankan peran dan tugas pokoknya.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke