http://www.antara.co.id/arc/2008/9/17/masyarakat-agar-tak-konsumsi-kerupuk-kulit-sapi-limbah-sepatu/

*Masyarakat Agar Tak Konsumsi Kerupuk Kulit Sapi Limbah-Sepatu*


Bogor (ANTARA News) - Dinas Agribisnis Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk
sementara tidak mengkonsumsi produk makanan dari kulit sapi, menyusul
beredarnya isu kulit sapi limbah bahan baku sepatu dan tas diolah kembali
menjadi makanan.

Kepala Dinas Agribisnis Kota Bogor, drh. Herlin Krisnaningsih mengatakan,
guna mengantisi isu tersebut, Dinas Agribisnis melakukan razia ke lokasi
pengolahan kulit serta lokasi penjualan makanan dari kulit sapi.

"Dari razia tersebut sampel kulit sapi basah maupun produk makanan dari
kulit sapi, di teliti di Laboratorium Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan
(BPMPP) Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian, yang berada di
Bogor," kata Herlin Krisnaningsih, di Bogor, Rabu.

Dikatakannya, meskipun saat ini sampel tersebut masih diteliti, tapi untuk
mengantisipasi hal yang tidak diharapkan, diimbau kepada masyarakat untuk
berhati-hati mengkonsumsi makanan dari kulit sapi, seperti kerupuk kulit.

Informasi yang diperoleh dari Jakarta, kata dia, saat ini marak beredar
kulit sapi limbah bahan baku industri sepatu dan tas yang diolah menjadi
makanan.

Padahal, kulit sapi tersebut sudah disamak dan direndam bercampur bahan
kimia berbahaya, yakni timbal yang bisa menyebabkan penyakit kanker.

"Sambil menunggu hasil penelitian di laboratorium, saya harap masyarakat
Bogor tidak usah membeli makanan dari kulit sapi. Karena, kami belum bisa
memastikan apakah makanan dari kulit sapi di Kota Bogor aman konsumsi,"
katanya.

Dari sidak ke lokasi pengolahan kulit, kata dia, diperoleh informasi para
pedagang kulit sapi tersebut membelinya dalam bentuk segar di Depok,
Bojonggede, dan Cilebut, yakni Rp10.000 per kg. Kulit tersebut kemudian
dijual lagi di Kota Bogor yakni Rp12.000 per kg.

Dikatakannya, pengolahan kulit sapi limbah industri tas dan sepatu mungkin
saja beredar di Kota Bogor, karena saat ini permintaan terhadap makanan dari
daging sapi maupun kulitnya cukup tinggi.

Terkait, isu kulit sapi limbah industri sepatu dan tas, sejumlah pedagang
makanan yang menjual kerupuk kulit mengaku, tidak mengetahui isu tersebut.

Seorang pemilik warung nasi di Warung Jambu Kota Bogor, Nina mengatakan, ia
belum tahu jika ada isu kulit sapi limbah industri sepatu dan tas, diolah
lagi jadi makanan.

Namun, dengan adanya isu tersebut, ia menjadi kahawatir kerupuk kulit
dagangannya menjadi tidak laku.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke