http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/16/04453027/makhluk.renik.tahan.radiasi.ruang.angkasa

*Makhluk Renik Tahan Radiasi Ruang Angkasa*

Selasa, 16 September 2008 | 04:45 WIB

JAKARTA, SELASA — Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan Matahari
berbahaya jika terpapar langsung ke tubuh manusia. Namun, beberapa jenis
hewan mungkin tahan. Misalnya, hewan renik yang sering disebut beruang air
(Tardigrada).

Menurut laporan yang dilansir jurnal Current Biology terbaru, beruang air
merupakan hewan pertama yang terbukti tahan hidup dalam ruangan hampa dan
terpapar langsung radiasi Matahari di luar angkasa. Beruang air merupakan
hewan multisel (bersel banyak), tak bertulang belakang, dan berukuran
sekitar satu milimeter. Hewan tersebut hidup di hampir semua sudut ekosistem
di belahan dunia.

Sejak lama hewan tersebut diketahui memiliki ketahanan tinggi terhadap
lingkungan yang kering. Tubuhnya tahan meskipun kehilangan air hampir 100
persen. Saat mengalami dehidrasi seperti itu, beruang kutub akan melakukan
dormansi (tidur panjang) sehingga metabolisme berhenti untuk sementara
waktu. Pada kondisi dormansi tersebut, hewan ini menyesuaikan struktur
selnya sampai tersedia kembali air dan kembali aktif.

Setahun lalu, Ingemar Jonsson, seorang pakar ekologi dari Universitas
Kristianstad Swedia, membawa 3.000 ekor organisme renik tersebut dalam
perjalanan 12 hari ke luar angkasa. Tujuannya mempelajari peluangnya hidup
di lingkungan ekstrem luar angkasa.

"Temuan kami memastikan bahwa ruang hampa yang menyebabkan dehidrasi ekstrem
dan radiasi kosmis bukan masalah bagi beruang air," ujar Jonsson. Namun,
radiasi ultraviolet Matahari tetap merusak sel-sel tubuh hewan tersebut
walaupun sebagian di antaranya tetap dapat bertahan hidup.

Jonsson menduga beruang air tetap mengalami kerusakan DNA saat terpapar
radiasi tersebut. Hanya saja, gen yang dimilikinya mungkin memiliki
kemampuan memperbaiki bagian tubuh yang rusak dengan cepat. Mungkin terdapat
molekul khusus yang mengatur pemulihan tersebut.

Jika benar demikian, penelitian terhadap beruang air akan memberikan
informasi berharga untuk mengembangkan pengobatan terhadap penyakit-penyakit
turunan. Pada riset selanjutnya, para ilmuwan ditantang untuk mengetahui
mekanisme di balik kemampuan beruang kutub mengatasi radiasi.

"Pengetahuan apa pun mengenai pemulihan kerusakan genetika merupakan pusat
ilmu kedokteran," ujar Jonsson. Terapi radiasi untuk pengobatan kanker saat
ini masih menghadapi masalah karena sel-sel yang sehat ikut berisiko rusak
karena terpapar.

WAH
Sumber : Xinhua


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke