Rekan wartawan yang terhomat,

Berikut kami kirimkan Siaran Pers "Kid Witness News 2008" yang kini memasuki 
babak final, dimana berhasil lolos 10 Sekolah Dasar (SD) dan SMP dari berbagai 
kota di Indonesia. Saat ini sedang berlangsung training selama 3 hari (18-20 
September) bagi para finalis, bertempat di I-Box Center, Komp. Menara Imperium, 
Kuningan, Jakarta.  

Semoga Siaran Pers ini dapat memberikan masukan yang berguna.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya selama ini.


Salam,


Radityo Djadjoeri
0817-9802250

------------------------------------------------------------------------------------------------


Dapat disiarkan segera

Minat Anak - Anak Indonesia Mengikuti Kid Witness News 2008
Meningkat Hampir 150% Dibandingkan Tahun Lalu


Jakarta, 20 September 2008 - Setelah secara resmi diluncurkan di Jakarta pada 
tanggal 29 Juli yang lalu, akhirnya Kid Witness News (KWN) Indonesia 2008 
memasuki tahap 10 besar. KWN  merupakan ajang kompetisi pembuatan video singkat 
untuk pelajar SD dan SMP se-Indonesia yang berusia 10 - 15 tahun, dengan tema 
tahun ini tentang Lingkungan Hidup. Di Indonesia, KWN pertama kali 
diselenggarakan pada 2004, dan tahun ini adalah kompetisi yang ke-5 kalinya. 

"Tujuan utama kami menggelar event ini adalah untuk menstimulasi kreativitas di 
kalangan para siswa dan memunculkan kemampuan berkomunikasi di antara mereka. 
Selain itu, ajang ini ditujukan untuk menciptakan kerja sama tim di antara para 
siswa dalam mengerjakan tugas di lapangan dan aktivitas lain terkait dengan 
pembuatan film tersebut," jelas Rachmat Gobel. "Oleh karena itu kami berupaya 
menyediakan wadah untuk mengasah sisi pendidikan anak lewat berbagai program 
yang menarik, termasuk KWN. Kami yakin KWN dapat menstimulasi daya inovasi, 
pemahaman, kreativitas dan analisa para pesertanya," tutur Rachmat Gobel, 
Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI). 

Tahun ini, Panasonic Indonesia sebagai penyelenggara resmi KWN 2008 menerima 
hampir 500 naskah dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Jumlah ini 
meningkat sekitar 150% dibandingkan tahun lalu, dimana jumlah peminat yang 
masuk hanya sekitar 200 naskah. Namun sayang, 120 naskah yang masuk tahun ini 
terpaksa harus didiskualifikasi, karena gagal memenuhi syarat administrasi yang 
diminta oleh panitia. 

Calon peserta yang lolos tahap awal ini adalah mereka yang mengirimkan naskah/ 
storyline yang berbentuk text atau hardcopy, bukan dalam format video (VCD/ 
DVD). Dari seluruh peserta yang naskahnya memenuhi persyaratan, akhirnya dewan 
juri yang terdiri dari pakar-pakar di bidangnya melakukan penilaian yang cukup 
alot guna menentukan 10 finalis yang akan diundang ke Jakarta guna mengikuti 
training intensif dari panitia dan pihak IKJ, yang berlangsung dari tanggal 18 
- 20 September 2008 ini. 

Dewan juri yang terdiri dari Henry Bastaman (KLH), Subadjio Budisantoso (IKJ), 
Brigitta Isworo Laksmi (Senior Journalist), Titin Rosmasari (Trans7), Female 
Radio, Ari Budiharto Soetjitro (PT. Padang Digital Nusantara), Lily Ham  
(HOPE),  Verena Puspawardani (WWF), Albar Daengparani (Senjaya Bersama Utama), 
Daniel Suhardiman (Panasonic Manufacturing Indonesia), dan Yulian Duce 
(Panasonic Gobel Indonesia) akhirnya menentukan 10 finalis berikut, yang berhak 
untuk mengikuti training di Jakarta, sekaligus mendapatkan hadiah berupa 
Digital Video Camera e-Cam (NV-GS 330) dari Panasonic:

1. SD Jubilee School Jakarta - "Penyu Belimbing"
2. SMPN 5 Jogjakarta - "Ayo Selamatkan Penyu Kita"
3. SD High Scope Indonesia Jakarta - "Elang Jawa Inspirasi Garuda Pancasila"
4. SMP Kristen 1 Denpasar - "Penglipuran Village"
5. SD Islam Sabilillah Malang - "Maafkan Bapak, Aku Tidak Tahu"
6. SDN 11 Pagi Pondok Labu Jakarta - "Dibuang Sayang"
7. SMP Katolik Pax Christi Manado - "Tarsius Hewan Langka Indonesia"
8. SD Nasional KPS Balikpapan - "Kampung Atas Air"
9. YP Kristen Harapan Denpasar - "Jangan Biarkan Kami Punah"
10. SMP St. Angela Bandung - "The Greenest Present Ever"


Sepuluh finalis dengan 10 storyline terbaik di atas akan mendapatkan training 
dan pelatihan pembuatan video dari Panasonic Gobel Indonesia dan Institut 
Kesenian Jakarta (IKJ). Asistensi IKJ dibutuhkan untuk bisa memberikan sentuhan 
estetis pada setiap karya para peserta sehingga mereka bisa melahirkan karya 
monumental dan menjadi kebanggaan bangsa. Sedangkan dari Ibox (PT. Padang 
Digital Nusantara) untuk editing dan pelatihan kamera didukung oleh PT. Senjaya 
Bersama Utama. 

Aspek penjurian video terdiri dari 5 bidang, yakni (1) Aspek penulisan meliputi 
kreativitas, originalitas, dan kandungan lokal; (2) Aspek Videografi meliputi 
kualitas gambar, fokus objek, tata cahaya dan warna; (3) Aspek Suara meliputi 
kejelasan suara, kemampuan narasi, efek suara dan musik; (4) Aspek Editing 
meliputi harmonisasi dalam penggabungan klip-klip, efek visual, dan tampilan 
terjemahan dalam bahasa Inggris; (5) Aspek komprehensif meliputi kejelasan dan 
akurasi tema. 

Sekilas tentang KWN

Dalam skala global, penyelenggaraan KWN dimulai pada medio 1988 oleh Panasonic 
Amerika Serikat. Secara eskalatif, event ini kemudian diselenggarakan di 
berbagai negara di kawasan Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik. Hingga 2006, lebih 
dari 10 ribu siswa dari 500 sekolah (17 negara) telah berpartisipasi dalam 
program tahunan tersebut. Di Indonesia, KWN pertama kali diselenggarakan pada 
2004. Jenjang kontes meliputi tingkat Nasional dan tingkat Global.

Silakan klik:

www.kwn-id.com



Sekilas tentang Panasonic Indonesia

Melalui brand-nya yang dikenal secara luas dengan nama Panasonic, Matsushita 
Electric Industrial Co., Ltd yang berpusat di Osaka Jepang merupakan manufaktur 
kelas dunia di bidang produk elektronik, khususnya untuk kebutuhan konsumen 
umum, bisnis dan industri.

Di Asia Pasifik, Panasonic muncul pertama kali dengan mendirikan pabrik 
pertamanya di Thailand pada 1961. Beberapa tahun berikutnya, operasi Panasonic 
di kawasan ini pun berkembang. Saat ini Panasonic beroperasi di 9 negara 
(termasuk Indonesia) dengan total 75 perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 
82,000 orang dan mencapai total penjualan sebesar 9,457 juta US Dollar untuk 
tahun fiskal 2005, atau sama dengan 26% dari total penjualan luar negeri 
Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. 

Di Indonesia sendiri, Panasonic memiliki sejarah yang sangat panjang dan 
melekat di hati semua rakyat Indonesia. Dimulai dengan kehadiran radio 
'Tjawang' yang digagas oleh Almarhum Drs. H. Thayeb Moh. Gobel pada 1954, 
pesawat TV pertama di tahun 1962, hadirnya brand National di tahun 1970, sampai 
pada akhirnya mengganti nama National dan menggunakan nama Panasonic di tahun 
2004. Sampai saat ini Panasonic di Indonesia tetap merupakan brand elektronik 
yang paling terkemuka

PT Panasonic Gobel Indonesia merupakan perusahaan pemasaran dan penjualan 
elektronika di Indonesia yang sudah melegitimasi diri sebagai entitas yang 
berkualitas. Saat ini, korporasi yang merupakan aliansi strategis antara 
Kelompok Usaha Matshusita (Jepang) dengan Kelompok Gobel (Indonesia) menjadi 
salah satu benchmarking industri produk-produk elektronik di Indonesia. 
Berbagai produk elektronik bermerk Panasonic menjadi salah satu preferensi 
utama bagi para pengguna piranti-piranti elektronik di Indonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:

Josephine Lawu
Corporate Communication
PT. Panasonic Gobel Indonesia
Jl. Dewi Sartika 14 (Cawang II)
Jakarta 13630, Indonesia
Phone: +6221 809 0108
Fax: +6221 808 82 620



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke