http://www.antara.co.id/arc/2008/9/20/menhan-tetap-setarakan-teknologi-pertahanan/

*Menhan: Tetap Setarakan Teknologi Pertahanan*


Bandung (ANTARA News) - *Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono* menegaskan
road map pembangunan kekuatan TNI dalam skema Minimum Essential Force (MEF)
tetap menyetarakan teknologi dan varian alutsista pertahanan Indonesia.

"Pembangunan kekuatan alutsista tetap mengimbangi negara-negara di kawasan,
meski dari sisi kuantitas lebih sedikit namun tetap melakukan kesetaraan
dari sisi varian dan teknologi alutsista," kata Menhan pada Seminar Nasional
"Sistem Pertahanan Negara RI pada Abad ke-21 di Sesko AD Bandung, Sabtu.

Seminar Nasional itu juga dihadiri oleh KSAD Jenderal Agustadi Sasongko
Purnomo serta pejabat teras TNI, beberapa anggota DPR-RI dan juga Jaksa
Agung Hendarman Supanji serta pejabat TNI, akademisi, LSM dan unsur lainnya.

Dalam paparannya, Menhan menyatakan strategi yang dilakukan dengan
mempertahankan kesetaraan alutsista yang dimiliki TNI Angkatan Laut dengan
menghadirkan Korvet Sigma serta pesawat Shukoi bagi TNI Angkatan Udara.

Menhan menyebutkan, pemerintah sudah berusaha maksimal untuk mengupayakan
pemenuhan anggaran yang ideal untuk sektor pertahanan, namun realisinya baru
sekitar sepertiga dari kebutuhan atau sekitar Rp33,6 triliun.

"Anggaran Pertahanan sementara harus mengalah dari anggaran untuk
kesejahteraan rakyat (Kesra) dan ekonomi. Tapi bukan berarti mengkerdilkan
anggaran pertahanan karena pada saat pendapatan negara lebih baik, anggaran
pertahanan akan meningkat," katanya.

Ia mengakui, penyelenggaraan pembangunan pertahanan sampai saat ini belum
dapar mewujudkan sosok pertahanan yang kuat dan disegani di dunia, bahkan
dalam lingkup regionalpun Indonesia bukan yang terkuat.

Namun pembangunan nasional masih menempatkan aspek kesejahteraan sebagai
prioritas dan modernisasi masih mengalami perlambatan.

Secara nominal, kata Juwono, anggaran pertahanan negara mengalami
peningkatan, namun sesungguhnya peningkatan itu terjadi pada belanja rutin
sedangkan kenaikan belanja modal sangat kecil sehingga tidak memberikan efek
untuk modernisasi pertahanan dan peningkatan profesionalisme TNI.

"Hal ini menuntut kesabaran, jangan menggebu-gebu ingin jadi negara yang
ditakuti," kata Menhan.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke