http://www.shelleylubben.com/index.php?truth=help
Shelley Luben mantan aktris porno mengaku bisa keluar dari dunia gelap  bernama 
'industri pornografi’ dan memilih menjadi aktivis melawan ekploitasi seksual 
terhadap gadis-gadis muda Amerika
 
Hidayatullah.com--Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang membangkitkan 
gairah seakan-akan berkata "i want You". Itu kesan yang terlihat di setiap 
sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.
Inilah kisah dan pengakuan Shelley Luben tentang masa buruk dan seluk beluk 
industri maksiat itu. Tulisan ini diturunkan sebagai pelajaran bagi kita semua. 
Terutama para aktivis yang “menurut mata” terhadap dampak industri pornografi. 
 
Percayalah, Aku tahu 
“Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena. 
Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada uang. Aku tidak pernah menyukai 
seks. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack 
Daniels (jenis minuman alkohol import original. Sejenis  Jhonny Walke yang juga 
masuk Indonesia, red) daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk 
"berpura-pura" di film.
Ya Benar tidak ada diantara kami –gadis-gadis blonde yang menyukai being in 
porn movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli 
dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat 
dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi 
saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan 
merokok Marlboro tanpa henti.
 
Tapi porn industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir kalau 
kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami 
senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.
 
Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka 
lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua 
pilihan oleh produser: "Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak 
akan bisa kerja lagi." 
Iya memang benar kami punya pilihan. 
 
Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, 
dipaksa bahkan diancam.
Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes 
dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang 
artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit sepanjang hari setelah 
sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol. 
 
Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan 
pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya 
sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan 
mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh kami. 
 
Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan 
semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera padahal 
sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.
Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan 
narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV 
atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, 
dll. setiap hari menghantui kami. 
Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas bintang pornografi 
pornografi mati akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan dan obat pada tahun 2007. 
Antara 2003 dan 2005, 976 orang pemain dilaporkan dengan 1.153 hasil positif 
STD. 66% dari pemain pornografi terkena Herpes, penyakit yang tak dapat 
disembuhkan.
 
Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak 
akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain 
penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami 
luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami.

Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi 
sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan laki-laki ‘biasa’, maka dari 
itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani 
hidup sebagai lesbian. 
Buat aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak 
perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. 
Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.
 
Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan 
kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi sering 
kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu 
artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian 
kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia, semacam 
gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan. 
Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami 
menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu 
mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari 
lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan seks) kami harus mengunci 
anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam.
Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku 
di taman sampai aku selesai dengan tamuku.”

Semua Tipuan... 
 
“Kalau kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu 
akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis film 
porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. 
Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.
 
Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan 
kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata 
dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami 
dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa 
lalu.
Industri film porno tidak lebih dari “seks palsu” dan “tipuan kamera”. 
Percayalah…….!

[Kiriman Abidin MA diambil dari situs http://www.shelleylubben.com. Tulisan ini 
didedikasikan oleh Shelley untuk semua aktris pornografi yang terjangkit HIV, 
meninggal akibat overdosis atau bunuh diri/www.hidayatullah.com]
 
Klik ini, untuk buktikan kebenaran kisah diatas,
http://www.shelleylubben.com/index.php?truth=help



      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke